Empat Penjahat Sadis Dibekuk Polisi Digunungguruh Kabupaten Sukabumi


PALABUHANRATU ONLINE –  Tim buru sergap (Buser) Satuan Reserse dan Kriminalitas (Satreskrim) Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Sukabumi Kota, hari ini Minggu (23/2/2014) berhasil menangkap empat penjahat. Penjahat spesialis gedor rumah itu, diamankan petugas setelah mereka melakukan aksinya.

Dari tangan keempat penjahat polisi berhasil mengamankan barang bukti (BB) 1 unit Infokus, 1 unit CVU dan TV 32 Inc. Para pelaku diamankan petugas dalam serangkaian penggerebekan.

Mereka tidak berkutik ketika petugas menyergap disebuah rumah di Kampung Cimenteng, Desa Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.

Keempat pelaku, NN alias Bargo (32), Gus alias Bule(28), Yadi (26) dan Doce (32) digiring ke Mapolresta Sukabumi. Mereka menjalani pemeriksaan intensif.

“Keempat penjahat terkenal kejam, mereka tidak segan-segan menganiaya korbannya,”kata Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Sukabumi Kota, Hari Santoso, Minggu (23/2/2014)

Dalam melakukan aksinya, kata Hari Santoso, para pelaku merusak pintu dan mencongkel jendela dengan menggunakan senjata tajam. Setelah berhasil masuk kedalam rumah, para penjahat langsung menjarah seluruh isi rumah korban.

“Ketika pemilik rumah terbangun, mereka tidak segan-segan menganiayanya. Mereka melukasi korbannya menggunakan senjata tajam. Mereka terkenal sadis dan kejam,” kata Hari Santoso.

Kendati para pelaku mengakui baru dua kali melakukan aksinya, kata Hari Santoso, petugas masih terus mengintrogasi seluruh tersangka. Petugas masih terus mengumpulkan bukti tindak kejahatan yang dilakukan keempat penjahat itu.

“Dari data yang kami peroleh laporan warga. Mereka melakukan aksi dan menjarah rumah warga di wilayah hukun Mapolsek Gunung Guruh, disusul diwilayah Citamiang satu kali dan diwilayah Mapolsek Cisaat satu kali, ” katanya.

Sementara ketika disinggung mengenai barangbukti hasil curian yang diamankan, ia menyebutkan sejauh ini petugas baru berhasil mengamankan tiga unit alat elektronik. Dan kini alat elektronik itu akan dipakai alat bukti.

“Oleh karena itu, petugas masih terus melaukan pengembangan kelapangan, yakni guna mencari barangbukti lainnya, ” katanya.

Komentar ditutup.