SITA EKSEKUSI LAHAN 13.000 M3 DI BLOK CANGEHGAR NYARIS RICUH, DAN BERAKHIR GAGAL


PALABUHANRATU ONLINE – Sita Eksekusi lahan oleh Pengadilan Negeri Cibadak dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sukabumi di Blok Cangehgar Kp.Cangehgar kelurahan Palabuhanratu nyaris ricuh dan berakhir gagal.

Sita Eksekusi lahan oleh Pengadilan Negeri Cibadak dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sukabumi  di Blok Cangehgar Kp.Cangehgar kelurahan Palabuhanratu nyaris ricuh dan berakhir gagal. Foto : Palabuhanratu Online

Sita Eksekusi lahan oleh Pengadilan Negeri Cibadak dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sukabumi di Blok Cangehgar Kp.Cangehgar kelurahan Palabuhanratu nyaris ricuh dan berakhir gagal. Foto : Palabuhanratu Online

Pasalnya pihak pengadilan dan BPN tidak dapat menentukan titik batas tanah seluas 13.000 M3 yang akan dieksekusi, sehingga menimbulkan kericuhan dengan warga dan penggarap. Sita eksekusi lahan tersebut dimenangkan oleh Yudi Iskandar di tingkat Mahkamah Agung.

Menurut Maman Suparman, lahan tersebut merupakan berubahan dari Hak Guna Usaha (HGU) menjadi hak masyarakat, dilahan 13.000 M3 itu dirinya termasuk dari 9 orang yang tergugat. Dirinya pernah dilaporkan oleh Yudi Iskandar ke pihak polisi dengan aduan merebut dan masuk ke wilayah orang lain dan dipidanakan, saat itu pidananya tidak lanjut,”ujar Maman kepada wartawan hari ini Selasa,22/3/2016.

Foto : Palabuhanratu Onlne

Foto : Palabuhanratu Onlne

“Pada saat itu pihak kepolisisan tidak bisa menetapkan kami sebagai tersangka, karena kami memiliki bukti-bukti sebagai penggarap asli di lahan ini,”terangnya. Dirinya pada saat itu pernah menyampaikan kalau memang lahan ini sudah dibebaskan oleh pelapor silahkan ambil,”Akunya.

Ternyata Pelapor tidak memiliki keabsahan untuk pembesaan lahan tersebut, sehingga tidak dapat melakukan pengambilan lahan, kemudian pelapor mengajukan gugatan perdata, kami para tergugat menang di PN, selanjutnya penggugat mengajukan banding ketingkat pengadilan tinggi Bandung dan kami tergugat menang lagi,” terang Maman.

Akhirnya penggugat melangkah ke Kasasi, entah faktor apa sebenarnya, sehingga kami bisa kalah ditingkat Kasasi,” ujar Maman.

Sehingga kata Maman, berkelanjutan sampai hari ini, bahwa dari pihak Pengadilan akan melakukan sita eksekusi dilahan tersebut. Menurut Dia, bahwa dilahan tersebut telah terbit tiga sertifikat atas nama Hj.Emi, Indra Firmansyah dan Yudi Iskandar.

Sementara itu Dede Ola dari Kurawa Grup yang menengahi permasalahan ini menyikapi,”Ketika administrasi sudah lengkap semua, dan ada pengakuan atas nama hak milik, asal muasal sertifikat tersebut berdasarkan warkah, untuk pengukuran biasanya yang memiliki batas hadir dan pihak BPN ada,” ujarnya. Jadi bila ada pengukuran ulang, sudah jelas disertifikat ada peta bidang dengan batas-batas yang sudah jelas, jadi tidak usah lagi meraba batasnya yang mana, sertifikat tersebut dari mana asalnya” bebernya.

Dede Ola mengibaratkan, ini sama dengan sertifikat cari tanah, kan tidak logis, ia mencurigai ada apa dengan administrasi seperti itu,”pungkas Dede.

Reporter : Bardal

 

 

 

 

 

Komentar ditutup.