GERHANA MATAHARI TOTAL, SUKABUMI TERLINTASI


PALABUHANRATU ONLINE – Gerhana matahari total yang akan terjadi pada tanggal 9 Maret sekitar pukul 07.00 WIB adalah fenomena alam yang hanya terjadi 300 tahun sekali.

Abdul Aziz dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jakarta, untuk daerah menurut prakiraan Sukabumi dan sekitarnya akan mengalami gerhana matahari namun tidak sama dengan daerah lainnya seperti Tanjung Pandan, Balikpapan, Ternate dan Palu yang mengalami gerhana matahari total (GMT).

Gerhana matahari total @Palabuhanratu Online

Gerhana matahari total @Palabuhanratu Online

“di Sukabumi diperkirakan akan terjadi gerhana matahari, namun posisinya sedikit miring dan masih ada cahaya,” kata Aziz melalui telpon selularnya hari ini Minggu,6/3/2016.

Kata Aziz, masyarakat sekitar sukabumi dapat melihatnya dengan mata telanjang tanpa alat lainnya. Dengan durasinya tidak terlalu lama tidak seperti daerah yang terlintasi langsung. “diperkirakan satu atau dua menit,”terang Azis.

Dampak dan efek terjadinya gerhana matahari sampai sejauh ini belum bisa dipastikan. Pasalnya, gerhana matahari yang jarang terjadi tidak bisa dijadikan acuan terkait dampak secara alam maupun kepada masyarakat. “Kita nanti badingkan perubahan apa saja yang terjadi sebelum dan sesudah terjadinya gerhana matahari tersebut,” jelasnya.

Menurut Aziz, karena ada beberala alat yang di pasang di berbagai daerah yang terlewati gerhana matahari total tersebut antara lain, alat tinggi gelombang, alat bawah laut, gravitasi maupun magnet bumi. “setelah terjadi gerhana, baru alat itu diangkat, lalu dianalisa dan kita baru bisa memutuskan jika ada dampak atau tidaknya dari hasil analisa tersebut.

Dilain tempat, Maman Suparman Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) mengaku tak khawatir dengan prakiraan akan terjadinya gerhana matahari total, pihaknya telah mengajak masyarakat untuk melakukan sholat gerhana pada tanggal 9 februari nanti.

Reporter : Bardal

 

 

Komentar ditutup.