TOWER TAK BERIJIN AKHIRNYA DIBONGKA


PALABUHANRATU ON,LINE -Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kabupaten

image

Sukabumi akhirnya membongkar tower tanpa ijin yang terletak di Kp. Sekarwangi RT 04/28 Kelurahan/Kecamatan Cibadak kabupaten Sukabumi.

Tower setinggi 45 meter dan belum berfungsi itu dibongkar dengan cara memotong bagian kabel sebelum mencopot bagian tiang penyangganya.

“Secara yuridis formal tower ini tidak memiliki ijin dan melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2010 Pasal 26, bahwa semua bangunan harus memiliki ijin mendirikan bangunan” kata Kepala Satpol PP kabupaten Sukabumi, Dadang Eka Widianto sambil menyaksikan eksekusi pembongkaran di Cibadak, Rabu (21/01/2015).

Dijelaskannya, letak tower tidak sesuai dengan site plan dari Dinas Perhubungan Kominfo. “Hingga kini rekomendasi teknik (rektek) yang diterbitkan Dishub juga tidak keluar” papar Dadang Eka.

Ditanya, adakah tower lain yang tak berijin diwilayah ini, dia menjawab, jika terjadi pelanggaran menyangkut kebijakan pemerintah, pihaknya akan membongkar secara paksa. “Ini sebagai titik awal dari sebuah eksekusi disamping bangunan rumah dan ruko yang lebih dulu dibongkar lantaran tak berijin” ucapnya.

Pembongkaran tower hingga rata dengan tanah diperkirakan 3-4 hari jika cuaca memungkinkan dan barang-barang dari hasil bongkaran akan dikumpulkan untuk diserahkan kepada pihak menejemen selaku pemiliknya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi informasi kabupaten Sukabumi, Tendy hendrayana menegaskan, IMB bisa terbit jika lokasi yang dimohonkan sesuai dengan Site plan atau tidak berada diluar zona yang ditentukan. “Bagi pemohon pendirian tower yang baru, tidak akan direkomendir Apabila berada diluar zona yang telah ditentukan” pesan Tendy sambil menyebutkan, penentuan zona juga mempertimbangkan dengan sepadan jalan, fasilitas vital dan lembaga pemerintah lainnya. “Kita tidak ingin Sukabumi menjadi rimba tower, makanya harus ditertibkan” kata Tendy. BERIJIN AKHIRNYA DIBONGKAR

Palabuhanratu ; Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kabupaten Sukabumi akhirnya membongkar tower tanpa ijin yang terletak di Kp. Sekarwangi RT 04/28 Kelurahan/Kecamatan Cibadak kabupaten Sukabumi.

Tower setinggi 45 meter dan belum berfungsi itu dibongkar dengan cara memotong bagian kabel sebelum mencopot bagian tiang penyangganya.

“Secara yuridis formal tower ini tidak memiliki ijin dan melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2010 Pasal 26, bahwa semua bangunan harus memiliki ijin mendirikan bangunan” kata Kepala Satpol PP kabupaten Sukabumi, Dadang Eka Widianto sambil menyaksikan eksekusi pembongkaran di Cibadak, Rabu (21/01/2015).

Dijelaskannya, letak tower tidak sesuai dengan site plan dari Dinas Perhubungan Kominfo. “Hingga kini rekomendasi teknik (rektek) yang diterbitkan Dishub juga tidak keluar” papar Dadang Eka.

Ditanya, adakah tower lain yang tak berijin diwilayah ini, dia menjawab, jika terjadi pelanggaran menyangkut kebijakan pemerintah, pihaknya akan membongkar secara paksa. “Ini sebagai titik awal dari sebuah eksekusi disamping bangunan rumah dan ruko yang lebih dulu dibongkar lantaran tak berijin” ucapnya.

Pembongkaran tower hingga rata dengan tanah diperkirakan 3-4 hari jika cuaca memungkinkan dan barang-barang dari hasil bongkaran akan dikumpulkan untuk diserahkan kepada pihak menejemen selaku pemiliknya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi informasi kabupaten Sukabumi, Tendy hendrayana menegaskan, IMB bisa terbit jika lokasi yang dimohonkan sesuai dengan Site plan atau tidak berada diluar zona yang ditentukan. “Bagi pemohon pendirian tower yang baru, tidak akan direkomendir Apabila berada diluar zona yang telah ditentukan” pesan Tendy sambil menyebutkan, penentuan zona juga mempertimbangkan dengan sepadan jalan, fasilitas vital dan lembaga pemerintah lainnya. “Kita tidak ingin Sukabumi menjadi rimba tower, makanya harus ditertibkan” kata Tendy.

RAMBU-RAMBU HILANG DICURI


PALABUHANRATU ONLINE -Sejumlah rambu-rambu lalu lintas sebagai papan peringatan bagi para pengguna jalan raya yang ter

image

pasang dilokasi berbahaya sepanjang ruas jalan Palabuhanratu – Cikidang, hilang ditempat semestinya, demikian juga besi pelindung (guardriil) yang sudah dipasang ditikungan jalan dan ruas jalan yang bertebing, raib digondol maling.

“Sekitar 6 bulan lalu, besi pelindung jalan dan rambu ditanjakan Pasirbilik Buniwangi itu sudah hilang, bahkan besi pelindung jalan yang masih tersisa sudah dirusak” ujar Adang HS, Sekretaris Desa Buniwangi kecamatan Palabuhanratu dikantor Desa Buniwangi, Senin (19/01/2015).

Adang berharap, dinas terkait segera pasang kembali rambu-rambu yang baru dan memperbaiki pelindung jalan yang sudah dirusak orang yang tidak bertanggung jawab. “Rambu itu sangat penting bagi pengendara yang belum tahu kondisi jalan ini, dan pelindung jalan sangat bermanfaat buat penahan kendaraan apabila mengalami terjadi masalah” jelasnya penuh harap.

Adang menduga, rambu-rambu dicuri dengan cara dicabut dan besi penyangga besi dengan mencopot baut satu persatu pada malam hari saat jalanan sepi, dia yakin pelakunya lebih dari seorang.

Seperti diketahui, sepanjang ruas jalan cikidang banyak tanjakan dan turunan curam, jalan ini banyak dilalui kendaraan terutama pada hari libur sebagai jalur alternatif dari Bogor menuju Palabuhanratu. Saat ini hampir semua rambu-rambu peringatan hilang dicuri yang tersisa hanya lobang bekas digali pencuri, sementara besi guardriil sudah banyak yang terlepas dari tiangnya akibat dicopot tangan-tangan jahil.

TAK KANTONGI IJIN, TOWER SELULER DIBONGKAR


PALABUHANRATU ONLINE – Pemda Kabupaten Sukabumi kali ini bertindak tegas terhadap siapapun yang tidak mematuhi prosedur terkait perijinan, termasuk para pengusaha dibidang operator seleluler.

Pemkab Sukabumi segera menertibkan salah satu tower seluler yang terletak di Kp. Sekarwang RT 04/28 Kelurahan/Kecamatan Cibadak,

image

sebelumnya melalui perangkat kecamatan Cibadak kerapkali melakukan upaya pendekatan persuasif kepada pihak operator dengan mengingatkan agar prosedur ijin segera ditempuh, namun hingga saat ini tidak diindahkan. “Setelah diingatkan tapi tidak diindahkan, terpaksa kami akan membongkar paksa” papar Camat Cibadak Abdul Rifa’i kepada awak media di Cibadak, Jum’at 16/01/2015.

Tindakan tegas ini dilakukan, ujar Rifa’i, lantaran pihak pengusaha tidak kooperatif dan menghindar saat didatangi petugas. “Setelah di cek ke lapangan, ternyata tidak tidak melakukan sosialisasi awal kepaada warga setempat” ungkapnya.

Dari pantauan dilapangan, tower yang setinggi sekitar 60 meter itu sudah dilengkapi peralatan pendukung ditengah pemukiman, berdiri diatas tanah milik warga yang dikontrak selama 10 tahun. Senin (19/01/2015) pemkab Sukabumi melalui Satpol PP kabupaten Sukabumi akan mengeksekusi dengan membongkar paksa tower dan bangunannya, sejumlah awak media berusaha menghubungi pihak operator, namun hingga berita ini diturunkan tidak ada yang bisa dikonfirmasi.

WARGA DESAK DERMAGA REGIONAL DIPINDAHKAN


image

PALABUHANRATU ONLINE -Penetapan lokasi dermaga regional di pantai Karangsari yang terletak dikedusunan Gunungkutu kelurahan / kecamatan Palabuhanratu kabupaten Sukabumi, menuai protes dari warga setempat dan kalangan lainnya.

Adalah jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) kabupaten Sukabumi yang menolak keras mengenai penetapan lokasi dermaga. “Kami sangat mendukung pembangunan dermaga regional berada di Palabuhanratu, namun kami menolak jika dermaga itu dibangun dipantai karangsari Gunungkutu” ujar Ketua DPD KNPI kabupaten Sukabumi, Nasrudin didampingi jajaran pengurus kepada awak media di Jajaway Palabuhanratu. Rabu (14/01/2015)

Nasrudin menilai, akan terjadi penghamburan anggaran jika dipaksakan dibangun di pantai Karangsari, lahan disitu milik warga yang harus dibayar guna proses pembebasan lahan. “Lahan yang digunakan sebaiknya lahan pemerintah, sehingga anggaran yang diserap pasti lebih efisien seperti dimuara Citepus yang lahannya memang hanya zona maritim” ungkapnya. Selain itu, katanya, pantai Karangsari sebagai sarana aktivitas rekreasi yang cukup aman untuk warga setempat dan wisatawan luar yang dekat dengan kota Palabuhanratu. “Jika dijadikan dermaga, semua pihak akan kehilangan aksesbilitas” terangnya.

Sementara itu, Nana Supriatna Ketua RW 30 kelurahan Palabuhanratu. Menegaskan, dalam proses perencanaan dan pembangunannya, masyarakat setempat dan pemanfaat kawasan pantai yang melakukan kegiatan usaha pariwisata harus dilibatkan untuk mengkaji berbagai aspek yang berkaitan dengan kelangsungan zona wisata dan kegiatan usaha warga. “Harus dikaji lebih dalam dan harus melibatkan warga setempat” ujarnya.

Jika proses pembangunan tersebut tidak melibatkan warga setempat, Nana mengancam akan mencabut surat dukungan yang telah dikirim ke Bupati Sukabumi beberapa waktu lalu yang ditanda tangani 60 warga setempat.

sebelumnya, di aula kecamatan Palabuhanratu diadakan sosialisasi yang dihadiri Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat dan jajaran kepala dinas terkait kabupaten Sukabumi, dalam sosialisasi pembangunan dermaga regional itu terungkap juga penetapan lokasi di pantai Karangsari Palabuhanratu.