GEDUNG TIC PENUNJANG WISATA DAN CENDRAMATA KAB. SUKABUMI


PALABUHANRATU ONLINE – Keberadaan gedung Tourist Information Centre (TIC) atau pusat informasi tentang kepariwisataan sangat menunjang perkembangan dan

TIC Palabuhanratu

TIC Palabuhanratu

kelangsungan sektor pariwisata, karena di gedung tersebut terdapat beragam informasi, mulai dari “directory” wisata khususnya, disini pula dapat ditemukan aneka informasi kekayaan intelektual seperti karya cipta seni budaya tradisi hingga bermacam-macam cinderamata hasil kerajinan tangan kreatif masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Sebagai pusat informasi, gedung ini sengaja dibangun di salah satu obyek wisata yang mudah dikunjungi wisatawan yaitu di Jalan Raya Citepus-Cisolok KM II Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Saat ini sudah ditata dalam tahap persiapan peresmian yang dijadwalkan Sabtu (20/05/2014) mendatang oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Adjo Sardjono, Sabtu (20/5) mendatang, disaksikan dari unsur Dinas Kepariwisataan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olah Raga (Parbudpora), Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar), Tim Pelestarian dan Penataan Pesisir Teluk Palabuhanratu (TP3TP), Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista), tokoh seni budaya dan stakeholder lainnya.

Menurut Ketua badan pengurus cabang persatuan hotel dan restoran (BPC PHRI) Kabupaten Sukabumi Dadang Hendar, kehadiran TIC sangat penting dalam mendukung pengembangan pariwisata disamping berperan sebagai tempat study banding kepariwisataan, kerajinan, maupun riset kebudayaan. Diharapkan peran TIC bukan saja menjadi rujukan wisatawan akan tetapi dapat dimanfaatkan semua stakeholder kepariwisataan daerah.

“Kebijakan pemerintah membangun gedung penunjang pariwisata bisa diartikan bahwa sektor pariwisata, kerajinan, dan budaya sebagai potensi unggulan. Maka itu, ke depan perlu terus dibenahi. Karena sektor pariwisata selain mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menambah pendapatan asli daerah (PAD),” kata pengurus TP3TP itu.

Dadang berharap, pengrajin cinderamata juga harus ambil bagian untuk menambah khasanah wisata daerah. Dimana potensi keuntungan bisnis cinderamata sebenarnya sangat besar, terlebih Sukabumi merupakan daerah destinasi wisata.

“Sukabumi memiliki cinderamata khas seperti daerah destinasi wisata lainnya. Peluang itu sangat tepat apabila dimanfaatkan secara maksimal dan didukung oleh pemda setempat dalam meningkatkan industri pariwisata” jelasnya.

 

Komentar ditutup.