Buat Artesis Tanpa Izin, Perusahaan Sidat di Palabuhanratu Kena Sorot


PALABUHANRATU ONLINE – Perusahaan eksportir sidat milik warga Korea yang berada di jalan Patuguran Palabuhanratu sempat menjadi sorotan warga ketika pembuatan sumur bor (Artesis) yang digunakannya tanpa izin, menurut warga pengeboran air bawah tanah sedalam 120 meter itu akan mengurangi debet sumber air yang ada dilingkungan sekitar .

Kekhawatiran warga sangat beralasan, sebab penggunaan air bawah tanah milik perusahaan eksportir tersebut sangat besar sekali.

“Kami sangat Khawatir dampak dari pembuatan artesis tersebut, bisa mematikan sumber mata air dan berdampak pada warga, karena kedalamannya hampir 120 meter ,” ujar Asep warga yang tinggal di sekitar perusahaan tersebut.

Informasi yang dihimpun Palabuhanratu Online, bahwa selama ini perusahaan yang bernama South East Java itu telah membuat enam titik lubang pengeboran artesis, dan tiga di antaranya tanpa izin.

Gedung eksportir Sidat dijalan Pelita Patuguran Palabuhanratu selain tidak memiliki plang nama juga disorot

Gedung eksportir Sidat dijalan Pelita Patuguran Palabuhanratu selain tidak memiliki plang nama juga disorot (Photo : Budi Genda)

Camat Palabuhanratu Suherwanto, ketika ditemui membenarkan bahwa izin pengeboran pengusahaan air bawah tanah PT. South East Java hanya tiga titik, diluar dari itu kami belum mengetahuinya.

Menurut pihak PT.South East Java melalui staffnya, pengeboran tiga titik yang dimaksud illegal bukanlah pengeboran artesis sedalam 120 meter, tapi pengeboran sumur dangkal yang hanya 15 sampai 20 meter, itupun sudah meminta izin warga setempat,” ujar Bambang ketika ditemui dikantornya Sabtu, 23/08/2014.

Laporan : Budi Genda

Komentar ditutup.