SPBU Terang-terangan Jual BBM Kepada Konsumen Menggunakan Drum dan Jerigen


 – IMG_20140725_150842

KONSUMEN YANG MENGAKU MERTUA DARI ANGGOTA DEWAN KABUPATEN SUKABUMI DENGAN TERANG-TERANGAN MEMBELI BBMMENGUNAKAN DRUM DAN JERIGEN

KONSUMEN YANG MENGAKU MERTUA DARI ANGGOTA DEWAN KABUPATEN SUKABUMI DENGAN TERANG-TERANGAN MEMBELI BBM MENGUNAKAN DRUM DAN JERIGEN

PALABUHANRATU ONLINE – Penyelewengan BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi jenis solar seringkali terjadi di SPBU yang sengaja menjual kepada perusahaan yang menggunakan Drum dan jerigen. Seperti yang tertangkap kamera wartawan Palabuhanratu Online Jumat, 25/07/2014 sekira pukul 16.30 WIB di  SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) No. 34-43312 yang berada di Kp. Batu Sapi jalan Jajaway Palabuhanratu Kecamatan Palabuhanratu  Kabupaten Sukabumi. Nampak dengan jelas, sopirnya tengah mengisi 12 jerigen dan Drum dalam sebuah mobil bak terbuka dengan cara terang-terangan.

Menurut Ibu sang Pembeli BBM bahwa dirinya sudah bertahun-tahun membeli dengan cara seperti ini, di SPBU tersebut, bahkan ia mengaku mertua dari anggota dewan Kabupaten Sukabumi. Sambil memperlihatkan surat izin yang selalu ia bawa-bawa, ternyata surat izin yang diperlihatkan sudah kadaluarsa sejak tahun 2012.

pada sebuah aturan dimana didalamnya dijelaskan, bahwa SPBU yang terbukti menjual BBM bersubsidi kepada perusahaan menggunakan jerigen tanpa izin, maka akan di berikan sanksi pidana dengan ancaman 4-6 tahun dan denda 40-60 milyar sesuai undang – undang migas NO 22 tahun 2001, dan yang namanya perusahaan tidak boleh memakai BBM bersubsidi.

Selain itu, pertamina juga akan mengenakan sanksi pasokan BBM dihentikan dan pemutusan hubungan usaha ( PHU ) karena selama ini pertamina tidak pernah mengijinkan penjualan BBM bersubsidi di SPBU terhadap perusahaan yang menggunakan jerigen, apalagi pake drum, dan didalam aturan perintah, perusahaan tidak boleh memakai BBM bersubsidi, tetapi harus memakai BBM non subsidi itu juga harus ada surat keterangan dari intansi terkait ( DISPERINDAG ), adapun yang di beri izin untuk pengecer ( 2 Tak ) harus menunjukan surat izin pembelian dari pemerintah daerah dan polsek terdekat, itupun tidak diberikan secara sembarangan kepada masyarakat harus melalui verivikasi terlebih dahulu, kalau untuk perusahaan harus ada ( DO ) dari pertamina.

Sementara itu, pengawas SPBU Jajaway NO. 34-43312, ditemui tidak ada ditempat selularnyapun tidak aktif.

Diminta pertamina dan aparat hukum usut tuntas SPBU nakal di Palabuhanratu yang menjual BBM bersubsidi pada pembeli yang menggunakan jerigen untuk perusahaan, untuk perusahaan tidak boleh menggunakan BBM bersusidi. (Tim Palabuhanratu Online)

Komentar ditutup.