Warung – Warung di Hutan Cagar Alam Sukawayana Palabuhanratu Mulai di Bongkar


Para pedagang yang membongkar sendiri warung miliknya



PALABUHANRATU ONLINE – Para pedagang yang berjualan di kawasan hutan cagar alam Sukawayana desa Citepus ,membongkar dan memindahkan warungnya ke lokasi baru di Taman Wisata Alam (TWA) Sukawayana, persis diseberang jalan warung sebelumnya.

Pembongkaran ini menyusul ultimatum dari kantor Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar kepada para pedagang. Dalam ultimatum tersebut, BBKSDA meminta kepada para pedagang untuk membongkar dan memindahkan sendiri warungnya ke TWA Sukawayana, sebelum tanggal 8 Juni nanti.

“Pihak  BBKSDA sudah memberi ultimatum, sebelum tanggal 8 Juni nanti hutan cagar alam harus sudah bersih dan terbebas dari bangunan apa pun, termasuk warung-warung. Oleh karena itu, dalam dua hari ini para pedagang sudah mulai membongkar warungnya dan memindahkannya ke TWA Sukawayana,” ujar kepala Resor polisi Kehutanan Tamsur

Menurut dia, pembongkaran dan pemindahan warung tersebut harus dilaksanakan oleh semua pedagang yang berjualan di hutan cagar alam. Jika tidak, para pedagang akan terkena sanksi penggusuran dan warungnya akan dibongkar paksa. “Bahkan bagi pedagang yang membandel  dikenakan denda Rp 5 miliar, diancam pidana penjara sepuluh tahun  apabila tidak segera pindah ke Menyinggung tentang pembongkaran dan pemindahan warung-warung dari hutan cagar alam, ia menyebutkan, hal itu dikarenakan keberadaan warung-warung tersebut dinilai telah melanggar UU No. 41/1999 tentang Kehutanan dan UU No. 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA). Dalam UU 41/1999 disebutkan dengan jelas, setiap orang dilarang mengerjakan, menggunakan dan menduduki kawasan hutan secara tidak sah.

Iklan

Komentar ditutup.