Category Archives: politik

Club Ratu Raya Siap Tanding di Kompetisi Sepak Bola Dream Come True


PALABUHANRATU ONLINE – Kompetisi sepak bola dream come true (DCT) U 16 Road to China Regional yang akan di laksanakan pada Sabtu, 22/3 di lembang  akan di hadiri 12 Klub terbaik se jawa Barat.

bola copy

Tim U 16 asal Sukabumi foto bersama dengan jajaran Dinas Budpora Kabupaten Sukabumi sebelum diberangkatkan. Photo : Aku

Kabupaten Sukabumi mengirim klub terbaik dari sekolah sepak bola (SSB) Ratu Raya untuk mewakili Sukabumi.

“Kita sudah siapkan tim yang akan berangkat  yaitu Club Ratu Raya yang berada diwilayah Palabuhanratu,” ujar Rizal Ketua Kordinator Kecamatan (KOK) yang juga bertindak sebagai pelatih.

Para pemain club ratu raya yang  berjumlah 15 pemain diberangkatkan pada hari ini Jumat pagi sekitar pukul 11.00 WIB dengan menggunakan Bus milik Pemkab Sukabumi.

Agus Sofyan selaku Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi sangat mengapresiasi hal ini,” Kita berikan dukungan moril supaya mereka mempunyai rasa percaya diri yang tinggi sehingga bisa berkiprah di tataran internasional,” ungkapnya. Jumat (22/3/2019).

Jika mereka lolos akan melaju ke tingkat internasional di Cina, untuk itu Pemkab Sukabumi pantas berbangga memiliki potensi atlet yang luar biasa, ini selaras dengan harapan Bupati yang akan menggali potensi atlet di Kabupaten Sukabumi dengan pembangunan beberapa lapangan dan GOR di tiap kecamatan. Semoga semuanya berjalan lancar,” pungkasnya.

Reporter : Bardal

PEMBANGUNAN PONDASI MILIK WARGA ASING DIDUGA CAPLOK LAHAN SEMPADAN SUNGAI


arus sungai

palabuhanratuonline/2018

PALABUHANRATU ONLINE  – Warga asing asal Korea Selatan dinilai warga Kampung Cibolang RT 02/02, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, arogan. Pasalnya, ekspatriat itu memaksakan diri membangun pondasi di sempadan Sungai Cibolang tanpa meminta izin kepada warga setempat.

Warga memprotes pembangunan tersebut karena berdampak terhadap aktivitas mereka. Aliran sungai yang tertutupi pondasi kerap diyakini akan menjadi biang banjir kala turun hujan.

“Lebar sungai jadi semakin menyempit, sekarang sekitar 1 meter. Padahal sebelumnya sekitar 2,5 meter,” kata Hakim (27), warga setempat  Selasa  (18/9/2018).

Hakim menuding pembangunan pondasi itu diduga mencaplok lahan sempadan sungai. Padahal sudah jelas, batas lahan milik pribadi warga asing itu ada pohon kelapa dan patok berwarna biru yang dipasang Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Waktu sungai belum dipondasi, limpasan air hujan menuju permukiman warga hingga kebanjiran. Apalagi sekarang lebar Sungai Cibolang sudah menyempit, bisa jadi limpasan airnya semakin besar,” ungkap Hakim.

Ia dan warga lainnya pernah mengadukan persoalan itu ke aparatur pemerintahan desa setempat. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan.

“Sebelum membangun pondasi di sempadan sungai, harusnya ada konfirmasi ke warga setempat. Ini sama sekali belum ada pemberitahuan. Tahu-tahu sudah berdiri pondasi,” tegasnya.

Hakim meminta Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi segera turun ke lapangan untuk menegur pemilik bangunan.

Reporter : Bardal