KANDANG AYAM TERBAKAR DI MALAM TAKBIR 


PALABUHANRATU ONLINE – Sekitar 5 ribu ekor ayam terpanggang saat kebakaran melanda kandang di proyek ternak ayam pedaging  di Kampung Bojonglongok RT 02/05 Desa Bojonglongok Kecamatan Parakansalak kabupaten Sukabumi saat malam takbir berlangsung.

Peristiwa kebakaran terjadi Senin pukul 03.00 dinihari menghanguskan satu kandang berukuran 7×38 meteri persegi. “Sumber api diduga berasal dari

kebakaran melanda kandang di proyek ternak ayam pedaging  di Kampung Bojonglongok RT 02/05 Desa Bojonglongok Kecamatan Parakansalak kabupaten Sukabumi

kebakaran melanda kandang di proyek ternak ayam pedaging di Kampung Bojonglongok RT 02/05 Desa Bojonglongok Kecamatan Parakansalak kabupaten Sukabumi

percikan dari kompor batu bara yang diunakan sebagai bahan bakar untuk menghangatkan ayam, percikan api merambat ke matrial lain yang menimbulkan kebakaran hebat” kata Singgih pemilik kandang kepada Palabuhanratu Online saat membereskan puing-puing kebakaran, Senin 28/07/2014.

Untuk memadamkan si jago merah, Singgih mengaku kesulitan mendpatkan air, dengan peralatan seadanya, dia berusaha memadamkan api. “Para pekerja sudah libur lebaran jadi saya berusaha sendiri” tuturnya

Pukul 06.30 api mulai mengecil dan semua kandang sudah hangus rata dengan tanah. Dalam peristiwa ini kerugian dittaksir mencapai 150 juta dan semua ayam hangus terpanggang. (Iyg)

SPBU Terang-terangan Jual BBM Kepada Konsumen Menggunakan Drum dan Jerigen


 – IMG_20140725_150842

KONSUMEN YANG MENGAKU MERTUA DARI ANGGOTA DEWAN KABUPATEN SUKABUMI DENGAN TERANG-TERANGAN MEMBELI BBMMENGUNAKAN DRUM DAN JERIGEN

KONSUMEN YANG MENGAKU MERTUA DARI ANGGOTA DEWAN KABUPATEN SUKABUMI DENGAN TERANG-TERANGAN MEMBELI BBM MENGUNAKAN DRUM DAN JERIGEN

PALABUHANRATU ONLINE – Penyelewengan BBM (Bahan Bakar Minyak) bersubsidi jenis solar seringkali terjadi di SPBU yang sengaja menjual kepada perusahaan yang menggunakan Drum dan jerigen. Seperti yang tertangkap kamera wartawan Palabuhanratu Online Jumat, 25/07/2014 sekira pukul 16.30 WIB di  SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) No. 34-43312 yang berada di Kp. Batu Sapi jalan Jajaway Palabuhanratu Kecamatan Palabuhanratu  Kabupaten Sukabumi. Nampak dengan jelas, sopirnya tengah mengisi 12 jerigen dan Drum dalam sebuah mobil bak terbuka dengan cara terang-terangan.

Menurut Ibu sang Pembeli BBM bahwa dirinya sudah bertahun-tahun membeli dengan cara seperti ini, di SPBU tersebut, bahkan ia mengaku mertua dari anggota dewan Kabupaten Sukabumi. Sambil memperlihatkan surat izin yang selalu ia bawa-bawa, ternyata surat izin yang diperlihatkan sudah kadaluarsa sejak tahun 2012.

pada sebuah aturan dimana didalamnya dijelaskan, bahwa SPBU yang terbukti menjual BBM bersubsidi kepada perusahaan menggunakan jerigen tanpa izin, maka akan di berikan sanksi pidana dengan ancaman 4-6 tahun dan denda 40-60 milyar sesuai undang – undang migas NO 22 tahun 2001, dan yang namanya perusahaan tidak boleh memakai BBM bersubsidi.

Selain itu, pertamina juga akan mengenakan sanksi pasokan BBM dihentikan dan pemutusan hubungan usaha ( PHU ) karena selama ini pertamina tidak pernah mengijinkan penjualan BBM bersubsidi di SPBU terhadap perusahaan yang menggunakan jerigen, apalagi pake drum, dan didalam aturan perintah, perusahaan tidak boleh memakai BBM bersubsidi, tetapi harus memakai BBM non subsidi itu juga harus ada surat keterangan dari intansi terkait ( DISPERINDAG ), adapun yang di beri izin untuk pengecer ( 2 Tak ) harus menunjukan surat izin pembelian dari pemerintah daerah dan polsek terdekat, itupun tidak diberikan secara sembarangan kepada masyarakat harus melalui verivikasi terlebih dahulu, kalau untuk perusahaan harus ada ( DO ) dari pertamina.

Sementara itu, pengawas SPBU Jajaway NO. 34-43312, ditemui tidak ada ditempat selularnyapun tidak aktif.

Diminta pertamina dan aparat hukum usut tuntas SPBU nakal di Palabuhanratu yang menjual BBM bersubsidi pada pembeli yang menggunakan jerigen untuk perusahaan, untuk perusahaan tidak boleh menggunakan BBM bersusidi. (Tim Palabuhanratu Online)

RISKI TEWAS TEWAS TERBAKAR AKIBAT SPIRITUS


Riski Maulidan 7 Thn meninggal akibat Spiritus

Riski Maulidan 7 Thn meninggal akibat Spiritus

– Setelah seminggu dirawat di Rumah Sakit Bunut Sukabumi akhirnya Rizki Maulidan (7) akhirnya meninggal dunia.

Rizki yang mengalami luka bakar hampir 75 persen disekujur tubuh akibat terkena bahan bakar cair spiritus pada Selasa,15/07/2014

Putra dari pasangan Ujang dan Eni Ruweini (Bidan) awalnya bermain Letupan (Lodong) bersama teman-temannya entah kenapa cairan spiritus mengenai tubuh Riski yang mengakibatkan luka bakar.

“Saya tidak mengetahui persis kejadiannya, tapi saya sempat memadamkan api yang ada di tubuh anak saya,” ujarnya kepada Palabuhanratu Online selasa, 21/07/2014.

Jasad korban disemayamkan di rumah duka di Kp. Gang Lumbung RT.02 RW.05 Palabuhanratu, rencananya malam ini juga akan dimakamkan di pemakaman Cangehgar Palabuhanratu.

Petugas Hentikan Pencarian Korban Tertimbun Longsor di Kampung Bojong


PALABUHANRATU ONLINE – Pencarian tiga korban diduga tertimbun bencana tanah longsor di Kampung Cibojong, Desa Cibadak, kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Minggu (29/6/2014) dihentikan. Keberadaan Rudi (37), Gugun (14) dan Iwan (32) hingga kini belum diketahui.

Ratusan petugas gabungan dari unsur Personil Unit Reaksi Cepat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, personel Kodim 0622, Mapolres Sukabumi, SARDA, aparat kecamatan, Linmas dan warga telah ditarik dari titik lokasi bencana.

“Keluarga korban menyetujui pencarian anggota keluarga yang masih hilang setelah dilakukan serangkaian pertemuan dengan pihak Kecamatan Pabuaran dan tim pencarian. Mereka mengiklaskan penghentian karena tidak diperoleh kepastian seluruh korban tertimbun,” kata Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan, Badang Penanggulangan bencana daerah (BPBD) kabupaten Sukabumi, Usman Susilo, Minggu (29/6/2014). (Ahmad Rayadie/PR Online )***

 

2 KORBAN GELOMBANG PASANG DITEMUKAN


PALABUHANRATU ONLINE – Dua korban hilang akibat diterjang gelombang pasang, Selasa kemarin, masing-masing Putri Amelia (9) dan Elsa Agustina (7) ditemukan sudah meninggal dunia.

Kepala Satuan Polisi Perairan Polres Sukabumi AKP Amran Kusnandar mengatakan, kedua jasad ditemukan setelah Sar gabungan melakukan penyisiran di garis pantai.
“Sar gabungan pertama menemukan jasad Elsa Agustina, 15 menit kemudian kembali menemukan jasad Putri Amelia yang terhempas ombak dipinggir pantai” kata Amran saat dihubungi di Mako Satpolair Palabuhanratu, Rabu (25/06/2014).

Dijelaskannya, kedua jasad ditemukan sekitar satu km dari tempat kejadian tepatnya di Karangrita depan Mako Ramil Cisolok.

Jajaran Sar gabungan kemudian mengevakuasi kedua jasad korban untuk dibawa ke RSUD Palabuhanratu, hingga saat ini jasad masih berada di ruang jenazah RSUD Palabuhanratu untuk divisum luar sambil menunggu keluarga korban untuk dbawa ke rumah duka.

Putri Amelia (9) dan Elsa Agustina (7) yang berasal dari Desa Sayang Cianjur merupakan korban hilang diterjang gelombang pasang saat tertidur ditenda dipinggir pantai Karanghawu Cisolok Selasa (24/06/2014) kemarin, bersama keluarganya, semantara 7 lainnya berhasil selamat.

Laporan : Iyang Sudiharto

Tim SAR Gabungan sedang mengevakuasi korban ombak pasang

Tim SAR Gabungan sedang mengevakuasi korban ombak pasang

4 PELAJAR BOGOR JADI KORBAN TERGULUNG OMBAK


PALABUHANRATU ONLINE – Empat pelajar asal Bogor jadi korban tergulung arus ombak dipantai Pangumbahan Desa Pangumbahan Kecamatan Ciracap kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

SAR gabungan sedang melakukan pencarian korban

SAR gabungan sedang melakukan pencarian korban (Photo : Iyang)

Keempatnya menjadi korban tergulung ombak saat berenang 1 hilang dan masih dalam pencarian SAR gabungan sementara 3 selamat sudah dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

“Ageng Murtiyoso bin Supardi (16) Pelajar, warga Taman Pagelaran Rt 08/09 Desa Padasuka Kecamatan Ciomas Bogor, merupakan korban hilang, sementara 3 rekannya berhasil selamat” kata Kepala Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Sukabumi AKP Amran Kusnandar (20/06/2014) di Mako Satpolair di Palabuhanratu.

Setelah kejadian, lanjut Amran, SAR gabungan langsung melakukan pencarian terhadap korban hilang di garis pantai dan ditengah perairan sekitar kejadian, hingga menjelang malam, pencarian korban dihentikan sementara. “Pencarian oleh tim Sar gabungan akan dilanjutkan besok pagi dengan tim gabungan dari Palabuhanratu dengan perlengkapan SAR yang memadai” katanya.

Sementara 3 korban selamat, Bagus Armando (17). Irfan Alfiansyah (18) dan Zaidi Erlando (18), ketiganya pelajar dan warga Pagelaran Ciomas Bogor Jawa Barat. (Iyg)

SATU TAHUN PRPS MAKIN SOLID


Sebagai komunitas penggemar radio handy talky (breaker) Paguyuban Rajawali Pantai Selatan (PRPS) genap satu tahun

Sebagai komunitas penggemar radio handy talky (breaker) Paguyuban Rajawali Pantai Selatan (PRPS) genap satu tahun

PALABUHANRATU ONLINE – Sebagai komunitas penggemar radio handy talky (breaker) Paguyuban Rajawali Pantai Selatan (PRPS) genap satu tahun. Dalam perjalanan organisasinya, komunitas radio amatir ini keberadaannya semakin di perhitungkan di tengah-tengah derap dinamika pembangunan.

“Dalam setiap penanganan berbagai peristiwa, dibutuhkan jaringan komunikasi agar penangannya berjalan sesuai prosedur dan memudahkan cara kerja, PRPS sangat dibutuhkan sebagai media komunikasi dalam setiap peristiwa atau kejadian, mulai dari penanganan hingga paska kejadian” terang Ketua PRPS Palabuhanratu Willy Andreas Kuera disela-sela tasyakur 1 tahun PRPS di Palabuhanratu. (11/06/2014).

Dijelaskannya, dalam setiap kegiatan dan berbagai peristiwa, anggota PRPS selalu ambil bagian, seperti penanganan kecelakaan si sungai dan laut yang seringkali dialami para wisatawan. “Kami semakin solid bermitra dengan lembaga lain dan selalu ambil bagian dalam proses evakuasi korban” tutur penyelam dari Scuba Diving ini.

Sementara itu Camat Palabuhanratu Suherwanto menilai, kiprah PRPS dapat mewarnai dinamika kemajuan di berbagai sektor yang mendukung program pemerintah kabupaten Sukabumi. “Palabuhanratu sebagai daerah tujuan wisata membutuhkan stakeholder seperti komunitas breaker ini untuk mendukung program pemda” katanya kepada wartawan.

Palabuhanratu, lanjutnya yang menyandang predikat sebagai pemenang adipura,  membutuhkan dukungan seperti PRPS untuk mempertahankan program adipura.

Anggota PRPS saat ini mencapi 200 orang yang tersebar ditiap wilayah termasuk Bogor dan kabupaten Lebak Provinsi Banten,  dari kalangan TNI-Polri, Basarnas, Sar Daerah, Jurnalis dan lembaga pemerintah lainnya. (Iyg)