OKNUM PETUGAS LABORATORIUM  RSUD PALABUHANRATU KECEWAKAN ORANG TUA PASIEN


PALABUHANRATU ONLINE  – Pelayananan salah satu oknum petugas bagian Laboratorium di RSUD Palabuhanratu dinilai sangat lemah. Pasalnya, perlakuan yang diberikan terhadap pasien dirasakan tidak wajar.

Salah satu keluarga pasien yang mempersoalkan, Jajah Junazah ayah dari pasien Muhammad Libra (2), warga Kampung/Desa Cibodas Kecamatan Palabuhanratu mengungkapkan, pihaknya tidak terima dengan cara pelayanan oknum staf laboratorium tersebut yang tidak mengindahkan. Pasalnya, ketika ia masuk RSUD usai mendapatkan rujukan dari Dokter Praktik yang biasa ia kunjungi memang diakui bagus. Namun, setelah masuk bagian laboratorium, salah satu petugas tersebut memperlakukannya kurang baik.

“Saat mendaftar kami mendapatkan pelayanan baik. Tapi, setelah masuk laboratorium, petugas berinisial D itu, terkesan judes dan memaksa untuk mengambil sample darah lagi dengan merojok-rojok jarum suntik, kayak dijadikan mainan,” keluh Jajah, Senin 20/04/2015.

Menurut dia, sikap oknum tersebut malah terkesan tidak mencerminkan sebagai abdi negara. Padahal seharusnya memperlakukan pasien apalagi anak kecil harus benar-benar baik jangan terkesan jutek.

“Kami merasa tidak terima saat oknum petugas berinisial D itu membantingkan surat rujukan yang dibawa saya,” kesalnya dengan nada ketus.

Hal senada diungkapkan salah satu saksi mata, yang sekaligus politisi PDI, Ucok Hidayat membenarkan kejadian tersebut, Ia menilai pelayanan dari petugas itu sangat tidak pantas. seperti memperlakukan terhadap binatang. Padahal kata Ucok, yang menjadi pasien itu manusia.

“Kebetulan saya ada dilokasi dan melihat kejadian itu. Masa petugas kayak gitu,” tambahnya.

Ucok mengharapkan, pelayanan RSUD Palabuhanratu, khusus bagian laboratorium ditingkatkan dan meminta maaf terhadap pihak keluarga. Selain itu, Ia mengharapkan ini kejadian yang terakhir kalinya.

“Kami mengharapkan agar mutu pelayanan diperhatikan,” harapnya.

Sementara itu menanggapi persoalan tersebut, Kepala Bagian Laboratorium RSUD Palabuhanratu, Dian membantah salah satu anggotanya memperlakukan hal yang tidak wajar. Menurutnya, dalam prosedural pelayanan rumah sakit memang seperti itu, jika dalam rujukan harus dilakukan pemeriksaan itu satu keharusan. Adapun terkait sikap yang diberikan salah satu stafnya yang berinisial D dinilai tidak memuaskan, itu juga diakui setiap petugas akan melakukan sesuai ketentuan.

“Dalam proses pengambilan sample darah memang harus selalu dicoba, karena ini masuk pelayanan dan harus berhasil. Karena namanya pasien anak agak susah, jadi butuh tenaga ekstra. Adapun pelayanan yang kurang memuaskan keluarga pasien, itu bukan judes atau apa, akan tetapi kebetulan surat rujukan terbuat dari kertas yang tipis seolah-olah dilempar padahal bukan,” bantah Diana yang didampingi salah satu petugas berinisial D itu.

Pengakuan Diana juga diperkuat. Kepala Bagian Humas RSUD Palabuhanratu, Billy menambahkan, segala sesuatu pasti ada sebab akibat, dirumah sakit mana pun dalam proses laboratorium  akan sama seperti itu. Yang namanya anak kecil diambil darah susah, harus ada kerja sama dengan keluarga. Penusukan disatu lubang tidak bisa, tiga kali suntikan tidak dapat dan pasti terus dilakukan hingga darah dapat, termasuk pada waktu itu, orang tua pasien sebelum darah didapat, malah mengambil anaknya.

“Dalam memberikan pelayanan yang baik kami selalu sesuai prosedur. Kami akan mengambil  tindakan secepatnya apabila pelayanan salah satu petugas di Rumah Sakit kurang memuaskan. Kami pihak rumah sakit meminta maaf yang sebesar-besarnya dan akan meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik,” tandasnya.

Reporter : Asep Mulyana

Komentar ditutup.