LAHAN 9000 METER YANG DIAKUI PT WIKA DI GUGAT


PALABUHANRATU ONLINE – Lahan seluas 9000 meter diblok batusapi kawasan Perum Wika Palabuhanratu digugat oleh para penggarap melalui kuasa hukumnya Hanson R Sanger dan rekan.

Lokasi lahan yang digugat oleh para penggarap Foto : Palabuhanratu Online

Lokasi lahan yang digugat oleh para penggarap Foto : Palabuhanratu Online

Menurut Hanson, tanah seluas 9000 meter yang dimaksud berdasarkan surat pelepasan hak (SPH) tahun 2001 dari PT Anugerah Jaya Agung (AJA) sekarang sudah memiliki SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang). Dijelaskannya, kedepannya lahan tersebut akan dibuatkan sertifikat,”Kalau nanti dalam kepengurusan sertifikat oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) belum bisa dilaksanakan, pihaknya akan melakukan PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) dan melakukan pemblokiran terhadap sertifikat HGB 251 dan 252,”Jelas Hanson hari ini Selasa,15/3/2016.

Dijelaskan Hanson, Bahwa Kliennya adalah pemilik tanah,di blok Batusapi berdasarkan Surat Pelepasan Hak(SPH) dari PT Anugerah Jaya Agung,yang telah menguasai fisik sampai saat ini berdasarkan SPPT aktip.

Foto : Palabuhanratu online

Foto : Palabuhanratu online

Pihaknya Mempertanyakan tentang sertifikat HGB. 251/252 yang asalnya atas nama PT Wijaya Karya(Persero) pada tanggal 27 Desember 2011 melakukan transaksi jual beli dengan PT Wijaya Karya Realty dan pada tanggal 21 Mei 2012, dan melakukan transaksi APHT dengan PT Bank Negara Indonesia(Persero) dengan rincian, untuk HGB N.251 atas nama PT Wika Realty melakukan transaksi berdasarkan APHT tanggal 21 Mei 2012 No. 01/2012 dibuat dihadapan PPAT/Notaris di kab.Sukabumi Sebesar Rp. 9,9 Miliar Lebih dengan PT BNI (Persero),untuk HGB 252 tanggal 21 Mei 2012 No.02/2012,dengan nilai transaksi RP. 13,5 Miliar lebih.

Pihaknya menduga,bahwa Perbuatan PT Wika Realty melakukan pinjaman uang kepada PT Bank BNI,telah melakukan pelanggaran Hukum dan merugikan Kliennya, apabila tanah milik kliennya turut masuk didalam anggunan pinjaman kepada pihak PT Bank BNI.

Menurutnya PT Wika Realty. Maupun PT Wika(Persero) sampai saat ini masih ada permasalahan Hukum(Persengketaan) dengan warga pemilik SPH dari PT AJA,” Ungkap Hanson.

Pihaknya sudah melaporkan Permasalahan ini kepada Kejaksaan Negeri Cibadak,agar segera melakukan penyelidikan/penyidikan terhadap PT Wika(Persero) dan PT Wika Realty untuk sertifikat HGU tersebut.

Reporter : Bardal

 

 

 

 

Komentar ditutup.