DIDUGA SALAH KONTRUKSI, KIOS IKAN AMBRUK


PALABUHANRATU ONLINE – Bangunan kios yang disediakan bagi pedagang para pengecer ikan yang berada disekitar tempat pelelangan ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP), ambruk pada hari ini Rabu,16/3/2016 sekitar pukul 14.00 WIB tanpa sebab yang jelas.

Atap kanopi kios ikan di kawasan PPNP yang ambruk tanpa sebab Foto : Palabuhanratu Online

Atap kanopi kios ikan di kawasan PPNP yang ambruk tanpa sebab Foto : Palabuhanratu Online

Padahal bangunan tersebut baru dibuat 4 bulan lalu. Data yang dihimpun, bangunan sepanjang 145 meter lebar 2 meter itu tiba-tiba ambruk  menimpa pedagang dan pengunjung. “tiba-tiba terdengar suara seperti retakan bangunan, saya langsung menghindar keluar dan bangunan itu ambruk” ujar Indra yang menyaksikan kejadian.

Padahal, katanya, saat kejadian tidak ada hembusan angin kencang atau hujan, kejadian ini menyebabkan 3 orang mengalami luka ringan dan merusak 1 motor yang tertimpa reruntuhan.

Menurut Kapolsek Palabuhanratu Kompol Athena Rustandi, diduga kontruksi bangunan tidak sesuai dengan kondisi dengan bangunan lain yang ada dipesisir pantai. “Dibangunan itu tidak tahan menopang atap, hanya menggunakan baut, tidak disiku dan material yang pakai tidak seimbang” papar Kapolsek.

Atap kanopi los ikan yang ambruk diduga salah kontruksi Foto : Palabuhanratu Online

Atap kanopi los ikan yang ambruk diduga salah kontruksi Foto : Palabuhanratu Online

“Kita akan meminta keterangan dari beberapa pihak yang terlibat dalam pekerjaan pembangunan kios ikan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala PPN Palabuhanratu Rustardi menyebutkan, pihaknya akan segera memanggil pelaksana pekerjaan CV Mewah Gemilang sebagai kontraktor dan PT. Aikon Survey Mandiri sebagai konsultan pengawas. “Kami segera lakukan investigasi dan evaluasi kenapa musibah ini bisa terjadi tanpa sebab alam” paparnya.

Sejauh ini, pihak PPNP masih mendata kerugian yang diakibatkan kejadian ini, dan segera mengevakuasi korban luka-luka.

Reporter : Iyang.S / Foto : Edo

Komentar ditutup.