MOBIL PIKAP KETUA YAYASAN MUTIARA TERPADU PALABUHANRATU RAIB SAAT DIPARKIR


awan

PEMILIK mobil Suzuki Carry, Wawan Setiawan, sedang membuat laporan kehilangan kendaraan di Mako Polsek Palabuhanratu, Jumat (7/8/2020).

PALABUHANRATU ONLINE – Aksi pencurian kendaraan bermotor terjadi di Kampung Gang Empang Raya, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jumat (7/8/2020) sekitar pukul 02.00 WIB dinihari.

Sebuah mobil Suzuki Carry jenis pikap bernomor polisi F 8679 VC berwarna hitam yang terparkir di halaman rumah Ketua Yayasan Mutiara Terpadu Palabuhanratu, Wawan Setiawan, raib.

Berdasarkan informasi, mobil diparkir di halaman rumah sejak Kamis (6/8/2020) sore dalam keadaan terkunci. Namun pada Jumat (7/8/2020) pagi mobil sudah tidak ada di tempat parkir. Si pemilik pun langsung melaporkan kehilangan mobil tersebut ke Polsek Palabuhanratu.

“Saya baru tahu mobil hilang sekitar pukul 06.00 WIB. Sudah biasa saya parkir, selama ini aman-aman saja,” kata Wawan Setiawan, saat membuat laporan kehilangan mobil di Mako Polsek Palabuhanratu, Jumat (7/8/2020).

Ia mengaku mobil yang hilang itu biasa digunakan untuk operasional di sekolah. Wawan tak menyangka akan kehilangan mobil yang sering dipakai sebagai penunjang kegiatan di sekolah.

“Mudah-mudahan mobil bisa segera ditemukan. Kami berharap aparat kepolisian cepat mengungkap pelaku pencurian mobil ini,” ujarnya.

Saat ini, pencurian mobil bak terbuka di wilayah hukum Polres Sukabumi kembali marak. Aparat kepolisian pun mengimbau kepada para pemilik kendaraan roda empat maupun roda dua agar selalu berhati-hati saat memarkirkan kendaraannya dan harus dalam keadaan terkunci.

Reporter : Bardal

Iklan puri karaoke

 

RERUNTUHAN BEKAS POHON TUMBANG BIKIN KUMUH KAWASAN CAGAR ALAM SUKAWAYANA


pohon tumbang

RERUNTUHAN Bekas Pohon Tumbang Bikin Kumuh Kawasan Cagar Alam Sukawayana.

PALABUHANRATU ONLINE  – Sebuah pohon tumbang di sekitar Cagar Alam Sukawayana, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, belum lama ini. Sayang, reruntuhan bekas pohon seperti potongan kayu, ranting, serta dedaunan, masih berserakan sehingga membuat kumuh.

“Sejak pohon ini tumbang, bekas reruntuhannya tidak ada yang membersihkan. Padahal kejadiannya sudah cukup lama,” ujar Rudi (38), warga yang sedang melintas di ruas jalan dekat lokasi kejadian, Selasa (4/8/2020).

Sebelum pohon tumbang, kata Rudi, ia bersama temannya kadang kala nongkrong di tempat tersebut. Tak sedikit pula wisatawan yang sedamg berlibur juga beristirahat di tempat tersebut.

“Sekarang banyak sampah bekas pohon tumbang. Tempatnya jadi kumuh,” tutur Rudi yang mengaku warga Kecamatan Cisolok itu.

Indra (35), warga lainnya, menyayangkan tempat tersebut sekarang berubah kumuh usai kejadian pohon tumbang Saung yang biasanya jadi tempat beristirahat rusak karena tertimpa pohon tumbang.

“Ini jadi tempat favorit. Apalagi lalau ada kawanan monyet yang turun dari gunung mencari makan. Kalau sekarang jadi kumuh. Banyak sampahnya,” tandasnya.

Reporter : Bardal

SBH