KPK GADUNGAN BERHASIL DIBEKUK OLEH POLSEK CIBADAK


Barang bukti yang diamankan oleh Polsek Cibadak

Barang bukti yang diamankan oleh Polsek Cibadak

PALABUHANRATU ONLINE CIBADAK   -Jajaran Polsek Cibadak Kabupaten Sukabumi mengamankan 3 orang yang mengaku-ngaku sebagai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta.

Menurut salah satu sumber di Polsek Cibadak menyebutkan, hingga saat ini penyidik reskrim Polsek cibadak masih memeriksa secara intensif ketiga KPK abal-abal itu.

“Ya, masih dilakukan pemeriksaanCIBADAK
Sumber itu juga menyebutkan, dalam pemeriksaan ditemukan barang bukti berupa dua lembar surat tugas, kartu identitas yang berlogokan KPK, dua kalung lencana kehormatan KPK, rompi kpk dan satu unit mobil avanza velos yang bernomor polisikan B 1789 KPK.

Peristiwa ini terungkap saat Usman Effendi, warga desa Cimahi kecamatan Cicantayan kabupaten Sukabumi, pada Jum’at siang didatangi 4 orang yang yang mengaku penyidik KPK dan langsung mengintimidasinya bahwa Usman punya hutang ke koperasi Bina Jaya senilai 2,3 milyar,  lalu yang 2 orang tersebut memberikan kartu nama identitas dirinya bahwa dia dari KPK.

Merasa tidak yakin, Usman lalu mengirim bukti-bukti – bukti identitas KPK yang dipegangnya melalui email ke kantor KPK pusat. Usman Kemudian mendapat keterangan melalui telepon dari KPK pusat bahwa, KPK tidak pernah memberikan kartu nama dan stempel berwarna merah.

Usman merasa yakin orang-orang tersebut adalah KPK gadungan kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Cibadak.

Pihak Polsek Cibadakpunberhasil meringkus 3 KPK gadungan satu diantaranya melarikan diri dan masih dalam pengejaran .

PIPIN, SATU TAHUN HIDUP DIKANDANG KAMBING


PALABUHANRATU ONLINE KALAPANUNGGAL – Pipin (58) Warga Kp. Cipurut RT. 23/07 Ds. Gunung endut Kec. Kalapanunggal Kab. Sukabumi Jawa Barat sudah satu tahun tinggal di kandang kambing.

Menurut Pipin dirinya terpaksa tinggal di kandang kambing karena dirinya tidak ingin hidup dengan saudaranya, Ia tinggal bersama 4 Kambing milik saudara nya itu.

Pipin yang ke sehariannya buruh pencari rumput untuk kambing yang tinggal

Pipin (58) Warga Kp. Cipurut RT. 23/07 Ds. Gunung endut Kec. Kalapanunggal Kab. Sukabumi Jawa Barat sudah satu tahun tinggal di kandang kambing.

Pipin (58) Warga Kp. Cipurut RT. 23/07 Ds. Gunung endut Kec. Kalapanunggal Kab. Sukabumi Jawa Barat sudah satu tahun tinggal di kandang kambing.(Photo : Anry Wijaya)

bersamanya , kambing tersebut milik tetangganya untuk di pelihara oleh keluarga Pipin.

“Saya sudah satu tahun hidup bersama 4 kambing milik saudara, terpaksa tinggal dikandang karena usaha ternak kambing merupakan satu-satunya yang bisa saya lakukan,” ujar janda yang sudah 25 tahun bercerai ini.

Sementara itu , Kepala Desa Gunung Endut Dede Mistar Setiawan pihaknya tidak mengetahui bahwa ada warganya yang hidup di kandang kambing, terlebih sudah satu tahun mendiami kandang kambing.

Laporan : Anry Wijaya

KANDANG AYAM DI DESA SIMPENAN SEBARKAN BAU TAK SEDAP , WARGA RESAH


PALABUHANRATU ONLINE PALABUHANRATU – Keberadaan Kandang ayam peternakan ayam potong di Kp.Babakan Peundeu Ds. Cidadap Kecamatan Simpenan Kab.Sukabumi cukup meresahkan para warga yang berada disekitarnya.

Selain bau menyengat tidak sedap keberadaan kandang ayam juga dipenuhi lalat –lalat .

Kandang ayam yang sudah berdiri seak setahun lalu itu ternyata tidak memiliki

Kandang ayam peternakan ayam potong di Kp.Babakan Peundeu Ds. Cidadap Kecamatan Simpenan Kab.Sukabumi  cukup meresahkan para warga

Kandang ayam peternakan ayam potong di Kp.Babakan Peundeu Ds. Cidadap Kecamatan Simpenan Kab.Sukabumi cukup meresahkan para warga (Photo : Ahda)

izin, “sampai hari ini saya belum pernah mengeluarkan rekomendasi izin untuk pengoperasian kandang ayam yang berada di desa Cidadap, saya sudah menegur para pemilik kandang ayam yang dimaksud, namun sampai hari ini panggilan saya tidak dihiraukan,” ujar M. Amin Hidayat Kades SImpenan.

Menurut Amin “Kalau ini menjadi permasalahan di masyarakat silahkan saja untuk di tindak kalau perlu di tutup sekalian ,” terangnya kepada Palabuhanratu Online, Rabu, 10/09/2014.

LIA DITEMUKAN MENINGGAL DIDALAM SUMUR


PALABUHANRATU ONLINE -Lia (20) warga kp. Citamiang Rt 02/10 desa Cidadap kecamatan Simpenan kabupaten Sukabumi, ditemukan sudah meninggal dunia didalam sumur yang biasa dipakai mandi dan mencuci.

Ketua Sar Daerah Sukabumi Okih Fajri mengatakan, berdasarkan laporan warga sekitar pukul 07.30, korban berhasil dievakuasi jajaran Sarda dan aparat Polsek Simpenan dibatu warga setempat.

“korban ditemukan dalam posisi telungkup, kondisi jasad sudah membengkak, kulit tangan dan wajah sudah mengelupas” ujar Oki ditempat kejadian, Kamis 04/09/2014.

Melihat kondisi jasad seperti itu. Oki menduga, korban yang sedang mengandung sekitar 4 bulan itu sudah terendam air sumur sekita 3 hari lalu.

Korban segera dibawa ke RSUD Palabuhanratu untuk divisum dan saat ini masih berada diruang jenazah RSUD setempat.

Sementara, menurut tetangga korban, Ibeng (35). 2 hari lalu korban masih terlihat belanja sayuran ke warung tidak jauh dari tempat tinggal korban, dan korban sudah lama mengidap penyakit epilepsi. “Korban terjatuh mungkin saat menimba air sumur yang tidak pake pelindung tembok itu” jelas ibeng sambil menerangkan suami korban masih berada diluar daerah untuk berdagang.

DAMPAK KENAIKAN HARGA AYAM POTONG, FKPU AMBIL SIKAP


PALABUHANRATU ONLINE –

image

Forum Komunikasi Pengusaha Unggas (FKPU) Sukabumi mendesak kepada para peternak ayam potong yang berada di Sukabumi agar harga ayam potong segera stabil kembali. Desakan tersebut dituangkan dalam surat selebaran FKPU yang dibagikan dengan memberhentikan sejenak truk-truk pengangkut ayam potong arah Bogor di ruas jalan Bojongkokosan Parungkuda kabupaten Sukabumi.

“Pertama kami menilai, melambungnya harga ayam potong permainan dari perusahaan ternak, sementara rendah daya beli masyarakat yang tidak seimbang dengan kenaikan harga ayam, dan Kurangnnya pengawasan dari pemerintah pusat dan daerah terhadap perusahaan ternak sehingga perusahaan ternak sewenang-wenang memainkan harga ayam” kata salah saorang pengurus FKPU Sukabumi, Deden (40) yang ditemui di Bojongkokosan kecamatan Parungkuda Sukabumi, Rabu 03/09/2019.

Deden mencontohkan, di pasar Parungkuda, cibadak dan pasar cicurug sudah 2 hari terakhir ini ayam potong mengalami kelangaan, kalaupun ada harganya tidak terjangkau.

“Aksi ini terpaksa dilakukan agar pasar daging ayam kembali normal” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan sedikitnya 35 truk pengangkut ayam potong dihentikan sejenak dan diberikan selebaran yang harus disampikan kepada masing-masing pemilik ternak

Mobil Terjungkal di Gn Butak Palabuhanratu


PALABUHNARATU ONLINE – Mobil jenis station Daihatsu Hijet thn 1987 Nopol F 1090 G terjungkal dan masuk kedalam jurang sedalam 20 meter di Kp. Gn Butak Ds. Citepus Palabuhanratu.

Mobil Daihatsu Hijet yang terjungkal hingga masuk kedalam jurang

Mobil Daihatsu Hijet yang terjungkal hingga masuk kedalam jurang

Sembilan penumpang yang berasal Ds. Sukamantri RT.05 RW. 10 Kecamatan Taman Sari Bogor

Mobil yang berpenumpang sembilan orang tersebut melaju dari arah Citepus ke Palabuhanratu, tiba-tiba ban mobil bagian kanan belakang copot sehingga mobil yang dikendalikan Supriyadi langsung terjungkal kejurang dengan posisi meyamping .

“Saya tiba di palabuhanratu tadi pagi bersama suami dan teman –teman dari Karang Hawu, saya tidak merasakan kejanggalan apapun terhadap mobil yang dikendarai suami saya, pas di tikungan kami berteriak dan mobil pun sudah di dalam jurang,”ujar Rukmini (30) ketika ditemui di ruang UGD RSUD Palabuhanratu, hari ini Minggu, 31/08/2014.

 

 

 

 

GADIS REMAJA NEKAD GANTUNG DIRI


PALABUHANRATU ONLINE – Nova Kusumah (16) warga Kp. Cikananga Rt 04/05 Desa Bojonggaling kecamatan Bantargadung kabupaten Sukabumi nekad mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Peritiwa ini pertama diketahui oleh ibu korban Imas (35) sepulang dari berjualan, rumah dalam keadaan sepi. “Saat pulang, istri saya kaget, karena melihat korban yang sudah tergantung

nekad mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri

Nova Kusuma nekad mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri (Photo : Anry Wijaya)

ditiang kamar, dilehernya terikat kain warna merah, dan segera berteriak minta pertolongan, dan tetangga pun datang menghampiri” kata Maman Tanu Suherman (48) ayah korban penuh haru,

Korban yang tercatat sebagai siwa SMK ini segera dievakuasi, lanjut Maman, korban kemudian dilarikan ke RSUD Sekarwangi Cibadak kabupaten Sukabumi.

“Beberapa hari sebelum kejadian, saya pernah mengingatkan, jangan dulu berpacaran, karena korban masih kecil dan masih sekolah, entah apa yang terjadi, malah peristiwa ini yang dialami” terangnya di ruang jenazah RSUD Sekarwangi Cibadak, Selasa, 26/08/2014.

Hingga berita ini diturunkan, pihak paramedis masih melakukan visum terhadap jesad korban, dan peristiwa ini masih dalam penyelidikan aparat Polsek Warungkiara.