ANGKOT MOGOK, PENUMPANG TERLANTAR


PALABUHANRATU ONLINE -Para pengemudi angkutan kota (angkot) jurusan Cibadak -Cicurug sejak pagi tadi melakukan aksi mogok dengan tidak mengangkut penumpang, mengakibatkan calon penumpang sepanjang jalur tersebut terlantar.

“Tuntutan kami belum dipenuhi sementara bahan bakar minyak (BBM) sudah naik beberapa hari lalu” ujar Mardi salah seorang pengemudi jurusan Cibadak Cicurug diterminal Cibadak kabupaten Sukabumi, Jum’at 21/11/2014.

Menurutnya, pemerintah harus segera menentukan berasan kenaikan tarif angkot yang sesuai dengan kondisi saat ini agar tidak memberatkannya. “Segera tentukan tarif ongkos Cibadak-Cicurug, sebab kalo tidak, kami akan menanggung kerugian karena biaya operasional tidak tertutup” keluhnya.

Sementara itu, untuk membantu mengangkut calon penumpang, jajaran Polres Sukabumi mengerahkan 1 unit truk dan 1 unit bis Dalmas dioperasikan. “Sejak pagi kami operasikan 2 unit kendaraan Dalmas, untuk mengangkut anak sekolah dan warga yang akan beraktivitas” tutur Kepala Satuan Dalmas Polres Sukabumi AKP Asmadi yang dihubung melalui telefon seluler.

Kendaraan Polsek-Polsek setempat, kata Asmadi, juga dioperasikan hingga pengemudi angkutan kota kembali beroperasi secara normal.

PASIEN DI RSUD SEKARWANGI BEBAS BERKELIARAN


image

Pasien yang bebas berkeliaran sedang membeli buah di gerbang RSUD Sekar Wangi Cibadak.

PALABUHANRATU ONLINE -Beberapa pasien yang sedang menjalani perawatan di instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Sekarwangi dengan leluasa bebas berkeliaran. Bahkan sebagian pasien bisa leluasa keluar kompleks rumah sakit untuk berbelanja keperluan dengan selang infus masih tergantung dilengannya.

“Bebas, mereka (para pasien) keluar masuk dan belanja keperluan untuk bekal selama berada di rumah sakit” kata Heri (42) salah seorang penjual makanan di RSUD Sekarwangi Cibadak kabupaten Sukabumi, Senin, 17/11/2014.

Heri yang mangkal didepan gerbang RSUD itu mengaku tidak aneh bila melihat orang belanja dengan selang dan botol infus masih menempel ditangan. Seperti salah seorang pasien dengan tenangnya membeli buah-buahan didepan gerbang tanpa ada teguran dari para medis ataupun petugas keamanan. “Tuh, lihat, ditangan orang itu pegang botol infus dan selang” ujar Heri sambil meyakinkan dengan menunjuk sesorang dari kejauhan.

Humas RSUD Sekarwangi, Ramdansyah menjelaskan, para pasien dilarang keluar ruangan apalagi berbelanja hingga keluar gerbang. Namun pihaknya mengaku kekurangan petugas keamanan (Satpam) sehingga sulit mengawasi pasien. “Kami hanya memiliki 20 anggota satpam dibagi 3 shift dan harus mengawasi area rumah sakit seluas 5 hektar. Papar Heri dihubungi melalui telefon selular.

Idealnya, lanjut Heri, 50 anggota satpam bisa meng”cover” seluruh aktivitas dirumah sakit. “50 anggota baru cukup, dengan asumsi, 15 anggota tiap shift” imbuhnya.

KONDISI PESISIR PALABUHANRATU MULAI TERANCAM


PALABUHANRATU ONLINE - Pantai Palabuhanratu kabupaten Sukabumi sebagai salah satu destinasi atau obyek daya tarik wisata di Jawa Barat memiliki keindahan dan keunikan alam pesisir yang natural, didukung karakter ombak yang memiliki bentangan panjang, sehingga bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk berselancar (Surfing) oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Namun keindahan dan nilai natural pesisir pantai di sepanjang teluk Palabuhanratu, akhir-akhir ini terganggu dengan banyaknya bangunan hotel, rumah tinggal dan warung serta pagar penghalang.

Dimana pengunjung saat keliling menggunakan kendaraan tidak bisa lagi memandang lepas ke area pantai lantaran banyak obyek yang menghalangi pemandangan. Demikian juga dengan spandan pantai, saat ini banyak diklaim oleh kalangan pengusaha dan dibuat bangunan atau pagar yang diduga tidak mengantongi ijin, padahal area sepandan pantai seharusnya zona bebas dari pagar dan bangunan.

Saodah, Menejer Ocean Queen di Desa Cikahuripan kecamatan Cisolok kabupaten Sukabumi, mengeluhkan adanya pagar pembatas yang dibangun oleh PT. Legon Pari yang berada di zona sepadan pantai. Pagar tersebut sangat mengganggu aktivitas. “Warga setempat dan para wisatawan merasa terganggu karena menutup akses jalan pesisir pantai” kata Saodah saat ditemui beberapa waktu lalu kepada awak media.

Saodah mengaku beberapa bulan lalu sudah membuat laporan terkait dengan gangguan atas dibangunnya pagar pembatas milik Legon Pari, kepada instansi terkait, seperti Kepala Desa Cikahuripan, Camat Cisolok, Satpolair Polres Sukabumi dan Pos TNI AL Palabuhanratu.

“Pertemuan dengan instansi terkait sudah dilakukan, hingga kini tidak ada titik terang” katanya. Terakhir, Tanggal 20 Oktober 2014 lalu, Saodah berkirim surat kepada Bupati Sukabumi perihal permohonan audien/ bertemu Bupati. “Hingga hari ini juga pak Bupati tidak merespon pertemuan sudah beberap surat yang kami kirimkan” papar Saodah.

Sebelum dibagun pagar yang berada disepadan pantai itu, ujar Saodah, warga setempat dan wisatawan dengan leluasa bisa berjalan keliling sepanjang pantai Legon Pari, namun setelah dipagar, akses jalan jadi tertutup. Saodah menjelaskan, penutupan akses jalan tersebut sangat berdampak pada minat pengunjung. “Angka kunjungan wisatawan turun hingga 50% sejak adanya pagar itu” sesalnya. Menurut Kepala Desa Cikahuripan kecamatan Cisolok, Heri Suryana, pagar yang dibangun pihak Legon Pari memang berada disepadan pantai, pihaknya tidak pernah menerbitkan rekomendasi ijin bangunan pagar atau apapun di area tersebut.

“Antara menejemen Ocean Queen dan Legon Pari sudah kami coba fasilitasi, namun belum ada titik temu, kami berharap pihak pemda kabupaten Sukabumi segera menangani dan menertibkan mengenai penataan bangunan sepanjang pantai” tuturnya yang ditemui secara terpisah. Heri juga menghimbau kepada pemilik hotel yang lain agar mengurus ijin terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas atau membuat membangun disepanjang pantai. “Tempuh dulu prosedur perijinan, baru bisa membuat bangunan” tandas. Pungkas Heri.

PANTAI PALABUHANRATU YANG MULAI TERANCAM

PANTAI PALABUHANRATU YANG MULAI TERANCAM

SATU BALITA MENINGGAL DUNIA TERTIMBUN LONGSOR


image

IPALABUHANRATU ONLINE -Muhammad Nirwan balita berusia 2.5 tahun meninggal dunia, sementara Tati Sulastri (26) dan Rafli selamat, setelah tertimbun longsor di Kampung Baru Rt 04/01 desa Berekah kecamatan Bojong Genteng kabupaten Sukabumi.

Kepala Desa Berekah kecamatan Bojonggenteng, Andriansyah mengatakan, peristiwa ini terjadi pukul 22.30 rumah milik Obay yang berada diatas mengalami longsor dan menimpa Idih. “Seketika rumah Idih tertimpa material longsoran dan menimbun ketiga korban yang sedang terlelap tidur” tutur andriansyah dilokasi kejadian, Rabu, 06/11/2014.

Pihaknya dibantu warga segera menggali tumpukan material dan berhasil menemukan 2 korban yang selamat, menyusul 1 korban balita ditemukan sudah meninggal dunia.

“Ketiga korban selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke puskesmas Bojonggenten untuk menjalani perawatan” ujarnya.

Hingga kini kedua korban selamat sudah diperbolehkan pulang dan jasad Muhammad Nirwan sudah dikebumikan.

6 UNIT KENDARAAN PLTU DIDUGA TAK BERSURAT RESMI


PALABUHANRATU ONLINE -Sebanyak 6 unit kendaraan bermotor yang dioperasikan untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jabar 2 yang berada di Palabuhanratu kabupaten Sukabumi, diduga tak memiliki surat-surat resmi.

2 unit pemadam kebakaran (damkar) dan 4 unit dump truck selama 2 tahun berada di PLTU tidak memiliki tanda nomor kendaraan bermotor (TNBK) dan bukti pemilik kendaraan bermotor (BPKB) dari kantor Samsat.

“Ya, sudah dua tahun 6 kendaraan itu disini dan tidak memiliki dokumen sah dari Samsat” papar General Manajer Indonesia Power (IP) PLTU Jabar 2 Palabuhanratu, Hendra kepada para wartawan di aula PLTU. Rabu, 05/11/2014.

Hendra mengaku masih sibuk mengurus proses masa peralihan dari status proyek pembangunan ke tahap operasi produksi pembangkitan. “Sejak 1 Oktober 2014 lalu baru masa peralihan PLTU sehingga kami masih disebukkan dengan pengumpulan asset termasuk data-data pendukungnya” ujarnya didampingi jajaran menejer PLTU Palabuhanratu.

Hendra akan mengurus kelengkapan surat-surat kendaraan asal China itu ke samsat setempat setelah dokumen pendukungnya lengkap, tanpa menyebutkan waktu pastinya. Reporter : Iyang Sudiharto.

UANG PALSU KEMBALI BEREDAR DI CIBADAK


PALABUHANRATU ONLINE -Para pedagang dilingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi Cibadak kabupaten Sukabumi resah dengan beredarnya uang palsu akhir-akhir ini. Para pedagang tertipu karena tampilan uang palsu pecahan Rp. 100 ribu itu tampak seperti asli.

“Sore kemarin pelaku belanja sebesar Rp. 14 ribu dan menyerahkan pecahan uang 100 ribu, tanpa curiga istri saya memberikan uang kembaliannya, beberapa saat kemudian kejadian itu kembali terulang” jelas Yaya (52) pedagang dilingkungan RSUD Sekarwangi dikiosnya, Senin, (03

image

/11/2014).

Yaya mengaku tidak bisa mengingat wajah pelaku karena seperti terhipnotis. Hal ini disadari setelah membelanjakan uang pecahan 100 ribu tersebut ke pasar Cibadak dan diketahui palsu.

Kejadian serupa juga dialami oleh Iden (54), sesorang belanja senilai Rp 30 ribu dan menyodorkan uang pecahan 100 ribu yang belakangan diketahui palsu. “Saya juga tidak ingat wajah pelakunya, yang saya ingat, dia belanja Rp 30 ribu” ujar Iden seraya mengingat kejadian yang telah dialaminya.

Sementara itu, Kapolsek Cibadak Kompol Undang Deddy menghimbau, jika ada yang dicurigai terkait dengan peredaran uang palsu, agar segera melaporkan kepada kepolisian terdekat. “Kami mohon dukungan masyarakat apabila ada orang yang gelagatnya mencurigakan, agar segera melaporkan kepada kantor Polisi terdekat atau menelpon petugas” himbaunya yang ditemui secara terpisah .

KEPSEK SMK AL-HAVIZ BANTAH SUNAT BSM


PALABUHANATU ONLINE -Beberapa orang tua siswa SMK Al-Haviz Ds. Cikelat Kp Cikelat. Kec Cisolok mengeluhka adanya pemotongan Dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) sebesar 300 ribu. Pemotongan tersebut dengan dalih infaq. “Anak saya dipotong BSM nya 300 ribu katanya untuk infaq, kata salah seorang orang tKetika ua siswa, kepada Pratu Online. Jumat, 29/10/2014. Sementara dilain tempat.
Kepala Sekolah SMK Al-Haviz  membantah adanya pemotongan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) sebesarĀ 300 ribu untuk Infaq.
Menurut Elina Egawati kepala sekolah SMK Al-Haviz pihaknya hanya mengarahkan untuk pelunasan SPP yang tertunggak sesuai dengan tunggakannya. dari 233 siswa pihak kami mendapatkan BSM sebanyak  108 siswa bagi yang tidak mampu, persiswa mendapatkan 1 juta rupiah.ujar Egawati.SMK  yang bernaung dibawah yayasan Nurul Karomah ini baru berdiri 2 tahun lalu sejak 2012 dan  baru sekali mendapatkan dana BSM.
Laporan : Ade Willy

image