KEPALA UPTD PENDIDIKAN CISOLOK DEDEN DAENURI BANYAK MELAKUKAN PUNGUTAN


PALABUHANRATU ONLINE-Sejumlah guru dan kepala sekolah dasar di Kecamatan Cisolok mengeluhkan adanya pungutan-pungutan wilayah kerja (UPTD) Unit Pelaksana Teknis Daerah Pendidikan Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Oleh karena itu, mereka mendesak agar Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Cisolok dipindahtugaskan ke daerah lain.

Keluhan sejumlah guru dan kepala sekolah tersebut disampaikan kepada Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia Kecamatan Cisolok Yusup Supriadi karena mereka tak berani mengutarakannya kepada pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi. “Mereka mengaku gerah dengan semua bentuk pungutan yang dilakukan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Cisolok,” ucapnya yang juga Ketua Paguyuban Jaro Cisolok.

Dia menjelaskan, pungutan-pungutan tersebut di antaranya pemotongan dana biaya operasional sekolah (BOS), honor guru daerah terpencil, bantuan siswa miskin, dan sertifikat peserta pelatihan kurikulum 2013 (kurtilas). Dia mengaku sangat prihatin atas tindakan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Cisolok yang demikian.

“Untuk itu, saya mengimbau Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi agar secepat mungkin memutasikan Kepala UPTD Pendidikan tersebut dari kami,” tuturnya.

Keluhan serupa pun diterima oleh tokoh pemuda Kecamatan Cisolok, Dadang Pey. “Keluhan yang saya dengar adanya pungutan yang terjadi di wilayah kerja UPTD Pendidikan Cisolok, di antaranya bentuk pungutan yang terjadi pada dana BOS sebesar Rp 3.000 per siswa,” katanya.

Menurut dia, pengkondisian untuk pemotongan dana ini dilakukan oleh seorang oknum kepala SD di Kecamatan Cisolok berinisial. Begitu pun pungutan yang terjadi pada honor guru daerah terpencil (gurdacil) yang dikondisikan oleh salah seorang pengawas SD di Kecamatan Cisolok yang berinisial Tt.

“Rata-rata besarnya pungutan Rp 300.000/gurdacil, dari jumlah keseluruhan para gurdacil di Kecamatan Cisolok sekitar 70 orang. Sementara untuk permasalahan kurtilas, jumlah guru yang mengikuti Pelatihan Kurikulum 2013 masih belum saya ketahui,” ujarnya.

Hanya, yang dia dengar, sertifikat Kurtilas ini pun oleh para guru yang mengikuti pelatihan harus juga ditebus sebesar Rp 50.000 melalui salah seorang pekerja honorer di Kantor UPTD Pendidikan Kecamatan Cisolok.

Ketika Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Cisolok Deden Daenuri dimintai konfirmasinya di kantornya, ternyata sudah ada beberapa tokoh pemuda se-Kecamatan Cisolok, yakni Haris, Dindin Jamaludin alias Itok, Atun, dan Dadang Pey. Pada kesempatan tersebut, Dadang Pey mempertanyakan kebenaran keluhan-keluhan yang diterima dirinya, Ketua Apdesi Kecamatan Cisolok Yusup Supriadi, dan media.

Di samping itu, dia pun mendengar informasi bahwa pihak UPTD Pendidikan Kecamatan Cisolok yang memberikan sejumlah uang kepada oknum wartawan yang konon tak jelas media massanya untuk menutup mulut. “Kalau tidak salah mengapa memberikan uang, seharusnya bertahan. Ini berarti ada titik lemah!” ujarnya.

Disaksikan sejumlah pihak tersebut, Deden mengakui adanya pemotongan dana BOS sebesar Rp 3.000 per murid, itu ada berita acaranya. “Dana tersebut digunakan untuk kegiatan-kegiatan kesiswaan, seperti Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN) dan lainnya,” katanya.

Terkait dengan honor gurdacil, Deden menyangkal adanya pematokan besaran rupiah. Dia mengaku tidak pernah mematok dan hanya menerima pemberian sukarela dari sejumlah gurdacil. “Itu hanya nilai penghargaan kepada saya, termasuk operator, yang mengajukan,” ucapnya.
Mengenai pemberian kepada seorang oknum wartawan, dia menceritakan, awalnya ketika oknum tersebut mempertanyakan pemotongan dana BOS ketika dirinya bersama Kepala Bidang SD pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Tubagus. Saat itu, Tubagus menginstruksikan dirinya untuk membereskan masalah tersebut.

“Kemudian, saya menyuruh bawahan untuk membereskan itu. Tapi, saya tidak tahu seperti apa penyelesaiannya,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Tubagus dan Kepala Disdik Kabupaten Sukabumi Maman Abdurahman tak bisa dihubungi. (***)

Komentar ditutup.