DIKIRA SAMPAH, UANG DAN EMAS DIBUANG KESELOKAN


PALABUHANRATU ONLINE – Malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih, Seperti itulah yang dialami Iroh (46) warga Kp. Pintu Air Kiara Lawang Ds. Citepus Kec. Palabuhanratu Kab. Sukabumi.

Iroh (46) yang kesehariannya berjualan karedok di warung miliknya (Photo : Palabuhanratu Online)

Iroh (46) yang kesehariannya berjualan karedok di warung miliknya (Photo : Palabuhanratu Online)

Uang beserta perhiasan hasil jerih payahnya selama 20 tahun berjualan karedok ludes dibuang oleh putrinya Iyoh (19) keselokan yang dikiranya sampah.

Iroh yang menaruh dompet berisi uang dan perhiasan miliknya di kresek plastik hitam meletakkannya di samping etalase didalam warungnya.”Saya menyuruh anak saya untuk mengambil bungkusan sampah untuk dipindahkan kekardus depan warung, tas kresek hitam bawa kesini, maksudnya kesaya,” ujar Iroh kepada Palabuhanratu Online hari ini Rabu,16/12/2015.”Kurang dari sepuluh menit saya tanyakan lagi keanak saya mana tas kresek hitamnya, sudah dibuang keselokan kata anak saya,” terang Iroh sambil menangis.

Selokan tempat membuang tas kresek berisi uang dan perhiasan yang dikira sampah (Photo : Palabuhanratu Online)

Selokan tempat membuang tas kresek berisi uang dan perhiasan yang dikira sampah (Photo : Palabuhanratu Online)

Seketika itu juga iroh menjerit dan pingsan tidak sadarkan diri, tas kresek yang berisikan 105 gram perhiasan emas dan uang 2,5 juta dibuang oleh anaknya sendiri keselokan yang hanya beberapa meter  dari warung miliknya.

Suami dan dan anak Iroh dibantu tetangga sempat mencari dan menyusuri selokan dan hanya menemukan kalkulator dan uang lima ribu rupiah yang tersangkut diselokan.

Hampir 300 meter panjang selokan sudah disusuri tetapi barang milik Iroh tidak juga ditemukan.

Reporter : Bardal

 

 

Komentar ditutup.