PASAR SEMI MODEREN PALABUHANRATU DIKELUHKAN SEJUMLAH PEDAGANG


PALABUHANRATU ONLINE – Pasar Semi Moderen Palabuhanratu dikeluhkan sejumlah pedagang mereka mengeluhkan kondisi bangunan pasar yang baru. dengan adanya bangunan baru tersebut, tidak sedikit pedagang yang harus gulung tikar. Hal itu dikarenakan bangunan baru itu tidak sesuai dengan site plan yang digambarkan kepada para pedagang.

Kios Pasar Semi Moderen Palabuhanratu yang kurang diminati oleh para pedagang (Photo : Palabuhanratu Online)

Kios Pasar Semi Moderen Palabuhanratu yang kurang diminati oleh para pedagang (Photo : Palabuhanratu Online)

sebagian besar mengeluh karena kios dan lapak milik para pedagang di pasar yang baru itu sepi. Hanya para pedagang saja yang hilir mudik dalam lingkungan pasar itu. Bahkan sebagian lagi terpaksa berjualan di depan bangunan baru dan membiarkan kiosnya kosong.

Erlan Suherlan (46) mengatakan, akibat site plan yang tak sesuai, sebanyak 60 % pemilik kios di bangunan baru Pasar Semi Moderen Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi gulung tikar.

Hal itu dikarenakan posisi bangunan baru itu tertutup dan akses masuk  yang kecil, sehingga pembeli enggan untuk masuk kedalam.” Karena pasar ini areanya tertutup, sehingga pembeli lebih suka membeli kepada PKL yang berjualan di luar pasar. Bahkan omzet kami menurun drastis,” ujarnya Sabtu,30/01/2016.

Erlan mengatakan, orang yang datang ke kios di dalam pasar kebanyakan sebagai pelanggan tetap. Sedangkan untuk pembeli biasa, lebih banyak belanja di luar pasar.” Ya, paling pelanggan yang datang ke sini, itupun tak seberapa. Sebab selain sepi, di sini sangat panas, ” ucapnya.

Bahkan beberapa pedagang kembali berjualan di luar dengan membuka lapak baru di sekitar parkiran kendaraan. Sebab, menurutnya, kalau hanya bertahan di dalam pasar, bisa semakin banyak pedagang yang bangkrut.” Kami di dalam pasar sampai jam 9, setelah itu, buka lapak di depan pasar untuk menambah omzet, sebab kalau tidak begitu mau dapat untung darimana?,” ungkapnya.

Pedagang lainnya, Ajud (43) menambahkan, saat berjualan di dalam pasar, keuntungan itu hanya sekitar Rp.200.000/ hari, belum ditambah dengan bayar lapak sekitar Rp.50.000/ hari. Tentu saja keuntungan itu sangat kecil jika dibandingkan berjualan di luar pasar.” Kalau di luar saya bisa dapat untung sampai Rp. 500.000/ hari,” terangnya.

Oleh karena itu, untuk meminimalisir kebangkrutan yang dialami sejumlah pedagang di Pasar Palabuhanratu, ia berharap pemerintah bisa membuatkan jalur masuk ke dalam yang besar. Sebab selama ini jalur masuk hanya untuk lewat satu orang saja karena sangat sempit. Selain itu, agar ruangan di dalam pasar tak begitu panas.” Kalau sekarang ini, sudah pengap panas lagi. Jadi kami berharap pemerintah bisa mengakomodir keinginan kami, khususnya memperlebar area masuk ke dalam pasar,” pungkasnya.

Reporter : Iyang.S

Komentar ditutup.