21 ORMAS OKP DAN LSM, BERSATU DUKUNG KUASA HUKUM HERLAN UNTUK PRA PRADILKAN POLSEK CIKAKAK


PALABUHANRATU ONLINE – Sebanyak 21 lembaga terdiri dari ormas, okp, dan lsm yang berada di wilayah Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, melalui lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM) bersatu mendukung penuh kepada kuasa hukum Herlan (24) untuk memprapradilankan Kapolsek Cikakak .

Castrio Panji Indra kuasa hukum Herlan Foto : Palabuhanratu Online)

Castrio Panji Indra kuasa hukum Herlan Foto : Palabuhanratu Online)

21 lembaga ormas, okp dan lsm tersebut menanda tangani surat sebagai tanda bentuk dukungan di kantor hukum Castrio Panji Indra dijalan Siliwangi Palabuhanratu hari ini Minggu,6/3/2016.

Diberitakan media ini sebelumnya, bahwa Herlan (24) telah ditangkap oleh penyidik Polsek Cikakak dengan sangkaan dan tuduhan atas kasus pencurian kaos bekas pakai yang terjadi pada 4 Oktober 2014 oleh kuasa pelapor saudara Surono pemilik perkebunan cengkeh,teh dan karet PT.Yanita di sangiang desa Cikakak Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

Berita Terkait : https://palabuhanratuonline.wordpress.com/2016/03/02/polsek-cikakak-akan-di-pra-pradilankan/

Menurut Castrio Panji Indra selaku kuasa hukum dari Herlan mengatakan, “Adanya beberapa kejanggalan dan rekayasa dalam penanganan kasus tersebut serta dugaan gratifikasi oleh oknum, dan dukungan aktor intelektual yang memiliki kekuatan materi,” terang Castrio dikantornya hari ini Minggu,6/3/2016.

Dikatakannya, sangkaannya terjadi pada tahun 2014 sampai dengan oktober 2015 tidak pernah ditemukan barang bukti, baik pada tersangka maupun saksi kunci saudari Vika, dimana hingga hari ini antara tersangka dan saksi kunci masih berstatus secara hukum sebagai suami istri.

Castrio menjelaskan, Bahwa dugaan kuat adanya rekayasa dalam perkara ini, ditujukan upaya untuk melepaskan diri saudari Bebi Surono istri dari pemilik perkebunan PT Yanita yang pernah dilaporkan Herlan ke Polres Sukabumi pada tahun 2015 terkait tindak pidana fitnah dan pencemaran nama baik .

“Berdasarkan barang bukti satu kaos, secara nominal tidak lebih dari 2.500.000 berdasarkan PerMa No.2 tahun 2012 hal tersebut termasuk tindak pidana ringan (Tipiring), jelas Castrio

Reporter : Bardal

 

 

 

 

Komentar ditutup.