Sampingan

Kejati Jabar Tetapkan Lima Tersangka Korupsi Kredit Macet BJB Palabuhanratu


PALABUHANRATU ONLINE  –  Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar telah menetapkan lima orang tersangka kasus dugaan korupsi di Bank Jabar Banten (BJB) cabang Pelabuhan Ratu senilai Rp 17 miliar, Kamis (22/1). Mereka diduga terlibat kasus penyaluran kredit sebesar Rp 17 miliar ke Koperasi Putra Daerah di Kabupaten Sukabumi.

BJB Palabuhanratu

BJB Palabuhanratu

 Kelima tersangka adalah, mantan Pimpinan Cabang PT BJB Pelabuhan Ratu, Arwin Aldriyant, mantan staf Divisi Mikro di PT BJB Kantor Pusat Bandung, Egi Mukti, mantan Analis Komersial PT BJB Pelabuhan Ratu, Rahma Ariani Roshadi, Ketua Koperasi Putra Daerah, Akmalulhuda, dan Dirut PT Haekal Adeel Utama, Endi Yusuf Mashudi.

Kasipenkum Kejati Jabar, Suparman SH mengatakan, surat perintah penyidikan kasus ini dimulai sejak 7 Januari 2015. Sedangkan penetapan tersangkanya dilakukan penyidik pada hari Kamis 22 Januari 2015.

 “Jadi dana Rp 17 miliar ini disalurkan oleh BJB ke anggota Koperasi Putra Daerah yang sekaligus merupakan karyawan di PT Haekal Adell Utama. Dana sebesar itu tidak bisa dipertanggungjawabkan,” kata Suparman saat jumpa pers di Kantor Kejati Jabar di Bandung, Kamis (22/1).

Menurut Suparman, hasil penghitungan Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) Jabar menunjukan kerugian negara pada kasus ini mencapai Rp 17 miliar. Kelima tersangka akan dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 UU No 31 tahun 1999 jo UU No 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUHPidana. Ancaman hukuman maksimalnya mencapai 20 tahun penjara.

Sumber : stikornews.co.id

Komentar ditutup.