WISMA GALUNG DI PERUM BTN CIPATUGURAN DIDUGA PROSTITUSI TERSELEBUNG


Warga yang melakukan penggerebekan di Wisma Galung perum BTN Cipatuguran Palabuhanratu

Warga yang melakukan penggerebekan di Wisma Galung perum BTN Cipatuguran Palabuhanratu (Photo :Palabuhanratu Online)

ukabumi sedang melakukan pemeriksaan terhadap keberadaan Wisma Galung yang berada di Perum BTN Cipatuguran Palabuhanratu

SatPol PP Kab.Sukabumi sedang melakukan pemeriksaan terhadap keberadaan Wisma Galung yang berada di Perum BTN Cipatuguran Palabuhanratu (Photo : Palabuhanratu Online)

PALABUHANRATU ONLINE – Keberadaan rumah kos-kosan yang bernama Wisma Galung di Perum BTN RT.01 RW.033 Cipatuguran Palabuhanratu disinyalir tidak memiliki izin dan diduga sebagai tempat prostitusi terselubung.

Menurut Asep Lukman tokoh masyarakat setempat keberadaan kos-kosan tersebut sudah berdiri puluhan tahun tapi sampai saat ini kami tidak mengetahui legalitas Wisma tersebut.

“Setiap malam selalu saja ada ABG yang hilir mudik ke Wisma tersebut, kecurigaan kami tempat tersebut bisa saja dijadikan tempat yang tidak senonoh,”terang Asep kepada Pratu Online hari ini Minggu, 30/8/2015.

Klimaksnya, kejadian pada hari ini adanya keributan seorang wanita yang sedang mencari suaminya di Wisma tersebut yang ternyata berakibat konflik terhadap salah satu penghuni wisma galung dan kasusnya sudah ditangani oleh pihak kepolisian dan SatPol PP,ujar Asep.

Menurut saksi yang tidak mau disebutkan namanya, memang tempat tersebut sering terlihat keluar masuk pria dan wanita yang kami tidak kenal apalagi kalau malam minggu.jelasnya

Wisma yang diketahui memiliki 20 kamar ini dikelola oleh seseorang yang bernama Prabu, kata Tatang Ketua RT setempat. Ia mengatakan kalau tempat tersebut memang tidak diketahui legalitasnya, warga sangat keberatan dengan adanya wisma tersebut dan sempat melakukan penggrebekan.

Sementara itu Sekretaris SatPol PP Kabupaten Sukabumi Dadang Ramdani mengatakan, pihaknya akan menertibkan izin-izin dari wisma galuh tersebut sesuai denga tahapan dan aturan yang ada dan akan berkoordinasi dengan pihak lurah dan camat seperti apa fungsi dan peruntukkan lahan tersebut dan akan mengambil langkah-langkah sesuai petunjuk pimpinan, ujar Ramdan.

Reporter : Bardal

Komentar ditutup.