Category Archives: pariwisata

PLTU PALABUHANRATU BERIKAN MESIN  CACAH PLASTIK DAN CATOR KE BANK SAMPAH 


PLTU3

Rombongan Indonesia Power PLTU Jabar 2 Palabuhanratu bersama pengelola Bank sampah Kecamatan Simpean. (Palabuhanratu Online)

PALABUHANRATU ONLINE – Bank sampah di Kampung Citeureup RT 06/04, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat  mendapat kunjungan dari  PT Indonesia Power PLTU Jabar 2 Palabuhanratu.

“Kami mendatangi dan memantau langsung keberadaan bank sampah yang mendapatkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) PLTU,” ujar General manager Indonesia Power Rolly  hari ini Selasa, 3/7/2018.

PLTU

Serah terima mesin pencacah plastik oleh GM. Indonesia Power kepada pengelola Bank sampah. (Palabuhanratu Online)

“Sesuai dengan pengajuan, kami berikan CSR berupa mesin cacah plastik. Itu yang dibutuhkan dan sejauh ini sudah terlihat hasilnya,” terangnya.

Sejauh ini bank sampah yang dikelola oleh Pemuda Peduli Lingkungan (PPL) tersebut merupakan binaan dari  pihak PLTU.

Pengelola dan ketua bank sampah PPL, Amat Surahmat (30), merasa puas dan  sangat terbantu dengan diberikannya bantuan mesin pencacah di bank sampah  yang baru  delapan bulan dikelolanya.

“Hasil cacahan plastik  seharga  Rp10 ribu per kilogram dan dikirim ke Bekasi. Selanjutnya dikirim ke Hongkong untuk bahan baku baju parasut. Malah akan lebih mahal jika diolah menjadi biji plastik. Tapi alatnya belum ada,” ungkap Amat.

Untuk saat ini, nasabah bank sampah PPL sebanyak 114 orang dari warga sekitar. Dalam waktu dekat, ia menargetkan pertambahan nasabah menjadi 300 orang.

“Dengan adanya mesin cacah ini, dirinya menargetkan sampah plastik hasil cacah sebanyak 2 kwintal per hari. Tapi itu tidak akan tercapai tanpa peran serta masyarakat yang aktif dalam ‘menabung’ sampahnya disini,”.

PLTU2Ditempat yang sama, pihak PLTU Jabar 2 Palabuhanratu juga menyerahkan satu unit kendaraan jenis cator kepada pengelola bank sampah Cipta Madani Jayanti yang memiliki tujuan meningkatkan peningkatan penarikan sampah.

Reporter : Bardal

Iklan

PERBUP TENTANG RETRIBUSI PARIWISATA SUDAH TERBIT


toll copy

Gerbang tol pariwisata yang dibuka kembali setelah terbitnya Perbup. (palabuhanratuonline)

PALABUHANRATU ONLINE – Pungutan retribusi bagi setiap wisatawan dari luar daerah digerbang  tolgate pariwisata Kabupaten Sukabumi sempat menimbulkan polemik.

Namun kini  sudah menemukan titik terang menyusul terbitnya Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2018 tertanggal 21 Juni 2018 yang merupakan penjabaran atau turunan dari Peraturan Daerah (perda) Nomor 14 Tahun 2013 atas Perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Rekreasi, Pariwisata, dan Tempat Olahraga di Kabupaten Sukabumi.

Dalam perbup tersebut  dijelaskan  tata cara pemungutan, penyetoran, dan tempat pembayaran retribusi pariwisata yang ada di Kabupaten Sukabumi. Berdasarkan perbup itu juga, maka pintu masuk gerbang tol pariwisata di Jalan Raya Cisolok KM 1, Gunungbutak, Palabuhanratu, kembali dibuka mulai Sabtu (23/6/2018).

“Saya mengapresiasi pak bupati Sukabumi (Marwan Hamami) yang terus mendongkrak pendapatan asli daerah sektor pariwisata,” ujar aktivis dan pemerhati kebijakan publik, Berly Lesmana Gunawan.

Dirinya menjelaskan, terbitnya perbup itu sebagai bentuk perwujudan Peraturan Presiden Nomor 50/2015 tentang Strategi Perlindungan Konsumen Nasional pada Sektor Jasa Pariwisata.

“Jasa pariwisata salah satu sektor prioritas sebagaimana termaktub dalam Perpres No 50/2015. Maka dari itu langkah pak bupati mengeluarkan payung hukum berupa perbup yang merupakan turunan dari perda, sudah tepat. Perbup ini adalah solusi untuk menjawab polemik yang sempat terjadi selama musim libur Lebaran tahun ini di Kabupaten Sukabumi,” tuturnya.

Cepat tanggapnya Pemkab Sukabumi menjawab pro-kontra terkait pemungutan retribusi pariwisata menuju kawasan objek wisata di jalan raya, patut diapresiasi semua pihak. Sehingga dunia pariwisata Kabupaten Sukabumi ke depan lebih kondusif dan menjadi tujuan wisata prioritas tanpa ekses.

“Polemik yang sempat terjadi itu bisa menjadi titik awal kemajuan dunia pariwisata kita. Terlebih, geopark di Kabupaten Sukabumi sudah diakui sebagai UNESCO Global Geopark,” imbuhnya.

Reporter : Ade Willi