PENDERITA KANKER MENINGKAT, DI SUKABUMI


PALABUHANRATU ONLINE – Jumlah penderita kanker di kabupaten Sukabumi mengalami peningkatan angka penderitanya,  menurut data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi, selama 2015 terdapat 146 penderita kanker.

Hal itu jauh lebih meningkat angkanya dibandingkan data tahun 2014 yang hanya  54 penderita. Selama 2015 sebanyak 53 orang penderita kanker serviks dan 96 orang kanker payudara, tiga diantaranya laki-laki.

Ditahun 2014 sebanyak 24 orang penderita kanker serviks dan 30 orang kanker payudara. Untuk kanker serviks, diantaranya berusia 55 – 64 tahun. Sedangkan untuk penderita kanker payudara penderita berusia 45-54 tahun.

Penanggung Jawab penyakit tidak menular (PTM) Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Asep Taufik mengatakan, banyaknya usia lanjut yang menderita kanker lantaran, gejala kanker itu tak ada tanda awalnya.

Sehingga baru diketahui sudah mencapai kanker stadium lanjut. ” Bisa saja sejak masih muda ada gejala, cuman tak diketahui, jadi setelah tua baru tahu bahwa orang tersebut menderita kanker,” ujarnya saat ditemui di ruangannya hari ini Rabu, 04/02/2016.

Kurangnya tenaga ahli yang dimiliki Dinkes Kabupaten Sukabumi, kata Asep, terlambat membuat pendeteksian dini terhadap penderita kanker. ” Dinkes belum memiliki tenaga medis yang ahli dalam pendeteksian dini, sehingga saat ini kebanyakan mengandalkan data dari rumah sakit yang ada di Kabupaten Sukabumi,” ucapnya.

Bahkan menurutnya, jika Dinkes sudah memiliki tenaga ahli, bisa kemungkinan jumlah penderita kanker di Kabupaten Sukabumi lebih banyak dari data yang didapatkan saat ini. Sebab menurutnya, kanker itu seperti teori gunung es. ” Mungkin yang muncul ke dipermukaan itu baru segitu, bisa saja yang belum terdata masih banyak,” ungkapnya.

Sejauh ini, lanjut Asep, Kecamatan Cibadak, Sukabumi dan Cisaat mendominasi penderita kanker di Kabupaten Sukabumi. Meskipun di daerah lain ada beberapa yang menderita kanker, namun tak sebanyak di tiga daerah itu yang merupakan area industri dan perkotaan.” Biasa di daerah perkotaan itu rawan penderita kanker sebab pola hidupnya sudah serba instan,” terangnya.

Kanker itu muncul akibat pola hidup yang tidak sehat seperti, makanan, merokok, lingkungan, stres bahkan bisa pula akibat gonta-ganti pasangan. ” Meskipun kanker itu awalnya dari sel, namun pola hidup sangat mempengaruhi pertumbuhan sel kanker tersebut,” urainya.

Reporter : Iyang. S

Komentar ditutup.