PT. Daehan Global Abaikan Ajuan Masyarakat


 
PALABUHANRATU ONLINE – Kepala Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Gerry Imam Sutrisno, SE menyesalkan hasil rapat koordinasi mengenai dampak sosial terhadap masyarakat yang diakibatkan perusahaan PT. Daehan Global di Jalan Raya Karang Tengah, KM-14, No. 741 Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Pasalnya, dalam pertemuan tersebut pihak perusahaan dituding sengaja tidak memasukan bahasan mengenai hasil rapat koordinasi yang diwakili Herman sudah berjalan sejak tiga bulan silam. Hal ini menandakan sikap arogan dari perusahaan milik Korea tersebut yang dinilai menganggap rendah warga sekitar.

“Kami sebagai warga Karang Tengah merasa terhina dengan sikap perusahaan yang sengaja mengabaikan proses persyaratan pembangunan, sehingga berdampak buruk terhadap kondisi lingkungan dan warga,” kecamnya Rabu (12/10)
Seperti diberitakan, PT. Daehan Global dituding belum memiliki surat izin Analisa Dampak

Lingkungan dan Lalu Lintas (Amdal-Lalin) dari Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor. 39 Tahun 2009. Akibatnya, kemacetan pada ruas jalan di sekitar pabrikpun tak terhindarkan. Hal ini, tentunya memberikan dampak buruk terhadap perkembangan ekonomi warga yang tersendat akibat aktivitas mereka terganggu.
Perusahaan juga dituding menjadi penyebab utama pencemaran lingkungan, karena banyaknya sampah yang menumpuk bekas sisa jajanan para pekerja. Parahnya lagi, perusahaan juga seolah-olah tidak memperdulikan laju pembangunan di wilayah dengan tidak memprioritaskan tenaga kerja sekitar.

Selain itu, keberadaan sumur artesis (bor- red) yang diduga lebih dari satu yang dimiliki perusahaan juga dinilai tidak memenuhi persyaratan, sehingga berdampak pada kekeringan terhadap sumur-sumur warga, terutama warga Kampung Selawi, Desa Karang Tengah Kecamatan Cibadak.

“Sekarang adalah masa sulit bagi warga desa di sini, yakni sangat sulit memperoleh air. Padahal, dulu sumur warga melimpah air. Penyebabnya tidak lain, adalah dua titik sumur artesis PT. Daehan Global,” kata Sukirna, warga Desa Karang Tengah kepada Pakar, belum lama ini.
Menurut dia, tidak ada kontribusi positif dari keberadaan perusahaan itu. Selain mengurangi debit air, limbah PT. DG mencemari Sungai Cimahi. “Sungai ini sekarang berubah warna dan menimbulkan bau menyengat. Kami meyakini kondisi ini disebabkan oleh PT. DG yang membuang limbahnya ke sungai,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT), Harry Muharram mengatakan perusahaan PT. Daehan Global pernah memohon mengajukan izin awal Oktober kemarin. Namun, sampai saat ini pihaknya belum menerbitkan izin pembuatan artesis tersebut. “Jika pihak perusahaan telah menggunakan sumur artesis, jelas telah melanggar Undang Undang Nomor. 7 Tahun 2004,” lanjutnya.

Sedangkan, Kepala Seksi Retribusi Pajak Air (RPA) Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Jawa Barat ketika dikonfirmasi Pakar menjelaskan, sesuai data tahun 2010, PT. Daehan Global hanya memasukan satu titik sumur artesis. “Tapi untuk tahun 2011 sudah di limpahkan kepada Pemerintahan Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pertambangan dan Energi,” ungkapnya.
Sayangnya, saat Pakar akan coba mengklarifikasi permasalahan itu melalui scurity, pihak perusahaan PT. Daehan Global tidak bisa dijumpai, dengan alasan dihubungi melalui telepon pihak personalia Herman sedang berada di Cibinong.

 

Iklan

Komentar ditutup.