PALABUHANRATU ADA TANJAKAN PERWIRA, DIMANAKAH ITU?


Brigjen Pol Tugas Dwi Aprianto

Brigjen Pol Tugas Dwi Aprianto (Photo : Palabuhanratu Online)

Sejak  tahun 1968, tanjakan ini sudah menjadi salah satu tantangan yang harus dilewati ketika mengikuti tahapan pendidikan

Sejak tahun 1968, tanjakan ini sudah menjadi salah satu tantangan yang harus dilewati ketika mengikuti tahapan pendidikan (Photo : Palabuhanratu Online)

PALABUHANRATU  ONLINE  – Tidak banyak yang tahu dimana dan apakah tanjakan perwira itu. Padahal bagi para petinggi dan para perwira Polri, tanjakan yang berbukit itu memiliki makna dan historis.

“Sejak  jaman AAK (Akademi Angkatan Kepolisian) tahun 1968, tanjakan ini sudah menjadi salah satu tantangan yang haris dilewati ketika mengikuti tahapan pendidikan” ujar Kepala Sekolah pembentukan perwira (Stukpa) Sukabumi Brigjen Pol Tugas Dwi Aprianto saat meninjau pelaksanaan Gladi wirotama di tanjakan Perwira desa Buniwangi Palabuhanratu, Minggu (10/05/2015).

Tanjakan panjang dan memiliki tikungan tajam ini, kata dia, hingga kini masih dipergunakan sebagai bagian galadi wirotama semacam kesamaptaan jasmani setelah berjalan dari kota Sukabumi sehauh 80 km, sesi ini merupakan uji ketahanan fisik dan mental untuk membentuk keseimbangan emosional. “Keseimbangan emosional wajib dimiliki oleh setiap jiwa perwira ketika mengambil keputusan meski dalam suasana kritis sekalipun” urai jenderal bintang satu ini.

Ditambahkannya, tanjakan panjang ini tanjakan akhir dari rute yang telah dilalui. “Setelah ini tidak ada tanjakan lagi, tinggal sebentar lagi tiba di Palabuhanratu” ucapnya.

Prihadi, salah satu siswa Stukpa mengaku, dirinya bersama siswa lain cukup lelah saat melewati tanjakan ini. “Meski lelah tapi kami tetap masih semangat” katanya sambil bercucuran keringat.

Siswa reguler utusan Polda Metro Jaya ini juga optimis bisa sampai garis akhir di pantai Citepus Palabuhanratu. “Harus tetap optimis, tetap semangat” pekik personil Brimob Kelapadua itu.

Tanjakan Perwira teletak di pasirbilik desa Buniwangi kecamatan Palabuhanratu, tanjakan panjangan dengan tikungan patah meliuk warga setempat menyebutnya tanjakan Pasirbilik.

Reporter : Iyang Sudiharto

TRUK ROMBONGAN MARCHING BAND TERGULING 3 ORANG MENINGGAL DUNIA


PALABUHANRATU ONLINE – Sebuah Truk Toyota bernopol E 8834 VC yang membawa 65 penumpang terguling di turunan
Kampung Leubakwangi Desa Cijambe Kecamatan Cikidang, pukul 12.45 WIB, hari ini Senin (25/05/2015

image

).

Akibat dari kecelakaan itu, tiga penumpang tewas, delapan luka berat dan sisanya luka ringan. Ketiga korban bernama, Intan (17) warga Kampung Cikaroya Desa Cibolangkaler Kecamatan Cisaat, Dede (18) warga Kampung Genteng Desa Lembursawah Kecamatan Cicantayan dan Yusa (18) warga Kampung/Desa Sukamanah Kecamatan Cisaat. Sedangkan penumpang lainnya tengah penangan Tim Medis RSUD Palabuhanratu.

“Seluruhnya jumlah penumpang 65 dan terjadinya kecelakaan ini akibat rem blong,” ujar salah satu penumpang yang didekat sopir, Andi alias Dede, saat ditemui diruang IGD Palabuhanratu.

Dikatakan Dede, rombongan yang merupakan Tim Drumband Remaja Masjid Alislah, Kampung Bantarkaret Desa Lembursawah Kecamatan Cicantayan itu hendak bermain di Kampung Cibatu Desa Sampora Kecamatan Cikidang. Namun, sesaat diperjalan mengalami kecelakaan yang dahsyat.

“Padahal titik acara itu tidak jauh lagi, namun dikarenakan musibah kami tidak jadi bermain,” katanya.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Cikidang, AKP Maryadi mengatakan, sesaat mendapatkan informasi tersebut, pihaknya langsung ke TKP dan mengevakuasi korban secepatnya. Dan dalam kasus ini langsung ditangani Polres Sukabumi.

“Kasus ini langsung dalam penanganan Polres, termasuk Sopir dan penumpang selamat yang hendak dimintai keterangan,” singkatnya.

DUA ATLET SURFING TABRAKAN MAUT DICISOLOK


PALABUHANRATU ONLINE – Pengendara roda dua yang diketahui atlet peselancar berbakat asal Sukabumi,  mengalami kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Palabuhanratu-Cisolok, tepatnya di Jalan Lempeng Desa Cisolok Kecamatan Cisolok, belum lama ini.

Kedua atlet tersebut, Rega Ardiansyah (15) meninggal dunia dan Alman (12) mengalami kritis dan dilarikan ke RSUD Palabuhanratu. Keduanya warga Rt 01/04 Desa Karangpapak Kecamatan Cisolok.

 Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, Minggu (24/5). Motor Honda Beat bernomor polisi F 5204 QE yang ditumpanginya kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke lajur kanan jalan. Saat bersamaan dari arah berlawanan meluncur Toyota Avanza bernomor polisi A 1454 PC.

“Saat Rega dan Alman pulang latihan surfing berboncengan di atas sepeda motor menuju rumahnya. Namun dalam perjalanan dari Cisolok ke arah Palabuhanratu motor yang ditumpanginya kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke lajur kanan jalan. Tiba-tiba saat bersamaan dari arah berlawanan meluncur Toyota Avanza dan tabrakan pun tidak bisa dihindarkan,” ungkap Kepala Unit Laka Satuan Lantas Polres Sukabumi, Ipda Hermansyah kepada wartawan.

Sementara sopir mobil yang dikemudikan Wawan Agus Kurnia tengah dimintai keterangan dan menurut pengakuannya, Ia tidak bisa menghindari, karena kecepatan motor sangat tinggi dan akhirnya langsung menabrak korban.

“Keduanya sempat tidak sadarkan diri dan langsung dievakuasi ke RSUD Palabuhanratu. Sedangkan sopir masih dimintai keterangan,” imbuh Hermansyah.

Menurut Hermansyah kedua korban mendapatkan penanganan medis. Namun korban Rega akhirnya meninggal dunia. Sedangkan rekannya Alman masih dalam perawatan tim medis. “Korban Rega meninggal dunia dan langsung disemayamlan dikediamannya di Karangpapak,” terangnya.

Ditempat terpisah, Penasihat atlet surfing Palabuhanratu, Ade Rabig mengatakan dia merasa kehilangan salah satu atletnya. Almarhum merupakan atlet surfing yang berbakat dan berprestasi.

“Terakhir almarhum Rega menyabet juara dua dalam sebuah event bergengsi yang diadakan komunitas surfing di Palabuhanratu,” kata Ade.

Sementara itu perkara laka lantas yang menewaskan satu atlet surfing ini masih ditangani Satlantas Polres Sukabumi. Sopir Avanza masih dalam pemeriksaan kepolisian. (*)

SISWA SMU HILANG DISUNGAI CICATIH


PALABUHANRATU ONLINE  – Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi mengerahkan puluhan personil untuk melakukan pencarian terhadap Sopian Muhammad Jahid  (17) siswa kelas 1 salah satu sekolah menengah swasta di Sukabumi, Jawa Barat dikabarkan hilang saat menyebrangi sungai Cicatih Sabtu (23/05/2015).

Puluhan tim gabungan itu yakni, FKSD  10 personil, Kepolisian dan TNI Bantargadung serta keluarga korban untuk melakukan penyisiran. Bahkan, hingga sore hari dengan panjang penyisiran 30 Km, dari lokasi TKM hingga Kampung/Desa Kertamukti Kecamatan Warungkiara, belum juga membuahkan hasil.

“Ada 5 personil melakukan pencarian menggunakan  perahu karet dan 5 personil berjalan menyusuri sungai. Kondisi sungai saat ini terbilang stabil tidak terlalu deras. Dan puluhan warga dan tim lainnya,” ujar ketua FKSD Okih Fajri, saat dihubungi.

Dikatakan Okih, selain melakukan pencarian di aliran sungai, petugas juga menyusuri pinggiran sungai, dengan melakukan pencarian membawa kayu panjang. Sebab, mereka khawatir tubuh Sopian tersangkut bebatuan yang ada di bawah sungai.

“Upaya telah kami lakukan, namun hingga sore ini TIM belum berhasil menemukannya,” kata Okih.

Dikatakan Okih, apabila penyisiran pada hari ini juga belum membuahkan hasil, pihaknya akan melanjut besok dengan menempuh hingga ke track akhir riam jeram. Berawal dari titik akhir penyisiran hari ini dan disambung besok. “Rencannya besok kami akan melakukan pencarian kembali dari Desa Kertamukti hingga ke track akhir Riam Jeram di Desa Cilalay Rawayan,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya korban Sopian (17) terseret aliran sungai Cicatih Kampung Leumbur Sawah RT 01 RW 06 Desa Ubrug Kecamatan Warungkiara. Korban terseret saat berusaha menyebrangi sungai. Air bah yang tiba-tiba datang menenggelamkan tubuh korban. Warga sempat melakukan pencarian hingga menjelang malam. Namun karena peralatan yang digunakan terbatas pencarian tersebut sia-sia. (*)

PENAMBANGAN EMAS ILEGAL DESA CIGARU DI RAZIA DAN DITUTUP


PALABUHANRATU ONLINE – Puluhan Lobang Penambangan emas Tanpa Izin (PETI) di Kampung Cijiwa Blok perkebunan teh Surangga Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan ditutup. Penutupan lobang emas tanpa izin ini dilakukan oleh pihak Muspika Kecamatan Simpenan.

Kapolsek Simpenan, AKP Enan Supena, mengatakan, masyarakat sangat resah akibat penambang liar yang dilakukan penambang serta merusak perkebunan. Sejumlah  barang bukti yang diamankan yakni, satu unit kendaraan roda duan, 47 karung batu yang berisi kandungan emas, mesin diesel, batang pohon

perkebunan Surangga desa Cigaru yang dijadikan areal tambang bagi penambang emas ilegal di razia dan ditutup

perkebunan Surangga desa Cigaru yang dijadikan areal tambang bagi penambang emas ilegal di razia dan ditutup

teh yang dirusak sekitar 20 pohon.

“Penutupan Peti ini gabungan dari Satpol PP, Polsek, dan Koramil yang langsung mengurug lobang oleh pihak perkebunan. Para tambang ini sangat membahayakan baik penambang dan lokasi galian mengakibatkan longsor,”ungkapnya

Menurut Enan,penutupan galian ilegal diwilayah simpenan sendiri memang banyak selain di Cijiwa yakni Blok Pal 3, Cisireum dan yang lainnya. Namun upaya penutupan galian ini dilakukan secara upaya persuasif dengan warga. Sehingga tak menuai protes dan perlawanan dari warga.

“Sebelumnya kami memberikan penerangan hukum terlebih dahulu ke warga. Sehingga warga yang menggali pun bisa mengerti dan memahami yang akhirnya menerima saat dilakukan penutupan,”katanya

Ditambahkan Kepala Sapol-PP Kabupaten Sukabumi Dadang Eka menjelaskan,penurunan personil untuk menutup galian ilegal tersebut bukan hanya di wialayah simpenana. Namun daerah lainnya yakni Ciemas dan Waluran yang akan terus dilakukannya.

“Personil kami baik di Mako Pemda maupun di kecamatan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan koramil setempat. Sehingga saat terjun ke TKP galian bisa serentak dan bersama-sama secara kompak,”katanya
“Bahkan jika ada oknum baik perangkat desa maupun lainnya melakukan galian ilegal akan kami tindak dan berkoordinasi dengan Polres Sukabumi. Selain galian ilegal dalam pemberantasan zat kimia yang digunakan penambang merusak lingkungan akan kami tindak,”tandasnya.

Reporter : Bardal