MANTAN ANGGOTA GAFATAR DIPULANGKAN KE KAMPUNGNYA DI DESA BUNIWANGI PALABUHANRATU


PALABUHANRATU ONLINE – JH (38) mantan eks anggota Gafatar (Gabungan Fajar Nusantara) warga Kampung Cagak RT 06/04 Desa Buniwangi Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, saat ini sudah berada di kampung halamannya.

Kampung Cagak RT 06/04 Desa Buniwangi Kecamatan Palabuhanratu tempat dipulangkannya JH ke orang tuannya (Photo : Palabuhanratu Online)

Kampung Cagak RT 06/04 Desa Buniwangi Kecamatan Palabuhanratu tempat dipulangkannya JH ke orang tuannya (Photo : Palabuhanratu Online)

Menurut Iskandar (50) salah satu tokoh setempat juga tetangga JH, JH sudah kembali kekampung sejak rabu malam yang dikawal banyak orang. “kami tidak mengetahuinya, mungkin dari Sukabumi,” ujarnya pada Palabuhanratu Online hari ini Kamis,04/02/2016.

Dikatakannya meski JH sebagai mantan Organisasi yang diklaim oleh pemerintah sesat, warga tetap terbuka dan menerima dengan kembalinya JH dikampung kelahirannya Desa Buniwangi.

JH kembali ke kampungnya hanya sendiri, istri dan anaknya kembali ke orang tuanya dibekasi. Iskandar menuturkan, meskipun JH dikabarkan sebagai perekrut anggota Gafatar di Bekasi, kampung dan desa kami tidak terpengaruh sedikitpun.

Desa Buniwangi banyak para ulama yang berbasis NU, setiap tiga kali seminggu kegiatan pengajian selalu dilaksanakan bagi warga. “JH memang lahir dikampung ini, terpengaruhnya dengan ajaran tersebut karena terlalu lama merantau ke bekasi,” jelas Iskandar.

Sementara itu, Kepala Desa Buniwangi, Aang Heriana, yang menjelaskan secara resmi kepada para awak media, mengatakan jika saat ini JH belum datang ke Buniwangi. Karena di agendakan JH akan diantarkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, pada hari Jumat besok. “Saat ini JH masih dalam pengawasan dinsos, belum di antarakan ke kampung kami,” terangnya.

Dirinya menegaskan kesiapannya untuk membantu mengawasi, membimbing serta membantu JH di lingkungan masyarakat. “Saya minta pemerintah daerah ikut serta membantu dalam persoalan ini, persolan besarnya seperti jaminan kehidupan saat ini di Dinas Sosial memang kecil, apalagi JH sudah tidak memiliki pekerjaan bagaimana memenuhi kebutuhannya sehari hari ” kata Aang.

Karena sejauh ini, dikhawatirkan JH akan mendapatkan diskriminasi dari warga masyarakat. “Jadi saya harap, pihak Dinsos membantu JH tidak pada saat ini saja, namun untuk tindak lanjut langkah kedepannya juga,” urai Aang.

Dia juga menekankan, jika persoalan itu tidak diperhatikan secara serius, dikhawatirkan, JH akan kembali kepada keyakinannya dan dapat mempengaruhi warga yang lainnya. “Jadi kita sama sama mengawasi, jangan sampai nanti pemerintah desa disalahkan, jika suatu hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Reporter : Bardal / Iyang. S

 

Komentar ditutup.