6 ORANG YANG DIDUGA PENGEDAR UANG PALSU DIAMANKAN


Enam orang yang diduga pengedar uang palsu sedang diamankan diruang periksa Reskrim Polres Sukabumi

Enam orang yang diduga pengedar uang palsu sedang diamankan diruang periksa Reskrim Polres Sukabumi (Photo : Palabuhahnratu Online)

PALABUHANRATUONLINE.COM – Enam orang yang diduga pengedar uang palsu berhasil diamankan pihak Polres Sukabumi, enam orang yang diduga warga bogor itu 4 orang laki-laki dan dua orang perempuan, menggunakan mobil panther station dengan nopol B 8147 NK. Tertangkapnya ke enam orang ini berkat laporan Udin (36) penjaga tolgate pantai Karang Naya Citepus, pada Jumat, 24/7/2015 Sekira pukul 6.00 WIB. Ketika itu mobil panther keluar dari areal parkir dan membayar retribusi dengan pecahan 50 ribu setelah diperiksa ternyata uang tersebut palsu.

Ia pun langsung menanyakan kepedagang yang berjualan diareal parkiran, ternyata dua pedagang yang menjual pakaian Yeni (50) dan Intan (17) baru sadar bahwa ia juga telah menerima uang palsu.

Menurut Yeni, orang tersebut membeli pakaian baju dan celana sejumlah 300 rb dengan pecahan 6 lembar 50 ribuan yang ternyata 3 lembar palsu. Begitu juga pengakuan dari dari Intan mereka juga membeli pakaian ketempat saya dengan pecahan 50 ribu enam lembar satu diantaranya palsu. Udin bersama rekannya langsung mengejar pelaku dan langsung melaporkannya ke Polsek Cikakak, kurang dari satu jam para pelaku langsung dibekuk dikawasan pantai jaipong Kecamatan Cikakak.

Enam orang tersebut langsung diamankan di Mako Polres Sukabumi. Sampai berita ini diturunkan para pelaku masih diamankan diruang pemeriksaan Kanit 1 Reskrim Polres Sukabumi.

Reporter : Bardal

Mantan Pasutri Tewas di Penginapan Andreas Cikakak


PALABUHANRATU ONLINE – Mantan pasangan suami istri ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar penginapan kelas melati Andreas di Jalan Raya Cisolok, Kampung Bojonghaur, Desa/Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Senin (13/7).

Kedua mayat ditemukan sekira pukul 15.00 WIB. Mayat lelaki yang diketahui bernama Marno (32) warga Kampung Pajagan RT 02/07 Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, ditemukan dalam kondisi leher menggantung dengan seutas tali di kusen kamar mandi penginapan. Sedangkan, jenazah berjenis perempuan, Kania Nurmala (23) warga Kampung Pajagan RT 01/07 Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, telentang di atas tempat tidur dengan wajah tertutup bantal.

Salah satu keluarga dari pihak perempuan, Nanang (50) mengaku kaget mendengar kabar kematian saudaranya termasuk mantan suaminya di dalam kamar penginapan.

“Yang saya tahu, mereka baru bercerai sekitar tahun lalu dan memiliki seorang anak dari mantan suaminya. Saya nggak tahu penyebab perceraiannya tersebut. Keluarga sudah mencari keduanya sejak kemarin,” ujarnya.

Di lokasi kejadian, Kapolres Sukabumi AKBP Muhammad Ridawan melalui Kepala Polsek Cikakak AKP I. Djubaedi mengatakan, mayat lelaki dan perempuan ditemukan dalam kamar dengan posisi terpisah. Mayat lelaki ditemukan leher menggantung di kusen kamar mandi. Sementara mayat  perempuan terbujur kaku di atas ranjang dengan mengeluarkan darah di hidung.

“Dari hidung mayat perempuan keluar darah dan sudah mengering. Kasus ini masih dalam penanganan pihak kepolisian,” kata Djubaedi usai menggelar olah tempat kejadian perkara.

Ia menuturkan, mayat pertama kali ditemukan oleh seorang penjaga penginapan sekitar pukul 15.00 WIB dengan laporan penemuan seorang pria gantung diri dan seorang perempuan terbaring di atas kasur. Setelah polisi mendobrak pintu kamar, ternyata ditemukan dua mayat perempuan dan ada darah kering berceceran di lantai.

“Dalam kasus ini, untuk sementara kami belum bisa menduga. Belum tahu pasangan suami istri atau bukan dan sepasang kekasih atau bukan,” ucapnya.

Hasil olah TKP, tim identifikasi dari Polres Sukabumi mengamankan beberapa butir obat anti nyeri, obat nyamuk, cermin bertuliskan “ini kesepakatan berdua”, dan satu unit sepeda motor jenis matic. Mereka diketahui menginap di hotel ini sejak Sabtu (11/7/2015) malam.

“Kami masih memeriksa tulisan itu apakah pesan yang ditinggalkan mayat atau bukan. Kedua mayat langsung dibawa ke RS Sekarwangi Cibadak untuk kepentngan outopsi,” jelasnya.

Dikatakan Djubaedi, penyidik telah meminta keterangan dari pemilik dan penjaga hotel sebagai saksi. Menurut dia, hasil outopsi dapat diketahui 1×24 jam.

“Kami tidak bisa menduga-duga apakah ini pembunuhan atau bunuh diri. Masih dalam penelusuran pihak Reskrim,” kilahnya.

Seorang saksi Asep (25) mengatakan, selama menginap, kedua korban jarang keluar kamar. Pada malam hari, dari dalam kamar hanya terdengar suara lagu yang biasa diputar dari telepon genggam. “Awalnya mereka mau menginap sehari tapi diperpanjang pas Minggu (12/7/2015) malam. Uang sewa saya terima dari lelakinya, yang perempuan gak terlihat,” katanya.

Asep mengatakan, saat pertama kali datang, sekitar pukul 21.00, Marno terlihat buru-buru menyewa kamar. “Yang cewenya langsung masuk kamar pas malam pertama kali datang. Saya tadinya mau menagih sewa kamar tapi setelah pintu diketuk beberapa kali tak ada jawaban. Saya lalu mengintip dari atas jendela, terlihat ada mayat lelakinya lalu saya lapor polisi,” beber Asep. Reporter : Eman

Mantan Pasutri yang tewas didalam kamar penginapan yang berada dicikakak Palabuhanratu

Mantan Pasutri yang tewas didalam kamar penginapan yang berada dicikakak Palabuhanratu (Photo : Palabuhanratu Online)

diketuk beberapa kali tak ada jawaban. Saya lalu mengintip dari atas jendela, terlihat ada mayat lelakinya lalu saya lapor polisi,” beber Asep. Eeng Herman