WARGA ASING DOMINASI KEGIATAN TAMBANG


PALABUHANRATU ONLINE  –  Sejumlah warga negara asing asal China dan Korea yang menambang emas di Pasawahan blok Cigendol dan Cisireum, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, masih menuai sorotan sejumlah masyarakat.

Dimana, keberadaan empat WNA asal China dan dua dari Korea yang sedang melakukan eksploitasi tambang emas itu diduga ilegal. Pasalnya, mereka menambang hanya mengandalkan surat kerja sama antara PT Hunamas selaku pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan Koperasi Tambang Rakyat Sukabumi (KTRS).

Sementara, gurandil asing yang berada di blok Cisireum, saat ini masuk ke wilayah IUP PT Golden Pricindo. Hanya saja, kegiatan menambangnya di lahan milik Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan PT Surangga.

“Saya memandangnya dari perspektif legal. Dilihat dari aspek kerja sama dengan KTRS juga telah terjadi penyimpangan. Belum lagi masalah lainnya yang menyangkut status WNA. Apakah sebagai penambang atau investasi murni, masih perlu kejelasan mengenai status orang asing yang ada di tambang rakyat tersebut,” ujar Sekretaris Jenderal DPW BRANTAS Kabupaten Sukabumi, Bayu Nugraha, Selasa (30/6/2015).

Dengan begitu kata Bayu, WNA yang melakukan kerja sama dengan KTRS, layak diselidiki legalitasnya. Petugas Imigrasi maupun aparat penegak hukum pun diharapkan terjun ke lokasi tambang rakyat untuk mendatanya. Karena, hingga kini warga asing itu belum pernah didata aparat setempat maupun Kantor Imigrasi Sukabumi.

“Saya curiga ada yang bermain atas kehadiran WNA di tambang rakyat. Soalnya, aktivitas warga asing di lokasi tambang rakyat seperti ada pembiaran dari petugas Imigrasi dan Muspika Simpenan,” imbuhnya.

Ia menegaskan, jika orang asing tanpa status ini dibiarkan, kekayaan sumber daya alam mineral yang ada di Kecamatan Simpenan, bisa bocor ke luar negeri.

“Segera masalah ini disikapi yang berwenang. Sebab, selama melakukan eksploitasi tidak pernah ada penerimaan negara maupun pemasukan ke kas daerah di sektor tambang emas,” ungkapnya.

Selain itu, jelasnya, selama warga asing dari kedua negara itu menambang, tak pernah mengurus izin tinggal maupun perizinan terkait usaha tambang.

“Visa warga asing itu juga harus diselidiki.  Alasannya apa hingga mereka bisa menambang disini? Sudah menjadi kewajiban aparat berwenang dalam mengungkap masalah ini,” bebernya.

Camat Simpenan Ahmad Munawar, enggan membeberkan masalah keberadaan warga asing di lokasi tambang rakyat.

“Belum tahu ada warga asing yang menambang di Simpenan,” singkat Munawar.

Reporter : Eman

One response to “WARGA ASING DOMINASI KEGIATAN TAMBANG

  1. untuk pdam. pelabuhan ratu tidak tersentuh.

    Suka