PMII Kab. Sukabumi Berunjukrasa di Kantor Setda Mengkritisi Kinerja Pemda


PALABUHANRATU ONLINE – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Sukabumi berunjukrasa di Kantor Sekertaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Jalan Siliwangi, Kabupaten Sukabumi, Selasa (28/10).

Mereka memberikan pernyataan sikap mengkritisi kinerja Pemerintah Kabupaten Sukabumi, dan juga menyampaikan sepuluh tuntutan terkait beberapa permasalahan yang berada di salah satu kabupaten terluas di Pulau Jawa dan Bali ini.

Beberapa tuntutan PMII tersebut di antaranya adalah stop eksploitasi sumber daya alam yang merugikan negara, maksimalkan potensi daerah di seluruh Sukabumi, permudah layanan kesehatan, meningkatkan pelayanan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) di Sukabumi, tindak tegas para pelaku penjualan manusia (human trafficking) di Kabupaten Sukabumi, dan bongkar sindikat mafia pendidikan.

Mereka menilai Sukabumi yang memiliki sumber daya alam melimpah, selama ini hanya dijadikan surga bagi para pemodal asing yang terus-menerus dikuras untuk kepentingan pribadinya. Masalah lainnya adalah sumber daya kelautan yang kurang diperhatikan, padahal potensi tersebut jika dimanfaatkan dengan baik mampu menunjang ketahanan ekonomi lokal.

Asisten Daerah III Bidang Kesejahteraan Rakyat, Asep Abdul Wasit saat menerima pengunjuk rasa mengatakan, dirinya akan menyampaikan tuntutan pengunjukrasa kepada bupati. “Pemerintah selama ini selalu terbuka menerima masukan dari siapapun. Mengenai kesehatan sudah melaksanakannya melalui jaminan kesehatan masyarakat,”ujarnya.

Sementara itu Kapolres Sukabumi Asep Edi Suheri didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Asep Wahyu Nirwan Boestomi menuturkan mengenai sindikat mafia pendidikan dan pengusutan LSM yang menyedot harta negara sebagaimana yang masuk ke dalam tuntutan pendemo, dirinya meminta kepada para pengunjuk rasa untuk segera menyerahkan bukti agar bisa segera ditindaklanjuti oleh kepolisian.

“Polres Sukabumi selalu serius menyikapi masalah ini, termasuk penjualan manusia. Tahun ini saja sudah ada tiga kasus yang berkasnya telah dilimpahkan ke pengadilan,”katanya.

Unjuk rasa berjalan damai dan tertib, setelah mendengarkan penjelasan dari perwakilan pemerintah daerah, mereka langsung membubarkan diri.

 

Komentar ditutup.