RENI ROHMAN PENDERITA TUMOR OTAK KONDISINYA KIAN MEMPRIHATINKAN


Kondisi Reni yang semakin hari semakin memperihatinkan (Photo : Palabuhanratu Online)

Kondisi Reni yang semakin hari semakin memperihatinkan (Photo : Palabuhanratu Online)

– Reni Rohman 32 Tahun, Warga Kampung Tugu RT.01.RW.01 Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, hampir 20 Tahun lebih di dera rasa sakit yang tak kunjung hilang, sampai-sampai hampir 10 menit sekali dalam setiap hari dirinya harus mengalami pingsan. Beritanya di http://www.palabuhanratuonline.wordpress.com ini terjadi karena penyakit Tumor Otak, Polip, serta Amandel, sering terasa sakit dalam waktu yang bergantian, bahkan terkadang rasa sakit itu datang dalam waktu yang bersamaan dengan 3 jenis penyakit yang diderita Reni yang hampir secara keseluruhan dalam kondisi yang sama-sama parah,

Bola mata sebelah kanan, dan tulang hidung sebelah kanan, menonjol keluar, sehingga untuk bernapaspun, dengan terpaksa harus melalui mulut dengan rongga tenggorokan yang sempit karena terhalang oleh penyakit Amandel yang di deritanya

.Ketika diberitakan 2,5 Tahun yang lalu, kondisi Reni, sempat mendapatkan perhatian  dan bantuan dari beberapa Pihak, dari mulai Persatuan Istri Bule (Persib) Palabuhanratu, Pembaca Koran Pikiran Rakyat, hingga bantuan yang datangnya dari  salah seorang Aggota DPR RI, Dr.Ribka Tjiptaning, tetapi karena kondisi Reni hingga sampai saat  ini belum mendapatkan penanganan Medis yang serius,maka tampak sekali kondisi Reni kini kian hari kian memprihatinkan.

Imas Maskanah 27 Tahun, salah seorang tetangga Reni, yang selama ini memberikan perhatian secara khusus kepada Reni ” Untuk mengurangi rasa sakit yang di deritanya, serta untuk menghindari dari Pingsan yang bertubi-tubi,  dengan terpaksa Reni harus mengkonsumsi Obat penahan rasa sakit Ultrasep, 4 kali dalam 1 hari, tetapi untuk memenuhi kebutuhan hal tersebut, yang kalau di Nominalkan Rp.50 Ribu/hari, tentunya bagi Keluarga Reni merupakan suatu hal yang begitu sulit, karena sejak Usia 6 Tahun Reni hanya hidup dengan tanpa seorang Ayah, dia hidup hingga kini dengan seorang Ibu yang telah lanjut usia yang kondisinya sakit-sakitan, secara otomatis keduanya kini bisa bertahan hidup, hanya dengan mengandalkan belas kasihan orang lain, Semoga ada Dermawan yang terketuk hatinya, dengan ikhlas untuk memberikan bantuan langsung kepada Keluarga Reni.

Reporter : Asep Mulyana

 

Iklan

Komentar ditutup.