KAKEK BEJAT GAGAHI BOCAH SD


PALABUHANRATU ONLINE – Adang bin Eman) (64) Warga Kp. Pajagan RT01/02 Desa Cihamerang Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi, harus meringkuk di ruang tahanan, lantaran berbuat cabul terhadap korban yang juga tetangga korban yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar.

Adang bin Eman) (64) Warga Kp. Pajagan RT01/02 Desa Cihamerang Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi, harus meringkuk di ruang tahanan,
Adang bin Eman) (64) Warga Kp. Pajagan RT01/02 Desa Cihamerang Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi, saat digiring  ke ruang tahanan, (Photo : Palabuhanratu Online)

Peristiwa memalukan ini terjadi Minggu sore (30/11/2014) saat pelaku sedang memberi makan kambing peliharaannya dan melihat korban melintas disisi kandang. Pelaku mengintai dan seketika memeluk hingga korban tak bisa meronta.

“Pakaian dalam korban dilucuti, dengan leluasa pelaku berbuat cabul dekat kandang kambing” tutur Kapolsek Kalapanunggal AKP Sumijo kepada awak media di Mapolsek Kalapanunggal, hari ini Senin (08/12/2014)

Saat pulang, lanjutnya, korban nangis, orangtua korbanpun curiga dan terus mendesak korban supaya menceritakannya, dengan polos, korban menceritakan kejadian yang baru dialaminya.
“Setelah mendapat laporan, anggota kami langsung menuju ke lokasi dan menciduk pelaku” papar Sumijo.

Pelaku yang sehari-harinya sebagai buruh tani ini sudah mendekam ditahanan dan dijerat pasal 82 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman tahanan 15 tahun.

Terkait penanganan korban yang masih dibawah umur,  Penanggung jawab rumah perlindungan trauma center (RPTC) Dinas Sosial kab. Sukabumi
Sasmita, mendesak keluarga korban untuk segera membawanya ke Dinas Sosial kabupaten Sukabumi untuk diberikan pendampingan. “Keluarga korban didampingi aparat desa atau kecamatan segera membawa korban ke Dinsos untuk segera kami tangani” kata Sasmita yang dihubungi melalui tetfon genggamnya.

Psikologis korban teras sasmita, harus segera dipulihkan melalui layanan RPTC. “Disana (RPTC) dilakukan pendampingan dan konselling untuk pemulihan mental korban” urainya.

Reporter : Iyang Sudiharto

Komentar ditutup.