SEKITAR 80 ORANG NELAYAN BINUANGEUN DATANGI PLTU PALABUHANRATU


Perwakilan nelayan diajak diskusi oleh pihak menejemen PLTU  (Photo : Iyang Sudiharto)

Perwakilan nelayan diajak diskusi oleh pihak menejemen PLTU (Photo : Iyang Sudiharto)

PALABUHANRATU ONLINE – Sekitar  80 orang nelayan Binuangeun Kecamatan Wanasalam Kabupaten Lebak Banten mendatangi  PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Jabar 2 Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi. Kedatangan mereka menuntut pihak PLTU untuk memperhatikan para nelayan Binuangeun, yang selama ini jalur laut yang  yang  dilalui tongkang pengangkut batu bara, untuk suplai bahan bakar PLTU Jabar 2 Palabuhanratu sering menabrak jarring penangkap ikan para nelayan setempat.

“Kejadian ini sering dialami oleh para nelayan Binuangeun Jaring mereka sering hilang dan putus serta terbawa oleh tongkang pengangkut Batu bara yang melewati perairan Binuangeun,” ujar Toni Hidayat perwakilan HNSI Binuangeun yang mendampingi para Nelayan.

“Sudah setahun lalu jaring-jaring perangkap ikan yang kami tebar rusak diterjang tongkang batu bara” kata Toni Hidayat selaku juru bicara nelayan Binuangeun saat mendatangi lokasi PLTU di Palabuhanratu,
Dian mengaku, seringkali melaporkan kejadian ini kepada pihak terkait seperti ke Satpolair dan kantor Syahbandar kabupaten Lebak,tapi tidak ada tindak lanjut dan semakin sering jaring nelayan yang rusak. “Kami datang kesini untuk meminta solusi, agar kejadian ini tidak berlanjut karena berdampak pada hasil tangkapan kami,” jelas Toni kepada Palabuhanratu Online hari ini Rabu (06/08/2014).

Perwakilan nelayan kemudian diterima diruangan dan diajak diskusi oleh pihak menejemen PLTU dihadiri Kapolres Sukabumi, mantan Ketua DPRD yang sekarang menjabat anggota DPRD kabupaten Sukabumi Badri Suhendi, dan jajaran Satpolair juga kantor Syahbandar.

Aksi damai yang dikawal ketat aparat Polres Sukabumi ini, akhirnya membuahkan kesepakatan antara pihak nelayan Binuangeun dan manajemen PLTU. “Selama tuntutan mereka normatif pasti kita akomodir dan akan kita carikan solusi terbaik agar tidak ada yang dirugikan” ucap General Management PLTU Palabuhanratu Hendra kepada wartawan setelah pertemuan.

Hendra berharap, kedepan harus dibangun komunikasi untuk menghindari tudingan yang tidak mendasar.  Setelah mendapatkan penjelasan dan perwakilan nelayan perjanjian kesepakatan bersama, para nelayan membubarkan diri dengan tertib. (tim)

TUMPUKAN SAMPAH DI OBYEK WISATA BELUM DIBERSIHKAN


PALABUAHANRATU ONLINE - Setelah diserbu ribuan wisatawan, semua obyek wisata pantai dan wahana wisata lainnya di teluk Palabuhanratu meninggalkan tumpukan sampah dan berserakan juga disepanjang ruas jalan.

Di obyek wisata pantai Cibangban, pemandian Cipanas dan Karanghawu Cisolok, semua dipenuhi sampah, pemandangan serupa juga terlihat di obyek wisata pantai Karangpapak, Karangnaya dan sepanjang pantai Citepus terlihat kotor dan menebar bau yang tidak sedap.

“Sudah sepekan ini, tidak terlihat petugas kebersihan, sampah dibiarkan menumpuk tidak diangkut” ujar Pepen salah seorang pedagang dipantai Cibangban kecamatan Cisolok Sukabumi, Senin (04/08/2014).

Dia mengaku tiap hari membayar retribusi sampah dan keamanan sejak awal berjualan. “Tiap pedagang memberi iuran sampah antara 3-5 ribu per hari tergantung besar kecilnya warung” tuturnya.

Kepala unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Kebersihan dan pertamanan Palabuhanratu saat ditemui sedang tidak ditempat. “Bapak Kepala unit sedang

tUMPUKAN SAMPAH YANG MASIH BERSERAKAN DI KAWASAN OBJEK WISATA  (Photo : Iyang Sudiharto)

TUMPUKAN SAMPAH YANG MASIH BERSERAKAN DI KAWASAN OBJEK WISATA (Photo : Iyang Sudiharto)

tugas diluar” kata salah satu staf UPTD yang keberatan disebutkan namanya.

Laporan : Iyang Sudiharto

SAR GABUNGAN DI PALABUHANRATU MASIH SIAGA


PALABUHANRATU ONLINE - Meskipun hari kerja sudah dimulai ini hari, namun ribuan pengunjung ke obyek wisata pantai di teluk Palabuhanratu masih berdatangan.
Sar gabungan dari Satpolair Polres Sukabumi, Basarnas, Sarda dan Balawista Sukabumi juga dari Sar potensi masyarakat masih siaga dimasing-masing pos pengamanan wisata pantai.

“Untuk anggota Basarnas disiagakan 12 personil ditambah Sar gabungan lainnya yang disebar dibeberapa obyek wisata, menjaga berbagai kemungkinan terjadi” kata Koordinator Pos Sar Basarnas (Korpos) Agung Priambodo kepada media ini, dikantor Pos Basarnas Palabuhanratu, Senin 04/08/2014.

Disamping itu, Agung menjelaskan, 2 unit perahu karet (rubber boat) milik Basarnas lengkap dengan peralatannya juga disiagakan di dua titik berbeda didalam teluk Palabuhanratu. “Satu unit perahu karet disiagakan didermaga Cisolok untuk mengcover situasi dari pantai Cibangban hingga pantai Karanghawu dan dipantai Karangsari” bebernya sambil mempersiapkan peralatan selam.

Laporan : Iyang Sudiharto

RETRIBUSI MASUK KAWASAN PANTAI KARANGNAYA PALABUHANRATU MELEJIT SAMPAI 25 RIBU


PALABUHANRATU ONLINE – Pungutan parkir dan retribusi liar dibeberapa titik objek wisata di Kota Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi banyak dikeluhkan para wisatawan  dari luar daerah maupun  warga setempat.

 Pungutan retribusi liar tanpa aturan yang berlaku terjadi di beberapa titik objek

Petugas retribusi pantai Karangnaya Palabuhanratu

Petugas retribusi pantai Karangnaya Palabuhanratu (Photo : Ade Willy)

wisata kota Palabuhanratu, seperti di Kawasan pantai Karang Naya desa Citepus yang dikelola oleh Manajemen Hotel Inna Samudera Beach (dulu SBH) . Di kawasan  itu,  petugas  meminta ke pemilik mobil yang masuk kekawasan pantai Karangnaya  dikenakan biaya parkir Rp 25.000.

Padahal dikarcis masuk hanya tertera Rp.3000,- Pantauan Palabuhanratu Online, Jumat kemarin, banyak pemilik mobil saat membayar retribusi terkejut dan bahkan ada yang tidak senang dengan sang juru parkir itu.

 “Pungutan parkir jenis apa di Kota Palabuhanratu  ini, masa seenaknya saja minta Rp.25.000. padahal  karcisnya hanya Rp.3000,” celetuk salah seorang pemilik mobil pribadi yang masuk dan parkir  di kawasan pantai Karang Naya. “Kami hanya menjalankan tugas, ini sudah kebijakan dari manajemen, karena kawasan ini milik Hotel Inna Samudera Beach,” ujar Samroh petugas pemungut retribusi, kami pukul rata saja untuk mobil Rp.25000,- dan untuk kendaraan roda dua Rp.5000,-  terangnya  kepada Palabuhanratu Online Sabtu, 02/08/2014.

Sementara itu, pihak manajemen Hotel saat diminta tanggapannya juga menyesalkan apa yang terjadi dilapangan, memang benar pihak manajemen hotel yang mengelola retribusi tersebut tapi kami memberlakukan sesuai aturan yang harus dijalankan, untuk Pejalan kaki Rp.3000/orang Kendaraan roda dua Rp.5000, Kendaraan roda empat Rp. 15.000, dan kendaraan roda enam Rp.20.000. jelas Ika Rostika Sales Manager Inna Samudera Beach.

Khusus pengelolaan dan tarif parkir kendaraan di kota yang di sebut-sebut sebagai kota wisata itu tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Sukabumi nomor 14 tahun 2011 tentang retribusi parkir. Apapun Bentuknya  jelas sudah melanggar.

Laporan : Ade Willy

SAR GABUNGAN CARI 3 WISATAWAN HILANG DI PANTAI PALABUHANRATU


Pencarian 3isatawan yang hilang (Photo : Iyang Sudiharto)

Pencarian 3 wisatawan yang hilang di Pantai Karang Hawu Cisolok (Photo : Iyang Sudiharto)

PALABUHANRATU ONLINE – Sar gabungan dari Satpolair, Basarnas, Sarda dan Balawista Sukabumi masih mencari 3 wisatawan yang hilang terseret ombak saat berenang dipantai teluk Palabuhanratu.

“1 speedboat dan 2 perahu karet dikerahkan untuk mencari korban ke tengah perairan teluk Palabuhanratu” kata Koordinator Pos Basarnas Sukabumi, Agung Priambodo didampingi Ketua Sarda Sukabumi Okih fajri di Palabuhanratu. Jum’at (01/08/2014).

Agung menuturkan, penyisiran juga dilakukan Sar gabungan disepanjang garis pantai empat kejadian sejak pagi hingga sore. “Jelang pukul 17.00 apabila korban masih ditemukan, pencarian akan dihentikan sementara dan akan dilanjutkan esok pagi” ujarnya.

Data yang dihimpun hingga hari ini korban yang terseret arus ombak saat bereng, masing-masing 3 korban hilang dan masih dalam pencarian sedangkan korban selamat sebanyak 4 korban.

Korban hilang, Aditya Rama Alfiansyah (15) warga Ciputih Kalijati Kecamatan kalijati kabupaten Subang Jawa Barat, kejadian dipantai Karanghawu Cisolok Sukabumi.
Fisal Alfarizi (10) warga Perum Bumi Anugrah Sejahtera Rajeg Tangerang Banten, likasi kejadian pantai karang pamulang Citepus Palabuhanratu dan Indah rahmadi (9) warga Kp. Benda Cicurug sukabumi.

Laporan : Iyang Sudiharto

KASAT LANTAS POLRES SUKABUMI: ARUS LALIN KE PALABUHANRATU MENINGKAT


PALABUHANRATU ONLINE – Dalam tiga hari terakhir ini, arus lalu lintas kendaraan yang mengarah ke obyek wisata pantai Palabuhanratu mengalami peningkatan yang signifikan. Kendaraan pribadi roda empat, bis, dan truk yang mengangkut wisatawan.

“Sejak Selasa lalu hingga hari ini H+5, arus lalu lintas menuju  Palabuhanratu volume kendaraan yang berwisata terus meningkat” ujar Kasat Lantas Polres AKP Susan Ridwan saat memantau arus lalu lintas.

Peningkatan Arus Lalu Lintas yang akan memenuhi Palabuhanratu pada H+7 Lebaran

Peningkatan Arus Lalu Lintas yang akan memenuhi Palabuhanratu pada H+7 Lebaran (Photo :Iyang Sudiharto)

PANTAI PALABUHANRATU DISERBU PENGUNJUNG
Sejak kemarin dan hari ini obyek wisata pantai di sepanjang teluk Palabuhanratu sudah ramai dipadati ribuan pengunjung yang mengisi liburan Idul Fitri kali ini.

Pengunjung yang berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi juga Bandung dan Cianjur rela berjam-jam dalam antrian kendaraan, dari pantauan dilapangan, antrian kendaraan terjadi di pos retribusi pariwisata Buniwangi yang menggunakan jalur Cikidang juga dipos retribusi depan RSUD Palabuhanratu yang berasal dari jalur Warungkiara.

“Keluarga kami rela berjam-jam untuk berkunjung ke pantai Palabuhanratu” tutur Ani pengunjung asal Bekasi yang ditemui di pantai Wisata Citepus Palabuhanratu Jawa Barat. Jumat (01/08/2014).

Ani mengaku, butuh waktu 6 jam dari Bekasi hingga ke Palabuhanratu lantaran padatnya lalu lintas dari bogor mengarah Sukabumi.

Namun demikian dia dan keluarganya tetap antusias untuk bisa berkunjung ke pantai idaman ini tiap tahunnya.

Hingga sore ini, antrian kendaraan wisatawan yang menuju Palabuhanratu. Baik dari jalur cikidang maupun dari arah Warungkiara menggunakan kendaraan Roda empat, roda dua dan bis bahkan tidak sedikit juga yang menggunakan truk untuk membawa penumpangnya.
Laporan : Iyang Sudiharto

BERBAGAI MACAM PUNGLI DI  OBJEK WISATA PALABUHANRATU MERESAHKAN WISATAWAN


PALABUHANRATU ONLINE - Setiap tahun libur lebaran Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi masih menjadi primadona bagi wisatawan, tapi ini tidak diikuti dengan keadaan di dibeberapa objek wisata tarif parkir di kawasan objek wisata Karang Hawu dan objek wisata air panas Kecamatan Cisolok  selalu muncul persoalan pungli dan tarif parkir yang selangit sampai 10 ribu rupiah.

Meningkatnya pungutan liar (pungli) di kawasan objek wisata itu meresahkan pengunjung. Padahal diperkirakan objek wisata ini tetap akan dipadati pengunjung hingga H+7 lebaran, Minggu (03/08/2014).

Herdi (40), warga dari Kabupaten Bogor  mengaku kaget dengan tarif parkir kendaraan roda empat yang dipungut Rp 10 ribu. Padahal, sepengetahuanya biaya parkir hanya Rp 2 ribu. Dia juga mengeluhkan lokasi parkir yang tidak sesuai aturan. sebab tidak adanya karcis retribusi yang diberikan

Memang duitnya tidak seberapa, tetapi kalau dipungut diatas ketentuan aturan, itu kan sama saja dengan pungutan liar (pungli). Kalau uang itu memang masuk ke kas daerah silakan saja. Tapi petugas parkirnya tidak jelas karena tidak memiliki kelengkapan layaknya petugas parkir. Harusnya ada rompi dan identitas lainnya termasuk karcisnya. Begitu parkir mobil langsung dimintai uang. Setelah itu ditinggalkan tanpa diatur. Ini jelas meresahkan pengunjung,” kata Herdi kepada Palabuhanratu Online Kamis, (31/07/2014).

“Belum lagi adanya pencucian mobil yang tidak jelas tarifnya ini sudah keterlaluan, yang tadinya ingin wisata malah kesal dengan kejadian seperti ini. Kami berharap semoga aparat dan pemerintah setempat dapat menindak oknum-oknum yang Melakukan pungli dan melakukan pembenahan diobjek-objek wisata tersebut,”ujar Herdi

Laporan : Budi Genda

Parkir di kawasan objek wisata Cipanas Cisolok

Parkir di kawasan objek wisata Cipanas Cisolok (Photo : Budi Genda)