KEJAKSAAN NEGERI KAB. SUKABUMI KEMBALI DI DEMO


demo copy

Para aktivis yang kembali ontrog di Kejari Kab.Sukabumi / palabhanratuonline/2017

PALABUHANRATU ONLINE  – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Sukabumi (SOMASI) beserta Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Asal Sukabumi (PB HIMASI) kembali mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi, Jalan Raya Karangtengah, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak hari ini  Senin, 11/12/2017.

Seperti aksi unjuk rasa sebelumnya, mereka menuntut pihak kejaksaan untuk menindak lanjuti kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) di beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Sukabumi.

Di depan halaman Kantor Kejari, mahasiswa ini menyampaikan tujuh poin tuntutan terkait kasus dugaan korupsi yang melibatkan para pejabat Pemkab Sukabumi.

“Kami menuntut kepada Kejari untuk tidak tebang pilih dalam penanganan kasus tipikor. Segera selesaikan kasus-kasus yang diduga dipeti-eskan,” pinta Ketua Umum PB HIMASI Eki Rukmansyah, dalam orasinya.

Mereka juga mendesak Kejari agar segera mengusut tuntas kasus dugaan tipikor di antaranya proyek pengadaan Videotron tahun anggaran 2017; anggaran pengadaan layanan terpadu satu atap penempatan dan perlindungan tenaga kerja tahun 2016; pembangunan gedung DPRD; penghapusan aset Dinas Pendidikan tahun 2016; pengadaan ruang terbuka hijau tahun 2016 oleh Dinas Perkimsih; pengadaan baligho termasuk meminta Kejari untuk memeriksa semua anggota DPRD Kabupaten Sukabumi yang menjadi mitra kerja SKPD.

“Masih banyak kasus korupsi di Kabupaten Sukabumi hingga saat ini belum diselesaikan Kejari. Karena masih ada anggapan bahwa ini bukan masalah bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Jaksa Fungsional Kejari Kabupaten Sukabumi, Aji Sekartaji kepada magnetberita.com menjelaskan, pihaknya menerima kedatangan para mahasiswa tersebut untuk audensi. Sebab, surat pemberitahuan dari mereka itu hanya pelaporan bukan unjuk rasa.

“Untuk pelaporan kasus dugaan korupsi pasti akan kami tindaklanjuti secepatnya,” katanya.

Aji mengaku, aksi para mahasiswa itu sangat membantu kinerja Kejari untuk mengetahui adanya kasus dugaan tipikor. Namun, laporannya harus dibarengi dengan bukti dan data yang obyektif.

“Memang kinerja kami belum maksimal. Untuk itu, kami selalu berusaha bekerja maksimal dan menyelesaikan kasus-kasus yang dilaporkan. Jadi kami bukan memeti-eskan kasus, tapi tengah diusut,” tandasnya.

Reporter : Aden

Iklan

Komentar ditutup.