PARAH , AKSES JALAN TERMINAL PALABUHANRATU HANCUR


PALABUHANRATU ONLINE – Kondisi terminal Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi sangat memprihatinkan, bangunan disekitar terminal yang rusak sudah lama dibiarkan, hal ini diperparah oleh hancurnya akses jalan masuk dan keluar terminal.

Akses jalan terminal Bis palabuhanratu yang hancur. Foto : Palabuhanratu Online

Akses jalan terminal Bis palabuhanratu yang hancur. Foto : Palabuhanratu Online

“Saking hancurnya jalan masuk ke terminal, terpaksa kami tutup dengan melintangkan bambu, sehingga semua kendaraan tidak bisa masuk kecuali motor” papar pengurus komunitas bis & elf terminal Palabuhanratu Ade Hasan, kepada awak media, hari ini Kamis, 24/03/2016.

Dijelaskannya, akses masuk terminal kalo tidak ditutup sangat membahayakan kerena berlubang terlalu dalam membentuk kubangan air yang berlumpur. “Beberapa bisa dan elf yang lewat jalan itu mengalami kerusakan pada bagian bawah dan bumber rusak, bahkan ada bis yang nyaris terguling, makanya kami tutup sejak 2 minggu lalu” ujar Ade yang diamini oleh beberapa awak bis.

Ade juga mendesak kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait segera memperbaiki jalan disekitar terminal sebelum terjadi korban akibat hancurnya jalan. Untuk sementara, akses masuk hanya menggunakan satu puntu yakni pintu masuk. “Pintu masukpun mulai rusak krn terus menerus dilalui, jika tidak segera diperbaiki akan lebih hancur lagi” katanya geram.

Kepala unit pelaksana teknis daerah (UPTD) terminal Palabuhanratu Yedi ketika dikonfirmasi awak media tidak ada dikantornya. “Pak Yedi sedang keluar, silahkan ditunggu aja” kata salah satu stafnya, numun satu jam lebih Yedi tidak muncul dan kantornya dalam keadaan masih terkunci.

Reporter : Iyang.S

65 EKOR UNGGAS MATI MENDADAK DI CIKIDANG


PALABUHANRATU ONLINE – Sebanyak 65 binatang ternak seperti ayam dan bebek di Kp. Cigelong desa / kecamatan Cikidang kabupaten Sukabumi mati secara mendadak dalam 2 pekan terakhir disatu kampung.

Unggas warga yang titba-tiba mati mendadak @Palabuhanratu Online

Unggas warga yang titba-tiba mati mendadak @Palabuhanratu Online

“Secara serentak ayam dan itik saya mati mendadak, dalam satu hari, sekitar 2-3 ekor yang mati mendadak” kata Sholeh (75) pemilik unggas yang ditemui awak media dikediamanya di Kp Cigelong Rt 01/07 desa / kecamatan Cikidang, hari ini Rabu (23/03/2016).

Dia menuturkan, kejadian ini sudah berjalan sejak 2 minggu lalu, hingga saat ini unggas miliknya dari 20 ekor tinggal tersisa 1 ekor. “Betul, tinggal satu ekor yang induk yang tersisa” ucap sholeh menunjuk kandang miliknya yang kosong.

Hal serupa dikatakan Suparman, sebagai Ketua RT setempat dirinya segera melakukan pendataan, hasilnya ditemukan 3 warga warga menderita sakit panas yaitu Eje (65) Wulan (11) farid (5) bin Iwan dan 65 ekor unggas mati mendadak. Dan tiga orang warga menderita sakit panas 2 hari lalu, sementara 65 dari 75 ekor unggas yang ada dikampungnya mati secara mendadak” urainya.

Antisipasi Flu Burung

Untuk mengantisipasi terjangkitnya penyakit flu burung, pihak Puskesmas Cikidang segera melakukan pendataan dan pemantauan ke lokasi tersebut.

“Segera kami mengutus surveilace untuk mengecek penyakit yang diderita 3 warga tersebut” tutur Kepala Puskesmas Cikidang Ikhsan Juarsa didampingi surveilance Puskesmas Cikidang Dadan Sutiarsa yang dihubungi secara terpisah.

Agar lebih akurat, pihaknya akan membawa 3 pasien tersebut ke puskesmas Cikidang untuk penangan lebih lanjut. “Sementara ini kami belum bisa menyimpulkan, apakah penyakit ini akibat dari flu burung dari kematian unggas itu atau hal lain” jelas Ikhsan.

Dia juga menghimbau kepada warga yang mengalami sakit atau keluhan lain segera datang ke puskesmas agar segera ditangani lebih awal, terlebih kepada warga yang membudidayakan ternak unggas.

Reporter : Iyang.S