HUTAN LINDUNG CISARAKAN DESA BUNIWANGI JADI TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH


PALABUHANRATU ONLINE – Kawasan hutan lindung di desa Buniwangi kecamatan palabuhanratu jadi tempat pembuangan sampah, aromanya sungguh aduhai bila melewati dan menuruni gunung Cisarakan.

Hutan lindung Cisarakan yang menjadi tempat pembuangan sampah (Photo : Palabuhanratu Online)

Hutan lindung Cisarakan yang menjadi tempat pembuangan sampah (Photo : Palabuhanratu Online)

Sampahnya yang makin meggunung karena sebagian besar warga Desa Buniwangi membuang sampah ke lokasi tersebut. “Kami membuang sampah kesitu karena memang di lingkungan kami tak ada tempat sampah yang tersedia,” aku LD (31).

Ibu beranak satu ini mengaku, selama ini sebagian besar warga Buniwangi membuang sampah diturunan hutan Cisarakan, karenamemang tak ada bak sampah, apalagi mobil sampah yang mengangkut sampah ke Buniwangi. “dengan terpaksa kami membuang sampah di hutan Cisarakan,” ujarnya.

Hutan lindung Cisarakan desa Buniwangi kec. Palabuhanratu sedalam 100 meter menjadi tempat pembuangan sampah (Photo : Palabuhanratu Online)

Hutan lindung Cisarakan desa Buniwangi kec. Palabuhanratu sedalam 100 meter menjadi tempat pembuangan sampah (Photo : Palabuhanratu Online)

Kades Buniwangi Aang Heriana tidak ada dikantornya ketika dikonfirmasi, melalui Staf desa Buniwangi Aang Hermansah mengatakan, lokasi tempat pembuangan sampah memang masuk wilayahnya, selama ini menurutnya hanya sebagian kecil saja warga yang membuang sampah ke tempat tersebut karena selain dari sampah rumah tangga, juga banyak sampah seperti bangkai ayam serta bulu sisa pemotongan ayam. “Kebanyakan dari luar bahkan dari daerah palabuhanratu pun membuangnya kesitu, karena sampah tersebut kebanyakan bukan sampah rumah tangga,” terangnya kepada wartawan hari ini Rabu,13/01/2015.

Sejauh ini, pihaknya sering melakukan himbauan bahkan ketika ada mobil yang mengangkut dan membuang sampahnya kesitu ia pernah menegur. “Tapi entah kenapa, masih saja banyak yang membuang sampah kesitu padahal sering saya tegur,” ucapnya.

Kami sudah sering mengajukan permohonan untuk pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS), sampai saat belun ada realisasinya. “Kami telah ajukan ke Dewan serta ke dinas namun sejauh ini belum ada realisasi,” terangnya.

Menurutnya, jika dibangunkan TPS pun di Desa Buniwangi tak akan banyak memakan anggaran, karena dari satu desa hanya ada 4 RW. “Kami hanya minta dibangunkan TPS di beberapa titik di Desa Buniwangi, itu pun akan kami minta ketika ada anggota dewan yang reses disini nanti,” ungkapnya.

Dengan kejadian ini, Kasi Pertamanan Dinas Tarkimsih Kabupaten Sukabumi Agus Sofyan menjelaskan, “Tak cukup persoalan kebersihan hanya mengandalkan petugas kebersihan saja dengan fasilitas armada sampah yang ada,” terangnya.

Melihat Kabupaten Sukabumi yang sangat luas dan hanya memiliki sekitar 30 truk sampah serta tak lebih 200 petugas merupakan satu pekerjaan yang berat. selama ini pembuang sampah ke dua titik, seperti Jampang dan Cimenteng memang selalu kelabakan.

Bayangkan, dari 30 unit truk sampah rata rata mengangkut enam kubik sampah perharinya sangat luar biasa untuk Kabupaten Sukabumi yang sangat luas. “Jadi tak memungkinkan untuk membuat tong sampah perkampung ataupun perdesa, banyaknya desa di Kabupaten Sukabumi serta anggaran yang terbatas memang sangat berat bagi pemerintahan kita,” terangnya.

Selain itu, kebersihan yang memang seharusnya menjadi tanggung jawab bersama menurutnya, masyarakat seharusnya membuat penampungan tempat sampah sementara dan mengajukan surat kepada pihaknya untuk meminta diangkut perharinya. “Hal itu kan tak berat untuk dilakukan, lagi pula untuk kebaikan dan kebersihan lingkungn bersama,” pungkas Agus.

Reporter : Bardal

 

 

Komentar ditutup.