Daily Archives: 22 Maret 2016

OPERASI GABUNGAN, PAJAK KENDARAAN BERLANGSUNG 3 HARI


PALABUHANRATU ONLINE – Operasi Gabungan razia pajak kendaraan bermotor (PKB) dan kelengkapan berkendara berlangsung hari ini Selasa,22/3/2016. Operasi gabungan yang terdiri Dispenda wilayah Palabuhanratu bersama Satlantas Polres Sukabumi, Polisi Militer dan Dishub Kabupaten Sukabumi.

Operasi gabungan yang terdiri Dispenda wilayah Palabuhanratu bersama Satlantas Polres Sukabumi, Polisi Militer dan Dishub Kabupaten Sukabumi. Foto : Palabuhanratu Online

Operasi gabungan yang terdiri Dispenda wilayah Palabuhanratu bersama Satlantas Polres Sukabumi, Polisi Militer dan Dishub Kabupaten Sukabumi. Foto : Palabuhanratu Online

H.Agus Rizki kepala seksi PKB Dispenda wilayah Palabuhanratu mengatakan, dalam operasi gabungan kali ini mereka yang terjaring karena tidak melunasi pajak kendaraan sebanyak 40 kendaraan, 10 diantaranya bayar pajak ditempat,” ujarnya kepada wartawan hari ini Selasa,22/3/2016. Dalam operasi kali ini pihaknya dibantu oleh polisi militer untuk mengantisipasi adanya anggota yang membandel.Foto : Palabuhanratu Online

Menurutnya, terhitung januari 2016 hingga bulan Pajak ini demi pendapatan asli daerah (PAD) untuk kelancaran pembangunan Kabupaten maupun Provinsi. Dikatakannya, untuk PKB ini 30 persen untuk Kabupaten dan 70 persen untuk Provinsi, itupun untuk yang 70 persen disebarkan lagi ke Kabupaten-kabupaten,”Kata Agus.

“Kegiatan operasi gabungan untuk triwulan kesatu ini dilakukan selama 3 hari, dengan titik-tik yang sudah ditentukan,”pungkasnya.

Kasatlantas Polres Sukabumi AKP.Herman Junaidi yang baru beberapa hari mengantikan Kasatlantas AKP. R.Erik Prakasa mengatakan, dalam operasi gabungan ini pihaknya beserta TNI dan Dishub hanya membantu dan sebagai pendamping yang di dikedepankan adalah Dispenda,”ujarnya

Reporter : Ade Wili

 

 

 

Iklan

SITA EKSEKUSI LAHAN 13.000 M3 DI BLOK CANGEHGAR NYARIS RICUH, DAN BERAKHIR GAGAL


PALABUHANRATU ONLINE – Sita Eksekusi lahan oleh Pengadilan Negeri Cibadak dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sukabumi di Blok Cangehgar Kp.Cangehgar kelurahan Palabuhanratu nyaris ricuh dan berakhir gagal.

Sita Eksekusi lahan oleh Pengadilan Negeri Cibadak dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sukabumi  di Blok Cangehgar Kp.Cangehgar kelurahan Palabuhanratu nyaris ricuh dan berakhir gagal. Foto : Palabuhanratu Online

Sita Eksekusi lahan oleh Pengadilan Negeri Cibadak dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sukabumi di Blok Cangehgar Kp.Cangehgar kelurahan Palabuhanratu nyaris ricuh dan berakhir gagal. Foto : Palabuhanratu Online

Pasalnya pihak pengadilan dan BPN tidak dapat menentukan titik batas tanah seluas 13.000 M3 yang akan dieksekusi, sehingga menimbulkan kericuhan dengan warga dan penggarap. Sita eksekusi lahan tersebut dimenangkan oleh Yudi Iskandar di tingkat Mahkamah Agung.

Menurut Maman Suparman, lahan tersebut merupakan berubahan dari Hak Guna Usaha (HGU) menjadi hak masyarakat, dilahan 13.000 M3 itu dirinya termasuk dari 9 orang yang tergugat. Dirinya pernah dilaporkan oleh Yudi Iskandar ke pihak polisi dengan aduan merebut dan masuk ke wilayah orang lain dan dipidanakan, saat itu pidananya tidak lanjut,”ujar Maman kepada wartawan hari ini Selasa,22/3/2016.

Foto : Palabuhanratu Onlne

Foto : Palabuhanratu Onlne

“Pada saat itu pihak kepolisisan tidak bisa menetapkan kami sebagai tersangka, karena kami memiliki bukti-bukti sebagai penggarap asli di lahan ini,”terangnya. Dirinya pada saat itu pernah menyampaikan kalau memang lahan ini sudah dibebaskan oleh pelapor silahkan ambil,”Akunya.

Ternyata Pelapor tidak memiliki keabsahan untuk pembesaan lahan tersebut, sehingga tidak dapat melakukan pengambilan lahan, kemudian pelapor mengajukan gugatan perdata, kami para tergugat menang di PN, selanjutnya penggugat mengajukan banding ketingkat pengadilan tinggi Bandung dan kami tergugat menang lagi,” terang Maman.

Akhirnya penggugat melangkah ke Kasasi, entah faktor apa sebenarnya, sehingga kami bisa kalah ditingkat Kasasi,” ujar Maman.

Sehingga kata Maman, berkelanjutan sampai hari ini, bahwa dari pihak Pengadilan akan melakukan sita eksekusi dilahan tersebut. Menurut Dia, bahwa dilahan tersebut telah terbit tiga sertifikat atas nama Hj.Emi, Indra Firmansyah dan Yudi Iskandar.

Sementara itu Dede Ola dari Kurawa Grup yang menengahi permasalahan ini menyikapi,”Ketika administrasi sudah lengkap semua, dan ada pengakuan atas nama hak milik, asal muasal sertifikat tersebut berdasarkan warkah, untuk pengukuran biasanya yang memiliki batas hadir dan pihak BPN ada,” ujarnya. Jadi bila ada pengukuran ulang, sudah jelas disertifikat ada peta bidang dengan batas-batas yang sudah jelas, jadi tidak usah lagi meraba batasnya yang mana, sertifikat tersebut dari mana asalnya” bebernya.

Dede Ola mengibaratkan, ini sama dengan sertifikat cari tanah, kan tidak logis, ia mencurigai ada apa dengan administrasi seperti itu,”pungkas Dede.

Reporter : Bardal