UNJUK RASA PEMBANGUNAN PELABUHAN REGIONAL KETUA DPRD IKUT TANDA TANGANI PETISI PENOLAKAN


PALABUHANRATU ONLINE – Untuk kesekian kalinya pembangunan Pelabuhan Pengumpan Regional di pantai Karang Pamulang Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi mendapat unjuk rasa penolakan dari masyarakat yang menamakan diri Forum Palabuhanratu Bersatu, yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Komunitas Surfing, Padas Trail Enduro, Laskar Laut dan MAC Laskar Merah Putih.

Unjuk rasa penolakan pelabuhan pengumpan regional di gedung DPRD Kabupaten Sukabumi (Palabuhanratu Online)

Unjuk rasa penolakan pelabuhan pengumpan regional di gedung DPRD Kabupaten Sukabumi (Palabuhanratu Online)

Mereka berjalan kaki dari sekretariat Angkatan Muda Siliwangi (AMS) dijalan Jajaway menuju gedung DPRD Kabupaten Sukabumi dengan membentangkan spanduk dan orasi penolakan.

Unjukl rasa tolak pelabuhan pengumpan regional melakukan long march menuju gedung DPRD Kab.Sukabumi (Photo :Palabuhanratu Online)

Unjukl rasa tolak pelabuhan pengumpan regional melakukan long march menuju gedung DPRD Kab.Sukabumi (Photo :Palabuhanratu Online)

Sesampainya di halaman gedung DPRD Kabupaten Sukabumi ratusan pengujuk rasa langsung dihadang anggota Dalmas Polres Sukabumi.

Satuan Dalmas Polres Sukabumi menghadang para pengujuk rasa tolak pelabuhan regional di gedung DPRD Kab.Sukabumi @Palabuhanratu Online

Satuan Dalmas Polres Sukabumi menghadang para pengujuk rasa tolak pelabuhan regional di gedung DPRD Kab.Sukabumi @Palabuhanratu Online

Dalam orasinya mereka menolak adanya pembangunan pelabuhan pengumpan regional di pantai karang pamulang Palabuhanratu, “Kami menuntut pembangunan pelabuhan regional tersebut untuk direlokasi ke tempat lain, karena kami merasa tidak pernah tahu fungsi dan peruntukannya pelabuhan regional tersebut dibangun,” ujar salah satu pendemo, dilokasi hari ini Selasa, 15/12/2015.

@Palabuhanratu Online

@Palabuhanratu Online

Para pengunjuk rasa menilai adanya kongkalikong dengan para penguasa, padahal menurut pendemo pantai dikabupaten sukabumi begitu panjang kenapa harus pantai karang pamulang yang menjadi korban.

Dalam unjuk rasa tersebut ketua DPRD kabupaten Sukabumi Agus Mulyadi beserta anggota DPRD lainnya turut menandatangani petisi penolakan pelabuhan pengumpan regional diatas kain putih sepanjang empat meter yang dibentangkan oleh para pengujuk rasa.

@Palabuhanratu Online

@Palabuhanratu Online

Dalam unjuk rasa kali ini mereka tetap bertahan diluar gedung dan tidak ada satu perwakilanpun yang diajak musyawarah, sehingga para pendemo akan melanjutkan ke lokasi pembangunan pelabuhan regional, untung saja Badri Suhendi dari badan kehormatan dewan dapat menenangkan para pengunjuk rasa sehingga tidak terjadi hal-hal yang ridak diinginkan.

Ketua DPRD Kab.Sukabumi Agus Mulyadi makan bersama para pengunjuk rasa dihalaman gedung DPRD Kab.Sukabumi setelah para pengunjuk rasa membagikan nasi kotak (Photo : Palabuhanratu Online)

Ketua DPRD Kab.Sukabumi Agus Mulyadi makan bersama para pengunjuk rasa dihalaman gedung DPRD Kab.Sukabumi setelah para pengunjuk rasa membagikan nasi kotak (Photo : Palabuhanratu Online)

Ada yang unik dari demo kali ini para pengunjuk rasa membagikan nasi kotak kepada anggota dewan dan anggota polisi yang sedang mengamankan jalannya unjuk rasa, merekapun makan bersama, sampai terdengar celetukan baru kali ini ada pendemo membagikan nasi kotak, ujar salah satu pegawai Setwan sambil berlalu.

Reporter : Bardal

 

 

Komentar ditutup.