PENGUCAP KATA “BOM” YANG TERTANGKAP DIBANDARA NTT KUPANG, WARGA PALABUHANRATU


PALABUHANRATU ONLINE – Tiga orang warga sukabumi Endang Hendi Susandi, Febby Maulana Akbar dan Heri Iskandar yang tertangkap akibat mengucapkan kata bom saat hendak terbang dengan maskapai penerbangan Batik Air di Bandara El Tari Kupang, yang ramai diberitakan. Salah satunya adalah Endang Hendi Susandi (28) warga Kp.Babakan Jayanti RT.06 RW.03 Ds. Jayanti Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Istri dan putri Endang Hendi Susandi. yang tertangkap dibandara El tari Kupang gara-gara mengucapkan kata "Bom" ketika menaiki pesawat Batik Air jurusan Kupang-Jakarta (Poto : Palabuhanratu Online)

Istri dan putri Endang Hendi Susandi. yang tertangkap dibandara El tari Kupang gara-gara mengucapkan kata “Bom” ketika menaiki pesawat Batik Air jurusan Kupang-Jakarta (Poto : Palabuhanratu Online)

Palabuhanratu Online berhasil menemui pihak keluarga yakni istri dari Endang Hendi Susandi, Atika (24). Atika mengatakan, bahwa suaminya sudah sejak 2011 bekerja di kupang sebagai kapten kapal yang memandu para pemancing, biasanya Ia ikut ke sana (NTT) bersama suaminya, karena ia sedang membangun rumah maka ia menunda untuk ikut ke Kupang,” ujar Atika.

Palabuhanratu Online sempat berbincang langsung bersama Endang melalui telpon genggam istrinya,”kami bertiga sudah dibebaskan karena memang tidak terbukti membawa bom, kami belum bisa pulang sambil menunggu keputusan dari Polda NTT,” terang Endang. Hari ini Senin, 28/12/2015.

Endang menceritakan kronolgis kejadian, ketika ia masuk ke ruang pesawat tiba-tiba ia dipanggil petugas bandara, katanya bagasi saya adalah yang bermasalah, akhirnya saya turun kembali menuju pemeriksaan x-ray, ternyata bukan bagasi saya, ini bagasi teman saya yang bernama Febby.

Akhirnya febby dipanggil, dan turun kebawah membuka kopernya didalam koper Febby ditemukan satu kaleng Baygon dan Bayfresh Spray, setelah pemeriksaan itu tidak ada masalah lagi dan kami naik kembali keatas pesawat.

Ketika naik keatas pesawat saya ngoceh karena kesal terhadap Febby, “ loe ngapain sih bawa barang-barang begituan di Jakarta Palabuhanratu juga banyak yang jual, nanti dikira kita bawa bom, nah kata-kata bom itu didengar oleh pramugari.

Pramugari langsung nyamperin saya ketika saya sudah duduk dibangku pesawat. Dan dia tanya saya, tadi bapak bicara soal apa tadi dipintu masuk pesawat, oh itu saya bermasalah dengan bagasi.

Selang beberapa menit akhirnya saya dipanggil lagi sama sekuriti, disuruh turun ditanya lagi, Bapa bicara apa tadi, tadi katanya bapak bicara masalah bom, saya jawab, “O iya pa saya kesal dengan kawan saya, dikira nanti kita bawa bom. Tiba-tiba langsung rame aja semua penumpang disuruh turun, saya dan kedua rekan saya langsung digiring kepihak pengamanan bandara.

“Kami bertiga sudah dibebaskan,sekarang berada di tempat bos kami bekerja di kupang, sambil menunggu informasi kapan kami diperbolehkan pulang, ungkap Endang.

Pihak keluarga sudah merasa lega karena Endang sudah dibebaskan, dan berharap Endang cepat pulang dan berkumpul dengan anak dan istrinya.

Reporter : Bardal

 

 

Komentar ditutup.