PT Golden Pricindo Indah Dituding Langkahi Kantor Desa


PALABUHANRATU ONLINE-Kepala Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, HS Ahmadi menuding PT Golden Pricindo Indah (GPI) di Perkebunan Cigaru melangkahi kantor desa dalam pengurusan izin eksploitasi untuk pertambangan emas. Tanpa sepengetahuannya, PT GPI sudah mengantongi izin eksploitasi.

Kantor desa dan kantor kecamatan merasa dilangkahi dalam perizinan untuk penambangan emas di Perkebunan Cigaru. Tahu-tahu izinnya sudah terbit langsung dari pemerintah kabupaten, kata Ahmadi ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (1/3).

Beberapa tahun yang lalu, ujar dia, PT GPI pernah mengajukan izin untuk peledakan di lokasi pertambangan. Saat itu terjadi kesepakatan, kalau izin sudah terbit, PT GPI akan memberikan kontribusi untuk pembangunan desa dan kecamatan. Namun sampai izin keluar dan perusahaan sudah menambang emas, kontribusi yang dijanjikan belum ada realisasinya, kata Ahmadi.

Selama ini, kontribusi dari PT GPI paling-paling berupa sumbangan untuk perayaan 17 Agustus. Dia menilai, aksi demo yang dilakukan warga ke PT GPI, beberapa waktu yang lalu, merupakan bentuk kekecewaan warga yang menuntut kompensasi atas kegiatan eksploitasi emas di Cigaru.

Hal yang paling membuat Ahmadi terpukul adalah terjadinya pengalihan lahan pertambangan emas dari KUD Panca Usaha kepada PT GPI. Dia tidak tahu-menahu pengalihan tersebut. Seharusnya, kata Ahmadi, pengalihan lahan dari KUD atas sepengetahuan dirinya sebagai kepala desa.

Ahmadi sempat mempertanyakan pengalihan lahan tersebut pada salah seorang pejabat tinggi di lingkungan Pemkab Sukabumi. Jawaban dari pejabat itu sangat menyesakkan Ahmadi. Pejabat yang didatanginya malah menyarankan warga mencari lokasi lain untuk pertambangan emas karena lokasi yang dieksploitasi PT GPI sudah jelas perizinannya.

Pada aksi demo yang digelar dua hari berturut-turut sepanjang akhir pekan lalu, warga Desa Kertajaya mempertanyakan izin yang dimiliki PT GPI dan menuntut rekrutmen tenaga ahli dari kalangan warga. Mereka mengancam akan melakukan penambangan di lokasi PT GPI jika tidak ada titik temu antara warga dan keputusan PT GPI.

Menjawab tuntutan warga, Direktur PT GPI Hendra Wardana menyatakan, perusahaan yang dipimpinnya tidak mungkin melakukan eksploitasi kalau tidak memiliki izin. Mengenai rekrutmen tenaga ahli, Hendra menjelaskan, PT GPI merekrut tenaga berpengalaman dari PT Best Clean Energi yang bermitra dengan Australia karena tingkat kesulitan pengeolahan emas di Cigaru sangat tinggi.

Iklan

Komentar ditutup.