EMPAT PENGEDAR SHABU DI BEKUK JAJARAN POLRES SUKABUMI


PALABUHANRATU  ONLINE – Seorang ibu rumah tangga, EJ alias Erna (32), kedapatan menyimpan 50 gram shabu dalam plastik bening yang dibungkus menggunakan kertas timah rokok warna silver di rumahnya, di Kampung Pasir Koet, Desa Karangpapak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Pengungkapan tersebut hasil penyelidikan oleh Sat-Narkoba Polres Sukabumi. “Dari pengakuan tersangka barang tersebut di proleh secara cuma-cuma dari saudara AH alias Arif (40) warga kampung Cigoler Desa Cisolok,” ungkap Kapolres Sukabumi AKBP Mokhamad Ngajib saat menggelar kegiatan Press rilis di aula Reskrim, hari ini Rabu 23/03/2017.

Dijelaskan Ngajib, setelah penangkapan EJ pihaknya kemudian melakukan pengembangan dan langsung melakukan penangkapan terhadap EW (47) di rumahnya. “Pada saat ditangkap tidak ditemukan barang bukti di tangan EW, akhirnya anggota kembali melakukan pengembangan dan berhasil menangkap AH alias Arif berikut barang bukti satu paket kecil sabu yang dibungkus kertas timah rokok,” ungkapnya.

Hasil pemeriksaan terhadap tersangka AH alias Arif, kata Ngajib, diproleh keterangan bahwa barang jenis sabu tersebut, di proleh dengan cara membeli kepada saudara EW, seharga Rp 2jt. “Dua orang tersangka merupakan pengedar dan satu orang yakni EJ yang merupakan ibu Rumah tangga sebagai perantara saja,” pungkas Ngajib.

Kini ketiga tersangka mendekam dirumah tahanan Polres Sukabumi dengan sejumlah barang bukti berupa, 2 paket Sabu yang disimpan didalam kertas rokok, dan 2 buah Handphone masing-masing merk landrover dan Samsung duos warna hitam.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya para tersangka dijerat pasal 114 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 Narkotika, dengan ancaman maksimal 12 tahun kurungan penjara.

Reporter : Bardal

 

KETUA RT DAN TEMANNYA SETUBUHI ANAK DISABILITAS DI RUMAHNYA SENDIRI


PALABUHANRATU ONLINE – Sungguh bejat apa yang telah diperbuat LK (50) salah satu oknum ketua Rukun Tetangga (RT) di Desa Cilangkap, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

LK yang seharusnya memberi contoh yang baik bagi warganya, tapi sebaliknya ia nekat mencabuli anak di bawah umur, ST (14) yang merupakan penyandang disabilitas.

Kapolres Sukabumi AKBP Mokhammad Ngajib mengatakan, tersangka LK ditangkap setelah pihaknya mendapat laporan dari orang tua korban. “Kita melakukan penangkapan terhadap tersangka di rumahnya,” ungkap Ngajib saat menggelar Press rilis kepada sejumlah wartawan, Rabu (23/03).

Dijelaskan ngajib, tak hanya LK yang meyetubuhi korban, tetapi hal yang sama juga dilakukan tetangga korban berinisial JU yang juga merupakan teman dari tersangka LK.

“Iya, setelah pelaku LK, korban juga disetubuhi oleh tersangka JU, di tempat yang sama hanya dengan cara yang berbeda, kalau LK menyetubuhi korban dengan cara mematikan lampu dan langsung mengendong korban kemudian menyetubuhi korban, kalau pelaku JU menyetubuhi korban dengan cara memaksa saat korban tengah tidur dikamarnya,” jelas Ngajib.

Setelah puas menyetubuhi korban lanjut Ngajib, masing-masing pelaku sempat melontarkan ancaman terhadap korban untuk tidak menceritakan terhadap siapapun. “Tersangka mengancam akan mencekik korban kalau sampai menceritakan kejadian tersebut ke orang lain,” beber Ngajib.

Kini kedua tersangka diamankan dirumah tahanan Polres Sukabumi berikut barang buktisatu potong baju, satu celana panjang, serta satu potong celana dalam milik korban.

“Kita jerat mereka dengan pasal 76 E junto pasal 82 ayat 1 UU RI nomor 17 tahun 2016, tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Ngajib. (KRI/KRI Teras Berita)