Peresmian PLTM Warga Adat Ciptagelar


IMG-20131128-01655
PALABUHANRATU ONLINE –  Setelah lama ditunggu-tunggu, akhirnya warga adat Kasepuhan Banten kidul Ciptagelar Desa Sirnaresmi kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi, bersuka cita dengan diresmikannya pengopersian Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH).

PLTMH yang memiliki kapasitas 36 Kw di Kampung Situ Murni Rt 02/07 Desa Sirnaresmi Kecamatan Cisolok dapat mengaliri listrik bagi warga adat kasepuhan Ciptagelar yang belum kebagian dari program PLTMH sebelumnya.

Menurut Direktur Eksekutif Inisitif Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) Tri Mumpuni, PLTM pertama dibangun dikampung Cipulus tahun 1996 dengan kapasitas 60 Kw. “Kamipun kemudian membangun beberapa PLTM lainnya, namun kebutuhan listrik dikasepuhan adat Ciptagelar ini belum semua terpenuhi” katanya, seusai peresmian pengoperasian PLTM, Kamis, 28/11/2013.

Bila dilihat dari peta wilayah, warga Kasepuhan adat Ciptagelar memang berada dikawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), namun warga sudah menempati lahan tersebut jauh sebelum lahannya ditetapkan sebagai kawasan TNGHS. “Sesuai konvensi internasional, sampai kapanpun tidak akan mendapat aliran listrik dari PLN, makanya kami berusaha agar warga mendapatkan haknya menikmati aliran listrik dengan menggandeng beberapa perusahaan atau lembaga lain yang peduli sperti Korea International coorporation Agency (KOICA) ini” ungkap aktivis IBEKA ini.

Selama 17 tahun ini, Ibeka telah berhasil membangun turbin listerik sebanyak 19 unit mikro dan piko. Pembangunan tersebut semata-mata untuk membantu masyarakat adat yang tinggal di daerah terpencil tanpa mengharapkan timbal balik berbetuk apapun dari masyarakat.
Tri Mumpuni juga meminta warga mempertahankan potensi alam untuk mendukung PLTM ini secara berkesinambungan dengan cara menjaga kelestarian hutan disekitarnya sebagai suber mata air. “Tidak kalah pentingnya menjaga dam merawat perangkat PLTM ini agar dapay dinikmati oleh anak cucu kita” pesannya.

Kasepuhan Adat Ciptagelar Abah Ugi Sugriwa Rakasiwi, menjelaskan hingga saat ini warga adat yang belum menikmati aliran listrik tinggal 20% dari 24 ribu warga adatnya. “20% itu berada di dua desa yaitu disekitar Cilanggar yang berbatasan Banten dengan kabupayen Bogor” katanya

Dalam kesempatan ini hadir CEO KOICA Mr. Choi dan rombongan dan Jajaran Komipo dan jajaran Ibeka yang mendukung terlaksananya PLTM ini.

 

Komentar ditutup.