Daily Archives: 14 April 2015

TUTUP AKSES INFORMASI, KEJARI CIBADAK DIDEMO AWAK MEDIA


Sejumlah awak media terdiri dari media cetak dan elektronik yang bertugas diwilayah Sukabumi, melakukan aksi demo dihalaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Sejumlah awak media terdiri dari media cetak dan elektronik yang bertugas diwilayah Sukabumi, melakukan aksi demo dihalaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak kabupaten Sukabumi Jawa Barat.(Photo : Palabuhanratu Online)

PALABUHANRATU ONLINE –  Sejumlah awak media terdiri dari media cetak dan elektronik yang bertugas diwilayah Sukabumi, melakukan aksi demo dihalaman Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Dalam aksinya para awak media memasang foster yang bertuliskan kecaman terhadap tindakan dan aturan yang dilakukan pejabat Adiyaksa di Cibadak itu yang terkesan menutup diri terhadap akses informasi.
“Kami dilarang mengadakan perliputan atas kasus korupsi yang tengah ditangani, kami pun diusir jika meminta penjelasan terkait kasus apapun dengan alasan harus melalu “satu pintu”, namun pintu yang dimaksudpun tidak membukanya secara terbuka” ujar Ketua Sukabumi Journalist Forum (SJF) Fitriansyah seuai aksi, di halaman Kejari Cibadak, Selasa 1/04/2015.

Sungguh ironis, urai Fitri, disaat jaman keterbukaan informasi dan peningkatan fungsi pengawasan bagi lembaga penegak hukum, seharusnya lebih terbuka. “Kami sebagai bagian dari fungsi pengawasan bagian dari amanat masyarakat yang harus menyampaikan informasi secara obyektif dan tidak sepotong-potong” katanya dengan nada tinggi.

Selain itu, tambahnya, awak media yang akan meliput, melalui Kepala Seksi intelejen Kejari Cibadak, melarang kendaraan yang dipakai awak media diiparkir dihalaman Kejari.

Dari pantauan dilapangan, hingga usai siang tadi, demo berlangsung aman dan terkendali, aksi ini juga didukung pengamanan ketat dari jajaran polres Sukabumi.

Reporter : Iyang Sudiharto

Iklan

KEPALA SDN 1 JAYANTI  CIMANGGU SUNAT DANA BSM


PALABUHANRATU ONLINE – Sejumlah orang tua murid Sekolah Negeri 1 Jayanti di Desa Cimanggu Kecamatan Palabuhanratu menilai anggaran Bantuan Siswa Miskin (BSM) tidak tepat sasaran. Pasalnya, bantuan pemerintah yang diperuntukan untuk meringankan beban biaya sekolah bagi anak kurang mampu itu, sebagian anggarannya dipergunakan pihak sekolah untuk pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB).

Anggran BSM yang digelontorkan pemerintah untuk sekolah tersebut didapat hanya 80 siswa dari 202 jumlah keseluruhannya. Dengan nominal Rp 450 ribu, dan digunakan untuk biaya seragam sekolah Rp 150 ribu bagi seluruh siswa. Sedangkan, sisanya digunakan pihak sekolah untuk menambah ruang kelas.

“Dari dana Rp 450 ribu itu kami hanya mendapatkan kaos seragam saja. Sedangkan sisanya malah dipergunakan untuk kepentingan sekolah,” kesal sejumlah wali murid  yang enggan disebutkan namanya saat berkumpul di sekitar sekolah.

Dikatakan mereka, anggaran BSM itu seharusnya murni diperuntukan untuk kebutuhan murid. Termasuk, sisa anggarannya pun jelas harus disampaikan secara musyawarah kembali dan menentukan hasil keputusan bersama. “Kami mengharapkan pihak sekolah bisa terbuka, dan bisa menjelaskan alasan anggaran dipergunakan untuk kepentingan sekolah,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Negeri 1 Jayanti, Juhan mengungkapkan, dirinya melakukan hal tersebut sesuai dengan kesepakatan hasil musyawarah wali murid, komite dan pihak sekolah. Termasuk, menggunakan sisa anggaran tersebut pun bisa dipertanggungjawabkan.

“Bukti kesepakannya ada dan kami menggunakan sisa dana itu dengan alasan kekurangan ruangan,” elaknya.

Adapun kuota yang didapat dari seluruh siswa 202 itu, memang diakui hanya 80 kuota saja. Sedangkan bangunan yang dimiliki sekarang hanya enam ruang dan satu dipergunakan kantor. Padahal, ada enam rombel, dan terpaksa kelas satu dan dua disatukan. “Agar sekolah bisa melangsungkan proses belajar mengajar dengan lebih baik, makanya ruangan pun kami berharap masing-masing. Dan penggunaanya pun itu telah ditandatangani seluruh penerima BSM,” tandasnya