Kapolsek Jampang Tengah Sukabumi Meninggal Saat Kawal Demo


PALABUHANRATU ONLINE – Kapolsek Jampang Tengah AKP Dadang Surachman dikabarkan meningal dunia saat tengah mengawal demo massa dari Ormas Fraksi Rakyat dan sejumlah organisasi kemahasiswaan, sekitar pukul 10.15 WIB, Rabu (24/9/2014). Diduga Dadang terkena serangan jantung.

Informasi yang dihimpun, Dadang baru menjabat sebagai Kapolsek Jampang Tengah selama tiga bulan.

“Almarhum meninggal dunia saat melakukan pengawalan sejumlah massa yang akan melakukan aksi demo di kantor BPN Kabupaten Sukabumi, saat dalam perjalanan dari Jampang Tengah menuju lokasi aksi di Kota Sukabumi,” ungkap salah seorang anggota Polres Sukabumi AKP Suhardiman.

Sejumlah massa melakukan aksi terkait isu pertanahan dan pertanian. Aksi melibatkan 200 orang dari berbagai Organisasi Massa dan kemahasiswaan.

“Kita akan meminta BPN untuk melakukan pembaharuan agraria yang memberikan manfaat bagi masyarakat banyak agar negara kita menjafi produsen pangan yang berdaulat,” ungkap Rozak Daud koordinator aksi dari organisasi Fraksi Rakyat.

PEMBANGUNAN PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA SUDAH MENEMUKAN TITIK TERANG


PALABUHANRATU ONLINE – Setelah hampir tiga tahun rencana pembangunan pelabuhan perikanan terkatung-katung, kini sudah menemukan titik terang, pembangunan yang terkendala akibat pembebasan lahan milik pertamina itu tinggal realisasi pembebasan.

Dikatakan oleh Rustandi selaku kepala PPNP (Pelabuhan Perikanan Nasional Palabuhanratu) bahwa tanah yang sekarang didiami oleh warga tersebut sudah clear diketuk palu yang sifatnya ingkrah dan pertamina siap mengganti rugi untuk pembebasan lahan tersebut .

DILAHAN 13 HEKTAR INILAH PEMBANGUNAN PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA YANG AKAN SEGERA DIBEBASKAN

DILAHAN 13 HEKTAR INILAH PEMBANGUNAN PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA YANG AKAN SEGERA DIBEBASKAN (Photo : A.AHDA)

“Kalau secara kepemilikan sudah clear melalui keputusan MA bahwa lahan 13 hektar tersebut mutlak milik pertamina, dan kita akan berurusan oleh pertamina melalui P2T (Panitia penyedia tanah yang dlakukan oleh pihak pemerintah Kabupaten melalui Sekda dan BPN,”

“Untuk pekerjaan pelabuhan perikanan kita sudah ada agrimen dengan pihak francis karena proyek ini merupakan G to G pemerintah dan pemerintah,” ujar Rustandi dikantornya hari ini Kamis, 25/09/2014.

“Untuk pembangunannya sendiri dijadwalkan 2015 ini akan segera direalisasikan, bahwa pembangunan pelabuhan perikanan samudera ini merupakan pilot project dari lima pelabuhan yang ada di Indonesia,” terang Rustandi.

Lahan peruntukan pembangunan tersebut didiami oleh 181 KK yang masih dalam proses pembebasan.

DIFITNAH OKNUM WARTAWAN, SEORANG PENGUSAHA SUKABUMI LAPOR POLISI


PALABUHANRATU ONLINE -Merasa difitnah dan nama baiknya dicemarkan, Usman Effendi, seorang pengusaha di sukabumi melaporkan DK oknum wartawan yang dilansir tabloid WartaOne sebuah tabloid dua mingguan.

“Ini pencemaran nama baik, lebih ke fitnah, dia (terlapor) tidak mengindahkan kode etik jurnalistik” kata Usman kepada wartawan seusai membuat laporan di kantor Polsek Cibadak Kabupaten Sukabumi hari ini Rabu, 23/09/2014

Usman merasa, sebelumnya tidak bernah diwawancara atau dikonfirmasi terkait masalah tersebut. “Tiba-tiba dia membuat tulisan ditabloid itu yang isinya memojokkan saya, pak Bupati, pak Camat dan Kepala Desa Tenjojaya terkait dengan koperasi Tenjojaya, penambangan dan proses pertanahan” tandasnya.

Selama proses pengurusan koperasi, pertambangan dan pertanahan itu, dia mengaku sudah sesuai dengan aturan dan sesuai prosedur yang sebenarnya. “Tidak mungkin yang mengeluarkan (ijin) itu tanpa dasar aturan” kata pengusaha asal Cicantayan kabupaten Sukabumi itu.

Ketika ditanya apa ada kaitan dengan ditangkapnya KPK gadungan beberapa waktu lalu, usman enggan menjelaskan secara rinci. “Kita lihat hasil pengembangan penyidikannya nanti, karena KPK gadungan itu juga pegang tabloid ini” urainya.

Beberapa waktu, beredar tabliod “WartaOne” yang isinya mengungkap proses pembentukan koperasi dan proses pengurusan pertanahan juga pertambangan. Kemudian didatangi KPK gadungan, Usmanpun melaporkan KPK gadungan yang berniat memerasnya.
Laporan : Iyang Sudiharto

image

KPK GADUNGAN BERHASIL DIBEKUK OLEH POLSEK CIBADAK


Barang bukti yang diamankan oleh Polsek Cibadak

Barang bukti yang diamankan oleh Polsek Cibadak

PALABUHANRATU ONLINE CIBADAK   -Jajaran Polsek Cibadak Kabupaten Sukabumi mengamankan 3 orang yang mengaku-ngaku sebagai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta.

Menurut salah satu sumber di Polsek Cibadak menyebutkan, hingga saat ini penyidik reskrim Polsek cibadak masih memeriksa secara intensif ketiga KPK abal-abal itu.

“Ya, masih dilakukan pemeriksaanCIBADAK
Sumber itu juga menyebutkan, dalam pemeriksaan ditemukan barang bukti berupa dua lembar surat tugas, kartu identitas yang berlogokan KPK, dua kalung lencana kehormatan KPK, rompi kpk dan satu unit mobil avanza velos yang bernomor polisikan B 1789 KPK.

Peristiwa ini terungkap saat Usman Effendi, warga desa Cimahi kecamatan Cicantayan kabupaten Sukabumi, pada Jum’at siang didatangi 4 orang yang yang mengaku penyidik KPK dan langsung mengintimidasinya bahwa Usman punya hutang ke koperasi Bina Jaya senilai 2,3 milyar,  lalu yang 2 orang tersebut memberikan kartu nama identitas dirinya bahwa dia dari KPK.

Merasa tidak yakin, Usman lalu mengirim bukti-bukti – bukti identitas KPK yang dipegangnya melalui email ke kantor KPK pusat. Usman Kemudian mendapat keterangan melalui telepon dari KPK pusat bahwa, KPK tidak pernah memberikan kartu nama dan stempel berwarna merah.

Usman merasa yakin orang-orang tersebut adalah KPK gadungan kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Cibadak.

Pihak Polsek Cibadakpunberhasil meringkus 3 KPK gadungan satu diantaranya melarikan diri dan masih dalam pengejaran .

PIPIN, SATU TAHUN HIDUP DIKANDANG KAMBING


PALABUHANRATU ONLINE KALAPANUNGGAL – Pipin (58) Warga Kp. Cipurut RT. 23/07 Ds. Gunung endut Kec. Kalapanunggal Kab. Sukabumi Jawa Barat sudah satu tahun tinggal di kandang kambing.

Menurut Pipin dirinya terpaksa tinggal di kandang kambing karena dirinya tidak ingin hidup dengan saudaranya, Ia tinggal bersama 4 Kambing milik saudara nya itu.

Pipin yang ke sehariannya buruh pencari rumput untuk kambing yang tinggal

Pipin (58) Warga Kp. Cipurut RT. 23/07 Ds. Gunung endut Kec. Kalapanunggal Kab. Sukabumi Jawa Barat sudah satu tahun tinggal di kandang kambing.

Pipin (58) Warga Kp. Cipurut RT. 23/07 Ds. Gunung endut Kec. Kalapanunggal Kab. Sukabumi Jawa Barat sudah satu tahun tinggal di kandang kambing.(Photo : Anry Wijaya)

bersamanya , kambing tersebut milik tetangganya untuk di pelihara oleh keluarga Pipin.

“Saya sudah satu tahun hidup bersama 4 kambing milik saudara, terpaksa tinggal dikandang karena usaha ternak kambing merupakan satu-satunya yang bisa saya lakukan,” ujar janda yang sudah 25 tahun bercerai ini.

Sementara itu , Kepala Desa Gunung Endut Dede Mistar Setiawan pihaknya tidak mengetahui bahwa ada warganya yang hidup di kandang kambing, terlebih sudah satu tahun mendiami kandang kambing.

Laporan : Anry Wijaya

KANDANG AYAM DI DESA SIMPENAN SEBARKAN BAU TAK SEDAP , WARGA RESAH


PALABUHANRATU ONLINE PALABUHANRATU – Keberadaan Kandang ayam peternakan ayam potong di Kp.Babakan Peundeu Ds. Cidadap Kecamatan Simpenan Kab.Sukabumi cukup meresahkan para warga yang berada disekitarnya.

Selain bau menyengat tidak sedap keberadaan kandang ayam juga dipenuhi lalat –lalat .

Kandang ayam yang sudah berdiri seak setahun lalu itu ternyata tidak memiliki

Kandang ayam peternakan ayam potong di Kp.Babakan Peundeu Ds. Cidadap Kecamatan Simpenan Kab.Sukabumi  cukup meresahkan para warga

Kandang ayam peternakan ayam potong di Kp.Babakan Peundeu Ds. Cidadap Kecamatan Simpenan Kab.Sukabumi cukup meresahkan para warga (Photo : Ahda)

izin, “sampai hari ini saya belum pernah mengeluarkan rekomendasi izin untuk pengoperasian kandang ayam yang berada di desa Cidadap, saya sudah menegur para pemilik kandang ayam yang dimaksud, namun sampai hari ini panggilan saya tidak dihiraukan,” ujar M. Amin Hidayat Kades SImpenan.

Menurut Amin “Kalau ini menjadi permasalahan di masyarakat silahkan saja untuk di tindak kalau perlu di tutup sekalian ,” terangnya kepada Palabuhanratu Online, Rabu, 10/09/2014.

LIA DITEMUKAN MENINGGAL DIDALAM SUMUR


PALABUHANRATU ONLINE -Lia (20) warga kp. Citamiang Rt 02/10 desa Cidadap kecamatan Simpenan kabupaten Sukabumi, ditemukan sudah meninggal dunia didalam sumur yang biasa dipakai mandi dan mencuci.

Ketua Sar Daerah Sukabumi Okih Fajri mengatakan, berdasarkan laporan warga sekitar pukul 07.30, korban berhasil dievakuasi jajaran Sarda dan aparat Polsek Simpenan dibatu warga setempat.

“korban ditemukan dalam posisi telungkup, kondisi jasad sudah membengkak, kulit tangan dan wajah sudah mengelupas” ujar Oki ditempat kejadian, Kamis 04/09/2014.

Melihat kondisi jasad seperti itu. Oki menduga, korban yang sedang mengandung sekitar 4 bulan itu sudah terendam air sumur sekita 3 hari lalu.

Korban segera dibawa ke RSUD Palabuhanratu untuk divisum dan saat ini masih berada diruang jenazah RSUD setempat.

Sementara, menurut tetangga korban, Ibeng (35). 2 hari lalu korban masih terlihat belanja sayuran ke warung tidak jauh dari tempat tinggal korban, dan korban sudah lama mengidap penyakit epilepsi. “Korban terjatuh mungkin saat menimba air sumur yang tidak pake pelindung tembok itu” jelas ibeng sambil menerangkan suami korban masih berada diluar daerah untuk berdagang.