Musim Arus Lebaran, Pemudik Dilarang Lewat Jalur Tengkorak Cikidang  


PALABUHANRATU ONLINE – Selama musim arus Lebaran 1436 H, angkutan umum, truk, bus, dan mobil bak terbuka, dilarang melintasi Jalan Cikidang. Pasalnya, di jalan alternatif menuju Palabuhanratu itu sering terjadi kecelakaan yang kerap menimbulkan korban jiwa. Hal ini atas himbauan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Satuan Lalulintas Polres Sukabumi.

Jalan berkelok dengan jarak sepanjang 35 km itu membentang dari Pamuruyan Cibadak hingga Palabuhanratu, memiliki kontur jalan naik turun dan belokan curam. Jalan Cikidang sering disebut “Jalur Tengkorak”. Dimana, lebar jalan provinsi itu sekitar 8 meter dan minim penerangan jalan umum.

Kapolres Sukabumi AKBP Muhammad Ridwan mengatakan, jalan Cikidang dihiasi bentangan jurang dengan kedalaman sekitar 40 meter. Sejak resmi dipergunakan sebagai jalur alternatif pada 2008, ada sekitar 3 bus dan truk yang mengalami rem blong terjun ke jurang.

“Pengendara yang tidak tahu kondisi jalan Cikidang, akan kerepotan menguasai laju kendaraannya,” kata Ridwan, di Mako Polres Sukabumi, Senin (29/6/2015).

Ditempat sama, Kasat Lantas Polres Sukabumi AKP Raden Erik Bangun Prakasa menambahkan, jalan Cikidang akan dijaga ketat sejak H-7 hingga H-7 Lebaran. Polisi juga akan menerapkan sistem buka tutup jalur jika arus kendaraan terlalu padat.

“Pembatas jalan dan papan imbauan di titik-titik rawan akan kami pasang. Kondisi jalan yang gelap akibat minim PJU membuat jalan Cikidang semakin berbahaya,” ujarnya.

Ia memaparkan, kecelakaan terakhir yang terjadi di Cikidang adalah tergulingnya truk berpenumpang 65 siswa kelas XI pada Senin (25/5/2015) lalu yang dikendarai Hijaj mengalami rem blong sehingga menabrak tembok dan terguling. Dari peristiwa itu, sebanyak tiga siswa tewas di tempat, delapan orang kritis dan puluhan lainnya mengalami luka.

Erik menyatakan, selama mudik, jalan Cikidang hanya boleh dilintasi kendaraan kecil yang biasa dipakai keluarga.

“Larangan ini sebagai bentuk usaha untuk mencegah timbulnya korban jiwa atau kecelakaan lainnya. Karena risiko melintas di Jalan Cikidang sangat tinggi,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi Sukmawijaya mendukung langkah preventif yang diambil polisi. Pemkab dan polisi memiliki kewajiban untuk melindungi keamanan, kenyamanan masyarakat.

“Harus hati-hati jika akan melewati jalan Cikidang. Kalau bisa jangan melintasi Jalan Cikidang. Tolong pengendara bisa mematuhi imbauan polisi demi keselamatan keluarga,” pintanya.

Ditegaskan Sukmawijaya, berbagai potensi yang bisa menimbulkan gangguan keamanan sudah dipetakan dengan baik. Polisi dibantu TNI dan tim medis harus bisa melayani masyarakat yang akan mudik ke kampung halaman masing-masing.

“Mudah-mudahan, semua berjalan lancar. Kami juga terus berbenah dengan memperbaiki sejumlah ruas jalan rusak,” terangnya.

Reporter : Eman

Jalur Cikidang yang merupakan jalur tengkorak

Jalur Cikidang yang merupakan jalur tengkorak (Photo : Palabuhanratu Online)

Komentar ditutup.