Daily Archives: 29 Juni 2015

Musim Arus Lebaran, Pemudik Dilarang Lewat Jalur Tengkorak Cikidang  


PALABUHANRATU ONLINE – Selama musim arus Lebaran 1436 H, angkutan umum, truk, bus, dan mobil bak terbuka, dilarang melintasi Jalan Cikidang. Pasalnya, di jalan alternatif menuju Palabuhanratu itu sering terjadi kecelakaan yang kerap menimbulkan korban jiwa. Hal ini atas himbauan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Satuan Lalulintas Polres Sukabumi.

Jalan berkelok dengan jarak sepanjang 35 km itu membentang dari Pamuruyan Cibadak hingga Palabuhanratu, memiliki kontur jalan naik turun dan belokan curam. Jalan Cikidang sering disebut “Jalur Tengkorak”. Dimana, lebar jalan provinsi itu sekitar 8 meter dan minim penerangan jalan umum.

Kapolres Sukabumi AKBP Muhammad Ridwan mengatakan, jalan Cikidang dihiasi bentangan jurang dengan kedalaman sekitar 40 meter. Sejak resmi dipergunakan sebagai jalur alternatif pada 2008, ada sekitar 3 bus dan truk yang mengalami rem blong terjun ke jurang.

“Pengendara yang tidak tahu kondisi jalan Cikidang, akan kerepotan menguasai laju kendaraannya,” kata Ridwan, di Mako Polres Sukabumi, Senin (29/6/2015).

Ditempat sama, Kasat Lantas Polres Sukabumi AKP Raden Erik Bangun Prakasa menambahkan, jalan Cikidang akan dijaga ketat sejak H-7 hingga H-7 Lebaran. Polisi juga akan menerapkan sistem buka tutup jalur jika arus kendaraan terlalu padat.

“Pembatas jalan dan papan imbauan di titik-titik rawan akan kami pasang. Kondisi jalan yang gelap akibat minim PJU membuat jalan Cikidang semakin berbahaya,” ujarnya.

Ia memaparkan, kecelakaan terakhir yang terjadi di Cikidang adalah tergulingnya truk berpenumpang 65 siswa kelas XI pada Senin (25/5/2015) lalu yang dikendarai Hijaj mengalami rem blong sehingga menabrak tembok dan terguling. Dari peristiwa itu, sebanyak tiga siswa tewas di tempat, delapan orang kritis dan puluhan lainnya mengalami luka.

Erik menyatakan, selama mudik, jalan Cikidang hanya boleh dilintasi kendaraan kecil yang biasa dipakai keluarga.

“Larangan ini sebagai bentuk usaha untuk mencegah timbulnya korban jiwa atau kecelakaan lainnya. Karena risiko melintas di Jalan Cikidang sangat tinggi,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi Sukmawijaya mendukung langkah preventif yang diambil polisi. Pemkab dan polisi memiliki kewajiban untuk melindungi keamanan, kenyamanan masyarakat.

“Harus hati-hati jika akan melewati jalan Cikidang. Kalau bisa jangan melintasi Jalan Cikidang. Tolong pengendara bisa mematuhi imbauan polisi demi keselamatan keluarga,” pintanya.

Ditegaskan Sukmawijaya, berbagai potensi yang bisa menimbulkan gangguan keamanan sudah dipetakan dengan baik. Polisi dibantu TNI dan tim medis harus bisa melayani masyarakat yang akan mudik ke kampung halaman masing-masing.

“Mudah-mudahan, semua berjalan lancar. Kami juga terus berbenah dengan memperbaiki sejumlah ruas jalan rusak,” terangnya.

Reporter : Eman

Jalur Cikidang yang merupakan jalur tengkorak

Jalur Cikidang yang merupakan jalur tengkorak (Photo : Palabuhanratu Online)

Iklan

Tambang Rakyat Harus Dimaksimalkan


PALABUHANRATU ONLINE – Direktur PDAT (Perusahaan Daerah Aneka Tambang) Kabupaten Sukabumi Rusli Bramsyah menilai tambang rakyat di Cigaru, Desa Kertajaya, berpotensi bisa menyumbangkan sumber pendapatan bagi kas daerah di sektor pertambangan emas. Guna memaksimalkan pendapatan di sektor itu, para penambang wajib mengantongi izin ekploitasi tambang dari pemerintah untuk mencegah timbul hal yang tidak diharapkan dalam pengelolaan tambang.

“PDAT bisa saja memfasilitasi proses perizinan bagi tambang rakyat. Tapi keinginan untuk membuat perizinan itu harus berangkat dari niat baik para penambang,” ungkap Rusli, Minggu (28/6/2015).

Menurutnya, berbagai jenis tambang di Kecamatan Simpenan sangat potensial untuk di ekploitasi. Namun upaya itu harus dilengkapi dengan perizinan agar tidak di cap sebagai penambang liar yang melekat hingga saat ini. Apalagi potensi tambang di wilayah ini sangat luar biasa sehingga menjadi sorotan warga asing yang datang untuk melakukan ekploitasi tambang emas.

“Kami tidak setuju jika tambang rakyat itu ilegal. Lebih baik perizinannya diurus, PDAT akan mendorong pemerintah daerah agar mengeluarkan izin untuk tambang rakyat,” terangnya.

Apabila tambang rakyat ini dikelola baik kata Rusli, tentu pemerintah akan menyambut serta mendukungnya dengan memberikan fasilitas perizinan.

“Padahal sudah lama saya mendorong para penambang rakyat untuk segera mengurus izin. Niat ada, tapi dalam pelaksanaan untuk mengurus perizinannya hanya basa basi. Buktinya sampai sekarang tidak ada satu pun mereka yang mengurus legalitas tambang,” tandasnya.

Selain mendorong perihal perizinan ulasnya, PDAT menekankan supaya menjaga stabilitas di area tambang rakyat. Seperti, kondusifitas, teknik penambangan, dan tata cara pengolahan hasil tambang. Pasalnya, sejak tambang rakyat Cigaru ramai di eksploitasi, berbagai persoalan muncul  ke permukaan.

“Stabilitas harus diutamakan di area tambang rakyat. Jadi jangan hanya mengharapkan hasil tambangnya saja, tapi keselamatan jiwa penambang juga menjadi skala prioritas. Tak hanya itu, dalam pengolahan emas harus ramah lingkungan,” pintanya.

Reporter : Eman