Diklat Water Rescue Basarnas Tingkatkan Ketrampilan Rescuer


PALABUHANRATU ONLINE – Dengan pelaksanaan dan keberhasilan Diklat ini merupakan satu kebanggaan bagi Basarnas, sehingga kualifikasi peserta (rescuer) bisa meningkat satu tahap.

Hal itu disampaikan Direktur Bina ketenagaan dan Pemasyarakatan Badan Sar Nasional, Marsekal Pertama SB. Supriyadi dalam acara penutupan pendidikan dan latihan (Diklat) Sar tingkat lanjutan water rescue Basarnas di Pantai Citepus Palabuhanratu kabupaten Sukabumi Jawa Barat (02/04/2014).

Lebih lanjut Supriyadi mengatakan, kegiatan water rescue mengandung resiko yang besar disaat berlangsungnya diklat pada implementasi dilapangan, sehingga diperlukan kemampuan keterampilan rescuer yang prima. “Rescuer diwajibkan menguasai pengetahuan, meningkatkan keterampilan, kekuatan fisik yang prima dan sikap/prilaku yang siap bina secara terus menerus” tegasnya dihadapan para peserta diklat dan para instruktur Basarnas.

Semakin meningkat  kemampuan rescuer, kata Supriyadi, semakin besar tanggung jawab yang diemban karena harus lebih intens dan siaga membantu masyarakat yang membutuhkan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Diklat Basarnas Noer Isrodin menjelaskan, materi yang disampaikan pada diklat ini meliputi pengantar dan metode pertolongan di matra air seperti di laut dan sungai deras, komunikasi signal atau sandi, perawatan pra rumah sakit, teknik pencarian diair dangkal dan air yang dalam juga kepiawaian lari, renang dan lari lagi (run swim run). ” Semua materi disampaikan oleh instruktur internal Basarnas dan dari potensi Sar seperti dari pihak arung jeram dan Badan penyelamatan Wisata Tirta (Balawista)” ujarnya.

Diklat ini diikuti 40 Peserta utusan Kantor Sar seluruh Indonesia selama 15 hari,  tanggal Cisolok-20140402-0212419 Maret hingga 2 April 2014. Dipantai Citepus Palabuhanratu dan di wahana Arung Jeram kecamatan Cikidang kabupaten Sukabumi.

(Iyang Sudiharto)

Komentar ditutup.