REKOR MURI HARUS JADI MOTIVASI


PALABUHANRATU ONLINE –  Aksi bersih-bersih pantai yang berlangsung serentak sepanjang pantai dikabupaten Sukabumi dari Cisolok hingga Tegalbuleud, dimulai pukul 07.30 Sabtu, 28/03/2015, disepanjang garis pantai, memecahkan rekor Muri (museum rekor Indonesia) sebagai karya yang luar biasa dan tercatat dalam Muri.

“Muri akan mencatat karya-karya yang luar biasa seperti yang terbesar, terpanjang dan sebagainya, seperti halnya kegiatan ini” kata Menejer Muri Awan Rahargo seusai penyerahan piagam Muri kepada wartawan dipantai Inna Samudra beach Palabuhanratu, Sabtu (28/03/2015).

Menurut Awan, dalam rangka program “Sahabat Polisi Peduli Pantai” jajaran Polda Jabar dan pemerintah kabupaten Sukabumi menyelenggarakan kegiatan kerja bakti mengumpulkan sampah dipantai Sukabumi sepanjang 80 km, dengan jumlah peserta 10 ribu orang dari semua elemen masyarakat telah memenuhi kriteria Muri dan berhasil memecahkan rekor Muri.

“Dengan memecahkan rekor Muri, diharapkan kegiatan ini menjadi motivasi awal dan akan dilanjutkan secara berkesinambungan” jelasnya.

Awan juga berharap semua masyarakat ikut memiliki, melestarikan serta menjaganya, sehingga sepanjang pantai teluk Palabuhanratu ini menjadi pantai yang bersih, indah dan nyaman.
“Pantai yang bersih dapat mendongkrak potensi ekonomi masyarakat dari sektor pariwisata” pungkasnya.

Dalam kegiatan ini diikuti oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. M. Iriawan, Bupati Sukabumi Sukmawijaya dan jajaran aparatur pemda kabupaten Sukabumi, Serta Dandim 0622/Sukabumi Letkol (Inf) Ari Sudarsono, alim ulama dan elemen masyarakat lainnya, dengan pantauan udara melalui helikoter milik Polda Jawa Barat.

Reporter :    Iyang Sudiharto

Kapolda Jabar, Bupati Sukabumi dan Kapolres Sukabumi saat menerima penghargaan muri pada kegiatan bersih-bersih pantai terpanjang dan peserta terbanyak

Kapolda Jabar, Bupati Sukabumi dan Kapolres Sukabumi saat menerima penghargaan muri pada kegiatan bersih-bersih pantai terpanjang dan peserta terbanyak (Photo : Palabuhanratu Online)

HARI INI BERSIH BERSIH PANTAI SEPANJANG 117 KM DI KABUPATEN SUKABUMI DI CATAT MURI


Kegiatan bersih -bersih pantai sepanjang 117 km di kabupatensukabumi  yang akan dicatat di museum rekor indonesia

Kegiatan bersih -bersih pantai sepanjang 117 km di kabupatensukabumi yang akan dicatat di museum rekor indonesia (Photo : Palabuhanratu Online)

IMG_20150327_183305PALABUHANRATU ONLINE -Kegiatan sahabat polisi peduli dan bersih-bersih pantai di Kabupaten Sukabumi diikuti sebanyak 30 ribu orang yang akan di catat di Museum Rekor Indonesia (MURI) hari ini Sabtu , 27/03/2015.

Bersih-bersih pantai sepanjang 117 km dari sepanjang pantai selatan yang dimulai dari ujung genteng sampai pantai Cibareno berbatasan Banten diikuti dari berbagai kalangan, masyarakat umum, pelajar ,OKP, Ormas dan LSM yang ada di Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan yang diprakarsai oleh Polres Sukabumi ini cukup mendapat antusias dari berbagai kalangan.

 Reporter : Edo

AKSI BERSIH PANTAI SEPANJANG  177  KM DI KAB. SUKABUMI AKAN DICATAT MURI


PALABUHANRATU ONLINE – Aksi bersih-bersih pantai terpanjang dengan melibatkan peserta terbanyak akan digelar disepanjang pantai Sukabumi sepanjang 117 km, Sabtu 28 Maret 2015.

“Program berlabel “Sahabat Polisi Peduli Pantai” merupakan kegiatan kebersihan pantai di Sukabumi secara masal dengan melibatkan semua komponen masyarakat”. Ujar Waka Polres Sukabumi Kompol Johanson Sianturi seusai memimpin rapat persiapan Program Sahabat Polisi Peduli Pantai, di aula Mako Polres Sukabumi di Pabuhanratu, Selasa 24/03/2015.

Dikatakannya, kegiatan dilaksanakan serentak pada Sabtu pagi 28 Maret 2015 tersebar disepanjang pantai mulai dari pantai yang berada di kecamatan Cisolok berbatasan Provinsi Banten hingga kecamatan Tegalbuleud berbatasan dengan Cianjur. “Hingga hari ini, peserta yang sudah bergabung sekitar 27.500 orang, pada pelaksanaan nanti pasti akan bertambah”. Ucap Johanson.

Dia mengajak semua komponen masyarakat dapat bergabung dan mengikuti kegiatan massal yang akan tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai kegiatan kebersihan pantai terpanjang yang diikuti oleh peserta terbanyak.

Ditempat terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) kabupaten Sukabumi H. Dadang Hendar menjelaskan, sifat gotong royong dalam kebersihan merupakan budaya kita sejak lama, hal ini katanya, akan memunculkan kepercayaan pasar pariwisata lantaran Palabuhanratu sebagai destinasi Pariwisata.

“Dampak kegiatan ini sungguh luar biasa karena memiliki “multi player effect” terhadap pertumbuhan ekonomi pariwisata pantai” papar Dadang.

Setelah even ini, Dadang berharap ditindak lanjuti dengan melakukan kebersihan pantai secara rutin dengan melibatkan semua komponen yang berkelanjutan. “PHRI akan menyiagakan semua karyawan hotel didukung kelompok penggerak pariwisata (Kompepar) Balawisata dan Tim pelestarian dan penataan teluk Palabuhanratu (TP3TP)” imbuh Dadang.

Kebersihan pantai di Sukabumi secara masal dengan melibatkan semua komponen masyarakat

Kebersihan pantai di Sukabumi secara masal dengan melibatkan semua komponen masyarakat

10 TAHUN APIT TINGGAL DIRUMAH GUBUK TIDAK LAYAK HUNI DI KP CIKAKAK KEC. CIKAKAK


PALABUHANRATU ONLINE - Apit  (70) sudah hampir 10 tahun  tinggal di rumahnya yang tidak layak huni di Kp. Sirnagalih RT. 03  RW. 03  Ds. Cikakak Kec. Cikakak Kab. Sukabumi. Rumah yang tampak mencolok dari rumah lainnya ini  cukup memprihatinkan keadaannya.

Apit  menjelaskan setelah ditinggal pergi sang istri kini ia hanya berdua dengan cucunya Mutia (15) yang telah lama sakit ingatan.

Rumah dengan ukuran 3×7 meter itu tampak tidak terawat dengan barang-barang  yang berserakan didalamnya. Selain itu Apit yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung hanya menggunakan lampu cempor karena tidak memiliki aliran listrik.

Rumah tidak layak huni yang ditempati oleh Apit dan cucunya selama hampir 10 tahun di ds. cikakak Kecamatan Cikakak Kab.Sukabumi

Rumah tidak layak huni yang ditempati oleh Apit dan cucunya selama hampir 10 tahun di ds. cikakak Kecamatan Cikakak Kab.Sukabumi (Photo : Palabuhanratu Online)

Apit berharap ada bantuan dari pemerintah, agar membantu dirinya dan cucunya agar hidup lebih layak lagi. Dengan kondisi rumah yang sangat tidak layak dan ekonomi yang lemah seperti ini membuat Apit merasa layak untuk dibantu.

Reporter : Ade Willi