Daily Archives: 11 Juni 2015

JELANG RAMADAN, BEGAL MOTOR MARAK


PALABUHANRATU ONLINE – Aep (50), yang memiliki profesi sebagai tukang ojeg mengalami luka cukup serius dibagian perutnya. Pria paruh baya asal Kampung Bina Karya RT 05 RW 10, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan ini dibegal orang tak dikenal saat membawa  penumpang di Paltiga Desa Kertajaya, selasa (9/6) sekitar pukul 20.30 WIB.

Berdasar informasi yang dihimpun, peristiwa pembegalan berawal ketika korban yang sudah puluhan tahun itu berprofesi sebagai tukang ojeg menarik penumpang tidak dikenal. Dalam perjalanan, tepatnya di Paltiga, korban ditodong dengan sebilah pisau mengancam agar menyerahkan sepeda motornya. Tak rela kendaraannya dirampas begal, korban pun melakukan perlawanan dan duel di tempat keajdian perkara hingga motornya terjatuh.

“Awalnya saya tidak curiga dengan penumpang itu. Tapi dalam perjalanan, penumpang ini malah menodongkan sebilah pisau,” ujar Aep sambil terbaring di RSUD Palabuhanratu.

Menurutnya, penumpang yang dibawanya hendak akan menuju kantor LIPPI di Kertajaya. Dirinya menggagalkan aksi begal itu dengan cara membenturkan kepala pelaku dengan batu. Namun, saat itu juga pelaku berhasil kabur.

“Dengan menahan rasa sakit akibat tusukan diperut, saya memaksakan diri ke Puskesmas terdekat dibantu teman. Karena luka tusuk dalam dan lebar, saya dibawa ke RSUD Palabuhanratu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Simpenan, AKP Enan Supena membenarkan ada begal motor yang beraksi pada malam hari. Untuk mengungkap kasus ini, pihaknya akan mengembangkan dan melakukan pengejaran terhadap pelaku begal.

“Masih kami kembangkan. Kejadian ini pernah terjadi pada 2014 lalu. Tapi modus seperti ini terbilang baru,” ungkapnya.

Guna mencegah maraknya aksi begal pada malam hari di wilayah Simpenan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Termasuk, lokasi kejadian pembegalan itu, akibat minimnya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU)

“Tak menutup kemungkinan, aksi begal di malam hari ini akibat jalan gelap tidak ada lampu PJU. Kami berupaya melakukan koordinasi dengan pemda untuk segera dipasang penerangan jalan dilokasi kejadian,” tandasnya.

Reporter :

Aep korban begal  yang menderita luka tusukan ketika berada di RSUD Palabuhanratu (Photo : Palabuhanratu Online)

Aep korban begal yang menderita luka tusukan ketika berada di RSUD Palabuhanratu (Photo : Palabuhanratu Online)

Eeng Herman

Iklan

BAMBANG : PEMKAB SUKABUMI ANEH, BANGUN SARANA TAPI TAK DIFUNGSIKAN


PALABUHANRATU ONLINE  – Dua bangunan milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi dianggap mubazir.

seperti bangunan pusat dakwah islam (Pusdai)  yang berada di Cikembang dan

Bangunan perpustakaan yang berada di Gn.Butak Palabuhanratu sudah 2 tahun tidak difungsikan. (Photo : Palabuhanratu Online)

Bangunan perpustakaan yang berada di Gn.Butak Palabuhanratu sudah 2 tahun tidak difungsikan. (Photo : Palabuhanratu Online)

gedung Perpustakaan di Palabuhanratu.

Dianggap mubazir karena kedua gedung tersebut tidak pernah digunakan oleh pihak intansi tersebut. Tak tanggung tanggung anggaran yang dikucurkannya pun fantastis yakni Pusdai Rp 13 miliar dan Perpustakaan Rp 700 juta hingga saat ini bangunan tersebut tak bertuan.

Ketua Jaringan Intelektual Sukabumi Bambang Rudiansyah mengungkapkan “Pemkab Sukabumi terlalu banyak menghamburkan uang untuk bangunan yang tak jelas. Pusdai dengan  anggaran Rp 13 miliar  tersebut diantaranya Rp 2 miliar dari infak warga sukabumi yang saat ini masih mangkrak,”

Menurut Bambang, bangunan perpustakaan yang berlokasi samping taman kota Palabuhanratu sudah dua tahun tidak digunakan. Padahal keberadaan perpustakaan sendiri sangat penting bagi warga,bisa dikatakan pintu informasi atau jendela ilmu bagi warga sukabumi.

Pemkab ini memang aneh, membangunan tapi membiarkannya   tanpa melihat aspek skala prioritas jika melihat kondisi sukabumi masih banyaknya akses jalan warga yang rusak dan rumah warga tak layak,”jelasnya

bahkan lebih dari itu,  jelas Bambang,  sejumlah rumah dinas milik pejabat  Pemkab Sukabumi banyak yang tak digunakan dan terkesan mubazir, dan hanya dijaga oleh  Satpol-PP.
“Kami berharap  Pemkab Sukabumi ini bisa memanfaatkan semaksimal mungkin sarana sarana yang ada, semua bangunan inikan menggunakan uang rakyat. Tegas Bambang.
Sementara itu Kabag Kegamaan Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar enggan memberikan komentar saat dihubungi.

Reporter : Bardal