JUMLAH WARGA KABUPATEN SUKABUMI TERKONFIRMASI POSITIF BERTAMBAH


 

data-covid-19

DATA jumlah khasus Covid-19 di Kabupaten Sukabumi. Foto: Ist

PALABUHANRATU ONLINE  – Jumlah warga Kabupaten Sukabumi terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah. Data terbaru hasil pemeriksaan swab, dari sebanyak 18 orang, sebanyak 12 orang di antaranya negatif, 5 orang masih dalam proses, dan 1 orang dinyatakan positif terpapar virus corona.

Sedangkan hasil rapid test, dari 168 orang yang diperiksa, 144 orang di antaranya negatif, 22 orang dalam proses, dan 2 orang dinyatakan positif.

Jumlah keseluruhan kasus Covid-19 yang berhasil dihimpun dari Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Sukabumi per 1 April 2020 menyebutkan sebanyak 3.087 orang dalam pemantauan (ODP), 63 orang di antaranya selesai pemantauan, dan 3.024 masih dalam pemantauan.

Sementara jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 44 orang. Sebanyak 21 orang dinyatakan selesai pengawasan, dan 21 orang lainnya masih dalam pengawasan.

“Metode pemeriksaan swab test dan rapid test itu sangat berbeda. Kami sudah menerima data orang yang positif baru 3 orang. Itu hasil pemeriksaan dari dua metode yang dilakukan Litbangkes Provinsi Jabar,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Harun Alrasyid, Rabu (1/4/2020).

Pemkab Sukabumi terus melakukan penanganan, pengendalian, dan pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Satu di antaranya penyekatan dan sterilisasi di daerah perbatasan dengan kabupaten dan kota lainnya di Kabupaten Sukabumi.

“Kami mohon seluruh masyarakat bisa berpartisipasi aktif menjalankan anjuran pemerintah agar penanganan, pengendalian, dan pencegahan Covid-19 ini bisa berjalan cepat serta efektif. Intinya, masyarakat harus berperilaku hidup bersih dan sehat di lingkungannya masing-masing,” imbau Harun.

Reporter : M. Yusuf

covi

 

KABUPATEN SUKABUMI STERILISASI KENDARAAN DARI LUAR DAERAH DI WILAYAH PERBATASAN


car

KENDARAAN maupun orang yang lalu-lalang di daerah perbatasan disterilisasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi.

PALABUHANRATU ONLINE  – Pemkab Sukabumi mulai menyekat wilayah perbatasan Sukabumi-Cianjur dan Sukabumi-Bogor, Senin (30/3/2020). Sterilisasi tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sukabumi.

Di perbatasan Sukabumi-Cianjur dipusatkan di Kecamatan Sukalarang. Sementara di perbatasan Sukabumi-Bogor dilaksanakan di Terminal Benda, Kecamatan Cicurug.

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, turun langsung memimpin kegiatan penyekatan. Hadir juga Dandim 0607/Kota Sukabumi Letkol (Inf) Danang Prasetyo Wibowo. Sedangkan di Terminal Benda, dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri.

“Semua potensi perangkat daerah kita kerahkan untuk melaksanakan gerakan percepatan penanggulangan virus Covid-19 dengan cara penyekatan dan sterilisasi di daerah perbatasan. Aksi ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona di wilayah Kabupaten Sukabumi,” ujar Marwan di sela penyekatan dan sterilisasi di daerah Kecamatan Sukalarang, Senin (30/3/2020).

Setiap orang maupun kendaraan yang lalu-lalang di daerah perbatasan disterlisasi untuk mencegah penyebaran corona. Sterilisasi dilakukan dengan beberapa cara di antaranya penyemprotan kendaraan menggunakan disinfektan, pengecekan suhu tubuh, serta sterilisasi penumpang menggunakan antiseptik dan cuci tangan. Termasuk pendataan setiap orang yang akan ke Kabupaten Sukabumi.

Para petugas dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi, dibekali alat pelindung diri (APD) lengkap saat melakukan sterilisasi kendaraan maupun orang yang lalu-lalang di daerah perbatasan.

“Dengan cara seperti ini mudah-mudahan virus korona tidak lagi mewabah di Kabupaten Sukabumi. Kami sudah berupaya maksimal melakukan pencegahan dan antisipasi penyebaran Covid-19,” tegas Marwan.

Marwan meminta masyarakat Kabupaten Sukabumi yang berada di zona merah tidak mudik dulu ke kampung halaman. Hal itu untuk memutus mata rantai sebaran virus corona di wilayah Kabupaten Sukabumi. Menurut Marwan, sterilisasi di perbatasan lebih mudah ketimbang harus mencegah di 47 kecamatan.

“Sterlisasi di daerah perbatasan ini untuk menekan penambahan jumlah warga yang terpapar corona. Kalau warga dari zona merah yang sudah berada di Sukabumi, kami harap bisa mengisolasi secara mandiri di rumah,” tandasnya.

Saat ini, orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) di Kabupaten Sukabumi terjadi peningkatan signifikan. Peningkatan ODP dan PDP itu diduga berasal dari warga luar daerah, terutama dari zona merah yang pulang ke Sukabumi. Karena itu, Pemkab Sukabumi mengimbau penduduk Sukabumi yang berada di luar daerah saat Lebaran nanti tidak mudik.

Reporter : M.Yusuf

iklan_gisbh_palabuhanratu_chill_grill