PAGUYUBAN KADES (JARO) CISOLOK KECEWA DENGAN ULAH OKNUM WARTAWAN


PALABUHANRATU ONLINE - Oknum Wartawan yang berinisial “R” yang mengaku-ngaku dari sebuah Media cetak, sering melakukan intimidasi terhadap beberapa kepala desa yang berada di Kecamatan Cisolok Kab.Sukabumi.

Oknum wartawan ini sering melakukan kegiatan jurnalisnya dengan modus membuat berita profil tentang desa dan menjual sesuatu dengan cara memaksa. Kejadian ini sering dialami beberapa kepala desa dan kepala sekolah dikecamatan Cisolok.

Seperti yang dialami salah seorang Kepala Sekolah Dasar Negeri di Cisolok, bahwa, Sdr R pernah juga menjual sesuatu dengan sedikit memaksa kesekolahnya dengan harga 200 Ribu, serta membawa proposal untuk meminta bantuan dana, yang katanya untuk mengadakan sebuah Seminar Tentang Jurnalistik.

Hal ini juga terjadi kepada Aripin, Kades Gunung Tanjung Kec. Cisolok, yang berujung perkelahian. Oknum wartawan R mendatangi kantor desa Gunung Tanjung pada Jumat, 21 Nopember 2014 untuk meminta uang sejumlah 500 ribu dengan dalih untuk Pembayaran Profile tentang Desa Gunung Tanjung, yang katanya akan diberitakan di Medianya, tapi dengan cara yang tidak elegan dan sambil menggerutu, ” Dasar Jaro didinya mah teu ngarti, uang Ban Gub ka saya oge Jaro teu mere .” mendengar perkataan seperti itu sang kepala desa merasa tidak nyaman dan langsung menelepon oknum wartawan “R” dengan sedikit agak emosi.

Akhirnya dari jawaban “R” tersebut terlontar juga sebuah tantangan, bahwa katanya kalau Jaro berani, sok ku saya di tungguan sekarang juga di Alun-alun Kota Palabuhanratu, mendengar tantangannya tersebut, yang tadinya Kades hendak berangkat Jumatan, langsung berangkat untuk memenuhi tantangan Oknum wartawan “R”, selanjutnya terjadilah percekcokan antara Kades dengan oknum “R”, saking ributnya percekcokan tersebut, mereka yang hendak Sholat Jumat di Mesjid Agung, akhirnyapun merubung kami,” jelas Aripin Selasa, 24/11/2014.

Dengan kerumunan orang, akhirnya saya malu dan terdiam, ketika saya sedang menunduk, tiba-tiba Oknum “R” membuka bajunya memukul saya, hampir saja pukulannya tersebut mengenai muka saya, kalau saja tidak dihalangi Sekdes Uman, Sekdes Uman sempat mengahalangi serangan oknum “R” tersebut, dengan Reflek oknum “R” pun di dorong olehnya, hingga jatuh terjerembab mukanya mengenai tanah, yang kemudian oknum”R” lari dari tempat itu setelah dilerai oleh beberapa rekan para Kades dan juga oleh beberapa para rekan Wartawan, yang kebetulan pada waktu kejadian sedang berada ditempat tersebut.

Atas kejadian tersebut Ketua Asosiasi Para Kepala Desa (APDESI) Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi Yusuf Supriadi, “Kami sebagian para Kepala Desa dari Kecamatan Cisolok, pada waktu kejadian tersebut betul-betul ikut menyaksikan dan juga melerai pertengkaran antara “R” dengan Kades Aripin, kami sangat menyesalkan kejadian ini, selama saya menjadi Kepala Desa, baru kali ini terjadi, Wartawan harus sampai berantem,”ujar Yusuf yang juga Kades Wangunsari.

“Padahal Kepala Desa yang berada diwilayah Cisolok dengan rekan-rekan wartawan dari media manapun senantiasa bermitra, Kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian, untuk tidak terjadi kesalah fahaman antara para Kepala Desa dengan para rekan-rekan dari Wartawan, maka mari kita hargai proses Hukum yang akan berjalan nanti, karena dengan adanya proses Hukum, segalanya bisa menjadi jelas, siapa yang salah dan siapa yang benar, “ terang Yusuf.

Laporan : Tim FJP Palabuhanratu

KORBAN TERGULUNG OMBAK DITEMUKAN


PALABUHANRATU ONLINE -Setelah dilakukan pencarian oleh Sar Gabungan terdiri dari Satpolair Polres Sukabumi, Basarnas, Sar daerah dan Balawista kabupaten Sukabumi. Fahrul Rahman  korban yang hilang, sore ini berhasil ditemukan sudah meninggal dunia.

Jasad wisatawan asal tambun Bekasi itu, ditemukan ditengah perairan Karangpapak Cisolok atau sekitar 2 km dari tempat kejadian dengan posisi telungkup dan masih mengenakan celana pendek hitam.

Korban kemudian dievakuasi kedarat menggunakan perahu, kemudian dibawa ke RSUD palabuhanratu. Saat ini korban sudah berada di kamar jenazah RSUD Palabuhanratu untuk di visum oleh tim medis.

Korban Fahrul Rahman merupakan salah satu dari 3 korban yang terseret arus ombak saat berenang dipantai Karanghawu Cisolok kemarin, (22/11/2014),

Sebelumnya, Putra Pranajaya (21) berhasil ditemukan dan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit, sementara Ignatius Rico (18) selamat dan masih menjalani perawatan.

ANGKOT MOGOK, PENUMPANG TERLANTAR


PALABUHANRATU ONLINE -Para pengemudi angkutan kota (angkot) jurusan Cibadak -Cicurug sejak pagi tadi melakukan aksi mogok dengan tidak mengangkut penumpang, mengakibatkan calon penumpang sepanjang jalur tersebut terlantar.

“Tuntutan kami belum dipenuhi sementara bahan bakar minyak (BBM) sudah naik beberapa hari lalu” ujar Mardi salah seorang pengemudi jurusan Cibadak Cicurug diterminal Cibadak kabupaten Sukabumi, Jum’at 21/11/2014.

Menurutnya, pemerintah harus segera menentukan berasan kenaikan tarif angkot yang sesuai dengan kondisi saat ini agar tidak memberatkannya. “Segera tentukan tarif ongkos Cibadak-Cicurug, sebab kalo tidak, kami akan menanggung kerugian karena biaya operasional tidak tertutup” keluhnya.

Sementara itu, untuk membantu mengangkut calon penumpang, jajaran Polres Sukabumi mengerahkan 1 unit truk dan 1 unit bis Dalmas dioperasikan. “Sejak pagi kami operasikan 2 unit kendaraan Dalmas, untuk mengangkut anak sekolah dan warga yang akan beraktivitas” tutur Kepala Satuan Dalmas Polres Sukabumi AKP Asmadi yang dihubung melalui telefon seluler.

Kendaraan Polsek-Polsek setempat, kata Asmadi, juga dioperasikan hingga pengemudi angkutan kota kembali beroperasi secara normal.

PASIEN DI RSUD SEKARWANGI BEBAS BERKELIARAN


image

Pasien yang bebas berkeliaran sedang membeli buah di gerbang RSUD Sekar Wangi Cibadak.

PALABUHANRATU ONLINE -Beberapa pasien yang sedang menjalani perawatan di instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Sekarwangi dengan leluasa bebas berkeliaran. Bahkan sebagian pasien bisa leluasa keluar kompleks rumah sakit untuk berbelanja keperluan dengan selang infus masih tergantung dilengannya.

“Bebas, mereka (para pasien) keluar masuk dan belanja keperluan untuk bekal selama berada di rumah sakit” kata Heri (42) salah seorang penjual makanan di RSUD Sekarwangi Cibadak kabupaten Sukabumi, Senin, 17/11/2014.

Heri yang mangkal didepan gerbang RSUD itu mengaku tidak aneh bila melihat orang belanja dengan selang dan botol infus masih menempel ditangan. Seperti salah seorang pasien dengan tenangnya membeli buah-buahan didepan gerbang tanpa ada teguran dari para medis ataupun petugas keamanan. “Tuh, lihat, ditangan orang itu pegang botol infus dan selang” ujar Heri sambil meyakinkan dengan menunjuk sesorang dari kejauhan.

Humas RSUD Sekarwangi, Ramdansyah menjelaskan, para pasien dilarang keluar ruangan apalagi berbelanja hingga keluar gerbang. Namun pihaknya mengaku kekurangan petugas keamanan (Satpam) sehingga sulit mengawasi pasien. “Kami hanya memiliki 20 anggota satpam dibagi 3 shift dan harus mengawasi area rumah sakit seluas 5 hektar. Papar Heri dihubungi melalui telefon selular.

Idealnya, lanjut Heri, 50 anggota satpam bisa meng”cover” seluruh aktivitas dirumah sakit. “50 anggota baru cukup, dengan asumsi, 15 anggota tiap shift” imbuhnya.

KONDISI PESISIR PALABUHANRATU MULAI TERANCAM


PALABUHANRATU ONLINE - Pantai Palabuhanratu kabupaten Sukabumi sebagai salah satu destinasi atau obyek daya tarik wisata di Jawa Barat memiliki keindahan dan keunikan alam pesisir yang natural, didukung karakter ombak yang memiliki bentangan panjang, sehingga bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk berselancar (Surfing) oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Namun keindahan dan nilai natural pesisir pantai di sepanjang teluk Palabuhanratu, akhir-akhir ini terganggu dengan banyaknya bangunan hotel, rumah tinggal dan warung serta pagar penghalang.

Dimana pengunjung saat keliling menggunakan kendaraan tidak bisa lagi memandang lepas ke area pantai lantaran banyak obyek yang menghalangi pemandangan. Demikian juga dengan spandan pantai, saat ini banyak diklaim oleh kalangan pengusaha dan dibuat bangunan atau pagar yang diduga tidak mengantongi ijin, padahal area sepandan pantai seharusnya zona bebas dari pagar dan bangunan.

Saodah, Menejer Ocean Queen di Desa Cikahuripan kecamatan Cisolok kabupaten Sukabumi, mengeluhkan adanya pagar pembatas yang dibangun oleh PT. Legon Pari yang berada di zona sepadan pantai. Pagar tersebut sangat mengganggu aktivitas. “Warga setempat dan para wisatawan merasa terganggu karena menutup akses jalan pesisir pantai” kata Saodah saat ditemui beberapa waktu lalu kepada awak media.

Saodah mengaku beberapa bulan lalu sudah membuat laporan terkait dengan gangguan atas dibangunnya pagar pembatas milik Legon Pari, kepada instansi terkait, seperti Kepala Desa Cikahuripan, Camat Cisolok, Satpolair Polres Sukabumi dan Pos TNI AL Palabuhanratu.

“Pertemuan dengan instansi terkait sudah dilakukan, hingga kini tidak ada titik terang” katanya. Terakhir, Tanggal 20 Oktober 2014 lalu, Saodah berkirim surat kepada Bupati Sukabumi perihal permohonan audien/ bertemu Bupati. “Hingga hari ini juga pak Bupati tidak merespon pertemuan sudah beberap surat yang kami kirimkan” papar Saodah.

Sebelum dibagun pagar yang berada disepadan pantai itu, ujar Saodah, warga setempat dan wisatawan dengan leluasa bisa berjalan keliling sepanjang pantai Legon Pari, namun setelah dipagar, akses jalan jadi tertutup. Saodah menjelaskan, penutupan akses jalan tersebut sangat berdampak pada minat pengunjung. “Angka kunjungan wisatawan turun hingga 50% sejak adanya pagar itu” sesalnya. Menurut Kepala Desa Cikahuripan kecamatan Cisolok, Heri Suryana, pagar yang dibangun pihak Legon Pari memang berada disepadan pantai, pihaknya tidak pernah menerbitkan rekomendasi ijin bangunan pagar atau apapun di area tersebut.

“Antara menejemen Ocean Queen dan Legon Pari sudah kami coba fasilitasi, namun belum ada titik temu, kami berharap pihak pemda kabupaten Sukabumi segera menangani dan menertibkan mengenai penataan bangunan sepanjang pantai” tuturnya yang ditemui secara terpisah. Heri juga menghimbau kepada pemilik hotel yang lain agar mengurus ijin terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas atau membuat membangun disepanjang pantai. “Tempuh dulu prosedur perijinan, baru bisa membuat bangunan” tandas. Pungkas Heri.

PANTAI PALABUHANRATU YANG MULAI TERANCAM

PANTAI PALABUHANRATU YANG MULAI TERANCAM

SATU BALITA MENINGGAL DUNIA TERTIMBUN LONGSOR


image

IPALABUHANRATU ONLINE -Muhammad Nirwan balita berusia 2.5 tahun meninggal dunia, sementara Tati Sulastri (26) dan Rafli selamat, setelah tertimbun longsor di Kampung Baru Rt 04/01 desa Berekah kecamatan Bojong Genteng kabupaten Sukabumi.

Kepala Desa Berekah kecamatan Bojonggenteng, Andriansyah mengatakan, peristiwa ini terjadi pukul 22.30 rumah milik Obay yang berada diatas mengalami longsor dan menimpa Idih. “Seketika rumah Idih tertimpa material longsoran dan menimbun ketiga korban yang sedang terlelap tidur” tutur andriansyah dilokasi kejadian, Rabu, 06/11/2014.

Pihaknya dibantu warga segera menggali tumpukan material dan berhasil menemukan 2 korban yang selamat, menyusul 1 korban balita ditemukan sudah meninggal dunia.

“Ketiga korban selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke puskesmas Bojonggenten untuk menjalani perawatan” ujarnya.

Hingga kini kedua korban selamat sudah diperbolehkan pulang dan jasad Muhammad Nirwan sudah dikebumikan.

6 UNIT KENDARAAN PLTU DIDUGA TAK BERSURAT RESMI


PALABUHANRATU ONLINE -Sebanyak 6 unit kendaraan bermotor yang dioperasikan untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jabar 2 yang berada di Palabuhanratu kabupaten Sukabumi, diduga tak memiliki surat-surat resmi.

2 unit pemadam kebakaran (damkar) dan 4 unit dump truck selama 2 tahun berada di PLTU tidak memiliki tanda nomor kendaraan bermotor (TNBK) dan bukti pemilik kendaraan bermotor (BPKB) dari kantor Samsat.

“Ya, sudah dua tahun 6 kendaraan itu disini dan tidak memiliki dokumen sah dari Samsat” papar General Manajer Indonesia Power (IP) PLTU Jabar 2 Palabuhanratu, Hendra kepada para wartawan di aula PLTU. Rabu, 05/11/2014.

Hendra mengaku masih sibuk mengurus proses masa peralihan dari status proyek pembangunan ke tahap operasi produksi pembangkitan. “Sejak 1 Oktober 2014 lalu baru masa peralihan PLTU sehingga kami masih disebukkan dengan pengumpulan asset termasuk data-data pendukungnya” ujarnya didampingi jajaran menejer PLTU Palabuhanratu.

Hendra akan mengurus kelengkapan surat-surat kendaraan asal China itu ke samsat setempat setelah dokumen pendukungnya lengkap, tanpa menyebutkan waktu pastinya. Reporter : Iyang Sudiharto.