WARGA KP. CIKONDANG DS. KARANG PAPAK ONTROG KANTOR DESA


PALABUHANRATU ONLINE – Kedatangan ratusan warga Kp. Cikondang desa Karang Papak ke kantor desa Kr.Papak Kecamatan Cisolok ingin bermusyawarah kepada kepala Desa Nandang Mulyana (Baskom) terkait adanya pembangunan saung ditanah seluas 22 hektar di Kp.Cikondang Ds. Karang Papak Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi hari ini Senin,04/01/2016.

Warga Kp. Cikondang Ds. Karang Papak ketika bermusyawarah bersama BPD dan kepala Desa di Aula desa Karang Papak (Photo : Palabuhanratu  Online)

Warga Kp. Cikondang Ds. Karang Papak ketika bermusyawarah bersama BPD dan kepala Desa di Aula desa Karang Papak (Photo : Palabuhanratu Online)

Menurut Andriana selaku tokoh pemuda di kp. Cikondang, Ia tidak merasa menggerakkan warga untuk ontrog ke kantor desa ini merupakan spontanitas dari warga setempat.

Andri membeberkan kronologis awal, “Pada tahun 2012 ada pembebasan lahan kurang lebih 22 hektar di Kp. Cikondang di RT.03 RW.06. mungkin ini karena Allah, tiba-tiba datang seorang petugas PLN membawa satu surat tugas didalamnya tertulis, ditujukan kepada Welter Limbong yang ditengarai sebagai pendeta pemilik yayasan Advent Masehi Ketujuh, untuk pemasangan PLN sebesar 16.500 KVA untuk gereja. Itulah awal titik permasalahan.

Bangunan yang dipermasalahkan  oleh warga Kp. Cikondang Ds. Karang Papak kecamatan Cisolok (Photo : Palabuhanratu Online)

Bangunan yang dipermasalahkan oleh warga Kp. Cikondang Ds. Karang Papak kecamatan Cisolok (Photo : Palabuhanratu Online)

Akhirnya muncul penolakan-penolakan dari masyarakat, pada tahun 2013 selesai, tidak ada lagi pembangunan dilokasi tersebut. Tahun 2014 muncul lagi tanda-tanda seperti itu dan dengan site plan data lengkap dikami mulai Lendra Situmorang dan welter Limbong mereka benar pendeta dan mereka benar pemilik tanah tersebut, beber Andri.

Masih kata Andri, pertama yang diberikan kuasa atas tanah tersebut adalah Hp.Ariawan yang diberikan kuasa selama 20 tahun. Dari hasil pergerakan kami bersama masyarakat terjadilah pertemuan di Villa Florida yang menghasilkan surat rekomendasi ditanda tangani dan di stempel oleh kepala desa bahwa tanah tersebut tidak boleh, atau menolak segala bentuk pembangunan apapun.

Tiba-tiba, terang Andri, 2015 ini sekitar bulan November muncul penanaman pohon untuk batas tanah dan ada pembangunan saung, menurut kami secara logika, masa saung berukuran 22 x 8 meter didalamnya ada wc lebih kurang 10, ada sumur bor, toren dan didepan jalan dibangun parkir.

Bangunan yang ada setengah permanen dan terbuka, untuk bangunan wc permanen, kami bersama masyarakat dan Sat Pol PP kecamatan datang kelokasi untuk membuktikan, jelas Andri.

Tuntutan warga masyarakat, kembalikan tempat tersebut seperti semula, karena ini akan menyulut konflik,ujar Andri kepada wartawan.

“Jadi permasalahannya siapa yang memberikan izin ini, sampai berani memborong dan melakukan Pembangunan itu,” Makanya kami datang kekantor desa menanyakan hal yang demikian.

Nandang Mulyana alias Baskom Kepala desa Karang Papak ketika ditemui wartawan menerangkan,” memang bangunan saung besar, kenapa ada gosip kembali lagi ke masalah gereja saya pun bingung ada isu seperti itu karena saya belum pernah melihat adanya usulan pembangunan gereja. Kata Baskom.

Dulu memang kuasa tanah atas nama Ariawan yang sudah meninggal dua tahun lalu, sekarang berganti ke saudara Budi Anggara datang kepada saya untuk mengurus surat-surat dan ingin mengetahui batas-batas tanah, dikawal oleh saya dimana-mana batasnya.

Menurut Baskom, kalau kuasa atas nama Ariawan saya memang tidak mengeluarkan, saya tidak menutup-nutupi pembangunan dilokasi tersebut, karena memang bukan pembangunan untuk gereja.

Ditambahkan oleh Budi Anggara, Saung tersebut hanya sebagai tempat peristirahatan saja, ketika ada warga masyarakat yang ingin kemari silahkan saja, disinggung masalah daya listrik sebesar 16.500 KVA, Budi tertawa, sambil memperlihatkan rekening listrik dengan daya 1.300 watt, untuk pembangunan saung itu, kami mempekerjakan warga setempat, masalahnya isu yang sudah berkembang, masyarakat trauma bahwa ketika kami melakukan pembuatan saung, dikira dilokasi tersebut dibangun sebuah gereja,”pungkas Budi.

Reporter : Bardal

 

One response to “WARGA KP. CIKONDANG DS. KARANG PAPAK ONTROG KANTOR DESA

  1. Ping-balik: KANTOR DESA KARANG PAPAK KEMBALI DI ONTROG RATUSAN WARGA | Palabuhanratu Online